Beast Princess

Beast Princess
Beast Princess 69


__ADS_3

Satu persatu maju dan mereka meneteskan darah mereka. Karena binatang buas itu masih dalam bentuk telur, maka mereka hanya perlu meneteskan darah, tapi Naru dan Qin Yun, mereka tidak maju untuk melakukan kontrak. Sebab mereka sendiri bagian dari binatang buas itu sendiri.


Setelah beberapa orang melakukan kontrak, Qin Yun bergerak memasukkan semua telur yang tidak dikontrak ke dalam ruang.


Mereka kemudian saling menatap, karena anak tangga yang tersisa hanya ada 100 anak tangga terakhir.


Mereka tidak tahu penyiksaan macam apa yang akan mereka alami, dan mereka tidak tinggal lebih lama di lantai enam.


Langsung keluar dari lantai 6 dan melangkah ke anak tangga. Begitu mereka melangkah, mereka terdiam. Sebab mereka tidak merasakan rasa sakit yang mereka harapkan, hingga membuat mereka terdiam.


Saling menatap dan hanya ada 1 di pikiran mereka, hal di lantai 7 tidak sederhana seperti 6 lantai sebelumnya.


Mereka melangkah di 100 anak tangga terakhir, seolah mereka berada di taman negeri dongeng. Mereka memiliki ilusi berada di taman yang begitu indah.


Ada sungai yang begitu jernih, suara kicau burung yang begitu merdu. Angin yang berembus pelan, dan wangi dari bunga yang bermekaran.


Tentu mereka tidak lupa, mereka berada di pagoda 7 duka dan 7 suka.


Mereka berpikir mungkin 100 anak tangga terakhir ini bertujuan membuat kelelahan mental dan fisik mereka hilang dan membuat mereka merasa santai, karena di lantai 7 akan ada siksaan yang lebih berat.


Jangan salahkan mereka berpikir seperti itu, karena mereka juga berada di pagoda yang namanya juga sangat aneh.


Dan hasilnya mereka hanya memerlukan waktu 3 hari untuk mencapai lantai 7.


Begitu mereka berdiri di depan pintu, pertanyaan langsung muncul di depan mereka semua.


*Sesuatu yang sangat dekat denganmu, bahkan lebih dekat dari arteri di lehermu.”


Beberapa orang saling memandang, mereka berpikir apa sesuatu itu. Namun, setelah membaca pertanyaan itu, Naru tersenyum, senyum yang sangat tulus dan indah.


Dia dengan yakin melangkah mendekati pintu dan menjawab dengan penuh percaya diri.

__ADS_1


“Tuhan sang Pencipta seluruh alam semesta dan semua makhluk.”


Pintu itu terbuka dengan sangat mudah, semua langsung menatap Naru penuh kekaguman.


Mereka tidak percaya jika Naru dengan mudah mengetahui jawaban yang menurut mereka sangat sulit itu.


Begitu mereka memasuki ruangan tersebut, mereka tidak melihat apa pun selain kolam yang airnya seputih susu.


Di kolam tersebut tertulis cairan esensei langit dan bumi selama 10.000 tahun.


Mereka saling menatap dan beberapa dari mereka memiliki pikiran yang sama.


“Mungkin kita harus berendam dalam kolam ini.”


Semua mengangguk mengerti, dan tanpa melepas pakaian mereka, mereka memasuki kolam tersebut tanpa ragu.


Begitu tubuh mereka semua terendam dalam kolam, dan hanya menyisakan kepala mereka, segera mereka merasakan rasa sakit yang lebih parah dari pada melangkah di 600 anak tangga.


Rasa sakit yang tidak bisa mereka gambarkan dengan kata-kata, dan rasa sakit yang tidak bisa mereka andaikan dengan sesuatu.


Dan pikiran mereka sewaktu melewati 100 anak tangga terakhir tidak salah. Cukup lama mereka berada di dalam kolam, bahkan mereka telah pingsan dengan rasa sakit itu, tapi tubuh mereka yang tadi meleleh mulai tumbuh, dan tulang mereka yang melunak kembali mengeras dan semakin kokoh. Meridian mereka juga semakin melebar, bahkan kemampuan mereka langsung meningkat begitu cepat.


