
Naru terus saja berjongkok di pojokan menghadap tembok dan menunduk.
Beichen Li yang tiba terakhir merasa bersalah melihat adik kesayangannya itu.
Beberapa orang terus saja membujuk Naru tapi tidak di perdulikan hingga hari hampir malam.
Sakura, Sasuke dan Karin saling memandang. Segera, Sakura dan Karin kedapur, mereka sudah malas melihat kelakuan Naru yang seperti ini.
"Ru'er tolong maafkan Gege ya.." Beichen Li telah beberapa kali mengatakan maaf pada Naru tapi tetap tidak di gubris.
Mereka terus bergantian tapi tidak ada yang mampu membujuk Naru sekarang.
Che sendiri melirik Sasuke dan saling tersenyum. Mereka berdua tentu saja mengetahui kelemahan Naru dan cara membuat Naru berhenti dari acara ngambeknya..
Hingga beberapa saat, Karin dan Sakura keluar dengan Ramen di mangkuk super jumbo.
4 sosok tertentu saling menyeringai, Naru sendiri sudah mencium aroma Ramen dan berusaha menahan godaan.
"Naru, sudahlah! Kemari dan makan ramen mu.."
Naru tetap berusaha bertahan dari godaan itu, Karin makin memperlebar seringainya.
"Tidak mau? Baiklah, biar kami yang habiskan. Nanti kalau kau lapar masak sendiri ya.."
Naru akhirnya goyah dan berbalik secara perlahan.
"Aku lapar, jangan dihabiskan.."
Sakura, Karin, Che dan Sasuke tersenyum penuh kemenangan. Akhirnya Naru bisa di bujuk.
"Kemarilah dan makan.."-Che
"Uhm.."
Xie, Jue, Yun, Yan, Liu Rong, Liu Qian, Liu Wei, Xuan dan Li tidak pernah menyangka jika segampang itu untuk membujuk Naru.
Naru bergerak dari posisinya dan segera memakan ramennya hingga tandas dalam beberapa detik saja.
...
Diskusi lain juga terus berjalan. Dimana yang menjadi topik adalah Pemilik Akademi yang sama kejamnya dengan Raja Neraka tidak marah setelah di tendang oleh Naru.
__ADS_1
Terlebih Naru memanggilnya dengan sebutan Gege. Beruntung diskusi hangat seperti itu terjadi setelah 5 penyusup dari Paviliun Surgawi telah di hilangkan.
Topik hangat tentang Naru yang terlihat di perlakukan istimewa oleh pemilik Akademi membuat dua orang tertentu semakin buruk.
"Aku tidak percaya salah satu jal*ang perak itu bahkan sangat berani menendang kaki pemilik Akademi dan tidak mati di tangan pemilik Akademi. Apa spesialnya mereka coba?"
Luo Zhi Lan sangat marah menyaksikan hal tersebut.
"Lan'er jangan marah, aku juga kesal tapi kita harus menahannya hingga pertandingan satu lawan satu. Kita akan menghajar mereka saat itu.."
Luo Zhi Lan memandang Feng Liu Li kemudian dia mengangguk dan menghela napas berat.
"Baik kakak Liu Li, Lan'er akan menahannya.."
"Bagus, sekarang puaskan aku.." Luo Zhi Lan sontak memerah dan mengangguk.
Merekapun berakhir dengan kegiatan panas yang seharusnya dilakukan setelah menikah.
...
"Aku tak menyangka, bahkan pemilik Akademi memperlakukan mereka dengan istimewa.." -Qing Wen
"Wajar saja kan. Raja Neraka sangat dekat dengan pemilik Akademi, aku tidak heran jika pemilik Akademi memperlakukan mereka dengan spesial.." Fan mengangguk setuju dengan apa yang dikatakan Jiu Feng.
Siapa sangka jika mereka dekat layaknya saudara dan raja neraka telah memiliki pasangan.
"Oh, aku ingin mengatakan sesuatu. Ketiga gadis kembar itu memiliki niat untuk menarik kita kedalam kelompoknya.." semua kemudian memandang Li Mo tak yakin
"Itu benar, mereka tertarik dengan kemampuan yang di perlihatkan kakak Fan dan Mei'er.."
Keduanya merona saat Lan Yue mengatakan tentang kemampuan keduanya.
"Kenapa kalian masih menyembunyikan hubungan kalian? dengan teknik yang tadi kalian gunakan, kami telah mengkonfirmasi hubungan kalian.." Jiu Feng memandang keduanya dengan jahil.
"Tanyakan pada Mei'er, aku selalu ingin mengatakan pada semuanya tapi dia selalu menolak.."
Semua perhatian mengarah pada Fu Mei yang kini menunduk malu dengan wajah memerah.
"Aku hanya belum siap mengekspos hubungan kami. Apalagi harus terlihat murahan seperti yang dilakukan oleh Zhi Lan dan Liu Li. Itu selalu membuatku jijik.."
"Baiklah, kami mengerti alasanmu. Kau benar, mereka berdua sangat menjijikan. Selalu mengumbar kemesraan dimana-mana.." Li Mo langsung setuju dengan alasan Fu Mei.
__ADS_1
"Aku bahkan sangat yakin jika mereka telah melakukan hal tak bermoral.." Lan Yue juga ikut menambahkan..
"Sudahlah, jangan bicarakan mereka lagi.." Jiu Feng tidak ingin membahas tentang keduanya lagi.
"Ya, kalian bersiaplah. Besok pertandingan penyisihan masih berlangsung. Andai Naru tidak mengamuk tadi, penyisihan akan berakhir hari ini.." Gu Fan segera mengingatkan mereka
"Kekuatannya bahkan sangat kuat, dengan tekniknya tadi, aku yakin dia bisa menghancurkan arena dan area yang di tempati penonton.." Qin Wen sampai bergidik saat mengingat serangan milik Naru. Beruntung pemilik Akademi dengan sigap menghalau serangan milik Naru.
"Beruntung hanya Naru yang bertanding. Jika Qin Yun dan Qin Yan juga ikut, aku tidak tahu apa yang akan terjadi.." Li Mo mengangguk, dia tidak menyangka jika kekuatan Naru akan sekuat itu.
...
Melihat Naru yang kembali bersemangat saat memakan ramen membuat mereka sweatdrop.
Kenapa tidak dari tadi saja mereka membujuk Naru dengan makanan tersebut.
"Andai aku mengetahui makanan Favoritnya itu.." Qin Mo Xuan bahkan telah pundung di pojokan.
Che menghampiri Qin Mo Xuan dan menepuk pundaknya.
"Itu bukan salahmu ipar, aku juga baru tahu makanan favorit Naru saat berada di dimensi ninja.."
"Kenapa kau tidak mengatakannya?"
"Aku pikir kau mengetahuinya.."
Qin Mo Xuan kembali pundung, Beichen Li sendiri memandang Naru dengan rumit.
Dulu Naru tsangat tidak doyan dengan bahan berbahan mie. Tapi sekarang telah menjadi makanan favoritnya.
Dia merasa ingin menangis tapi air matanya tidak bisa keluar.
"Ru'er, maafkan Gege soal tadi.."
"Hn.."
Hanya dua konsonan aneh yang keluar dari bibir Naru membuat semua memandangnya dengan aneh kemudian memandang Sasuke.
"Hn?"
Berikutnya mereka semua memiliki setitik keringat di pelipis mereka mendengar gumaman tak jelas Sasuke.
__ADS_1
....