Naru yang tadi pingsan tiba-tiba membuka matanya. Mata biru itu perlahan terus berubah, terkadang menjadi byakugan, saringhan, dan Rinnegan. Bahkan mata ketiganya juga terbuka dengan lebar dan semua jenis itu mengandung cakra alam yang begitu besar.


Cakra besar Kaguya yang disegel oleh Jubi langsung lepas bagitu saja membuat penampilan Naru tampak sangat berubah.


Ketika semua tubuhnya kembali utuh, dia tiba-tiba melayang dan rambut peraknya yang sepinggang tumbuh sampai mata kaki.


10 ekor hitam dengan garis emas terus melambai dan masing-masing ekor memiliki 10 godoudama. Kristal berbentuk rubah dengan 7 warna muncul di atas mata ketiga Naru yang membuat aura Naru semakin mencekam.


Mendaratkan kakinya di tanah, Naru merasakan kekuatan yang sangat besar, dan dia yakin dengan kekuatan ini, dia bisa mengalahkan paviliun surgawi.

__ADS_1


Membuat penampilannya kembali normal, dia menatap beberapa orang yang juga telah membuka mata.


Mereka tidak tahu, jika mereka berendam dalam kolam tersebut selama sebulan lebih.


Meski Naru telah merasakan kekuatannya sangat kuat, dia merasa ada yang berbeda. Beberapa saat kemudian dia tercengang, karena cincin ruang yang diberikan Qin Mo Xuan saat itu bersatu dengannya dan menjadi ruang pribadi yang bahkan menyamai ruang milik Qin Yun, tapi lebih besar.


Ruang itu seperti dunia kecil, hingga membuatnya tersenyum.


Beberapa orang juga merasakan kekuatan mereka meningkat dan mereka sangat bahagia.


Mereka semua bahkan telah berada di Divine Profound Realm tingkat akhir. Mereka tidak tahu, apakah ada yang lebih tinggi dari peringkat Devine tersebut, yang terpenting saat ini mereka siap untuk menapakkan kaki mereka di dunia atas.


“Hei, aku menemukan jika cincin ruang milikku menjadi dimensi pribadi yang menyatu denganku.”


Lan Yue berteriak dengan terkejut, segera yang lainnya juga menemukan hal aneh seperti itu, dan mereka sangat gembira.


Qin Yun juga ikut bahagia, setidaknya dia tidak menjadi gudang berjalan untuk semua rekannya.


“Baiklah, aku akan membagi semua apa yang kita peroleh.”


“Tidak perlu semua, cukup beri kami beberapa bibit untuk kami tanam, dan juga beberapa benih hewan yang bisa dimakan. Sisanya biar kau saja yang simpan, karena kami memiliki harta dan properti pribadi kami.”


Meski Qin Yun terkesan diuntungkan, tapi dia tahu jika dia sendiri telah diangkat menjadi bendahara dalam tim secara default, jadi jika itu keperluan tim, Qin Yun tidak akan ragu untuk mendanai, jadi dia tidak menolak proposal semua orang.


Dia memberikan apa yang mereka semua perlukan, bahkan membagi 2 semua material persenjataan untuk Liu Qian dan Tenten.


“Tidak perlu menolak, jika kalian membuat senjata dan dijual atau dilelang, kalian hanya perlu memberikan 50% dari hasil penjualan untuk dana tim. Juga harta yang kita peroleh di pagoda ini akan menjadi dana tim, dan itu bukan dana pribadi milikku.”


Segera mereka semua menatap Qin Yun dengan aneh. Mereka tidak menyangka jika Qin Yun tidak berniat mencaplok, melainkan menjadikan sebagai dana tim.


“Apa? Mengapa menatapku seperti itu?”

__ADS_1


Mereka kemudian terkekeh dan beberapa saat kemudian mereka tertawa.


“Baiklah, mulai saat ini kau menjadi bendahara tim monster.”


__ADS_2