
Via, terus berjalan mengikuti langkah kaki veri, menuju keluar. Via, sudah beberapa kali berbicara agar veri, menghentikan langkanhya. Akan tetapi, veri, terus berjalan tanpa peduli permintaan via.
Veri, dengan segera menghentikan langkahnya saat sampai di mobilnya.
"Ngapain kamu mengikuti?" tanya Veri, sambil menatap Via.
"Sayang, kenapa kamu berkata seperti itu? Aku benar-benar minta maaf," Via, sambil meraih tangan Veri.
Veri, hanya diam saja tanpa menjawab perkataan via
"Sayang, kenapa tidak menjawab perkataanku? Kamu benar-benar marah ya sama aku?" tanya Via, sekali lagi.
"Sudahlah lupakan saja," kata Veri, dengan datar.
"Baiklah. Oya, kamu mau kemana, Sayang?"
"Bukan urusanmu!"
"Iss, kamu tega sekali berkata seperti itu. Aku sadar diri, aku tidak pantas untukmu," Via, langsung menghempaskan tangan Veri ," ya sudah sana pergi! jangan pedulikan aku!" Via, dengan menatap sendu.
Tadinya Veri, butuh waktu untuk menyendiri dan pikirannya kini benar-benar kacau. Akan tetapi, dirinya menjadi tidak tega saat melihat Via.
"Ya sudah, ayo kita jalan-jalan," ajak Veri.
"Serius kamu mengajakku jalan-jalan? Bukannya tadi aku tidak boleh ikut," Via, dengan mengembungkan pipinya.
"Maaf, Sayang. Aku benar-benar tidak ada maksud gitu," Veri, kemudian memeluk Via dan Via, pun membalas pelukannya.
Veri, dengan segera menguraikan pelukannya lalu, mengajak Via masuk ke dalam mobil.
Saat Veri dan Via, sudah berada di dalam mobil, dengan segera Veri, menjalankan mobilnya menuju tempat tujuan.
"Kita mau jalan-jalan kemana, Sayang?" tanya Veri, sekilas melirik Via.
"Kita jalan-jalan ke Mall, gimana? Bolehkan?" tanya Via, dengan hati-hati.
"Emm ... Baiklah. Lets' go." Veri, langsung mempercepat laju mobilnya berjalan menuju Mall.
.
.
Seorang wanita cantik, kini sedang berdiri di ballroom. Dari tadi Angel, menyaksikan dua insan yang saling berpelukan dan begitu bahagia.
Sakit, memang sakit! Akan tetapi, Angel, harus menerima semua ini. Dirinya tidak mungkin marah karena menyadari mereka saling mencintai satu sama lain.
Tiba-tiba airmatanya menetes begitu saja, membasahi wajah cantiknya.
Haruskah ku akhiri semua ini? Agar mereka bahagia dalam ikatan pernikahan. Aku sungguh tidak sanggup, bila menjadi istri tapi tidak pernah di anggap. Aku bukanlah patung yang seenaknya dimainkan. Aku punya hati juga perasaan batin Angel, kemudian mengusap pipinya.
Tiba-tiba seseorang masuk ke dalam tanpa mengetuk pintu.
"Kak Angel ...." panggil Amoy.
Angel, membalikan badannya dan menatap adik iparnya yang sedang berjalan menghampirinya.
"Iya, kenapa?" tanya Angel.
Amoy, tidak menjawab perkataan adik iparnya. Akan tetapi, netranya memandang keluar mencari sesuatu. Amoy, mengerutkan keningnya karena tidak ada siapapun dibawah.
"Kak Angel, lagi apa disini?" tanya Amoy yang kini sudah berada di ballroom bersama kakak iparnya.
"Aku nanya, malah balik nanya," omel Angel.
"Sorry Kak," Amoy, cengengesan.
__ADS_1
Angel, hanya mengelengkan kepala lalu melangkahkan kakinya berjalan menuju sofa yang ada di kamar.
"Kak Angel, tunggu ...." Amoy, menyusul kakak iparnya.
Mereka kini berjalan menuju sofa. Saat sudah sampai di sofa, mereka pun duduk.
"Kak ...." panggil Amoy.
"Iya,"
"Kakak, emm ...." ucapan Amoy, tergantung karena merasa bingung harus mengatakannnya.
"Iya kenapa Moy? Kalau bicara itu yang jelas dong."
"Kakak habis nangis ya?" Celetuk Amoy.
Angel, merasa terkejut mendengar pertanyaan adik ipar tersebut.
"Kata siapa? So tahu," Angel, kemudian memijit hidung Amoy, karena merasa gemas.
"Ih kak Angel ... sakit tahu," rengek Amoy, sambil menatap tidak suka.
"Emm ... manja!"
"Kak Angel, kok gitu sih."
"Jangan marah aku bercanda kok," Angel, kemudian merangkul pundaknya.
"Kak, aku nanya serius. Kakak habis nangiskan?" tanya Amoy, sekali lagi.
"Kata siapa? Orang tidak nangis, malah dibilang nangis," jawab
"Bohong! Tuh, lihat mata Kakak," Amoy, menatap intens mata Angel.
"Masa sih?" Amoy, masih belum percaya.
"Benaran! Ya sudah kalau enggak percaya, no problem." Angel, beranjak dari sofa.
"Jangan marah dong Kak," Amoy, menahan lengannya ,"lagian, amoy percaya kok." Amoy, tersenyum kepada Kakak Iparnya.
Angel, membalas senyumannya ," Aku tidak marah kok."
Amoy, merasa nyaman bila mengobrol apalagi menceritakan masalah pribadinya kepada Angel.
Baginya, Angel, kakak impian yang bisa diajak bercanda, tempat curhat dan yang lainnya.
"Kakak, jalan-jalan yuk," ajak Amoy.
"Kemana?" tanya Angel.
"Kemana saja deh yang penting happy!"
"Di rumah juga happy kok."
"Aku mau nya jalan-jalan keluar Kak. Ayoalah Kak," Amoy, sambil mengatupkan kedua tangannya.
Angel, berpikir sejenak lalu menatap adik iparnya ," oke, baiklah."
"Asyik, Amoy, ke kamar dulu ambil tas." Amoy, dengan segera beranjak dari sofa dan berjalan menuju kamarnya.
Angel, tersenyum lalu berjalan menuju nakas untuk mengambil tas.
Angel dan Amoy, kini sudah berada di dalam mobil miliknya. Amoy, dengan segera menjalankan mobilnya saat keadaan sudah siap.
Mereka pun berjalan menuju tempat tujuannya.
__ADS_1
.
.
Veri dan Via, kini sudah sampai di tempat tujuannya yaitu Mall. Mereka dengan segera keluar dari mobilnya.
Via, semakin semangat karena ingin membeli baju, tas dan celana branded keluaran terbaru.
"Sayang, ayo kita masuk," ajak Via, dengan mengalungkan tangan ke lengan Veri.
"Baiklah, Ayo."
Mereka pun berjalan masuk ke dalam mall tersebut. Via, semakin semangat saat Veri, menawarkan untuk berbelanja keperluannya dan apapun yang diinginkannya. Via, berjalan lengak lengok layaknya seorang model berjalan memilih baju kesukaannya.
"Sayang, ini bagus, enggak?" tanya Via, sambil memperlihatkan baju.
"Bagus," jawab Veri.
"Kalau yang ini gimana? Yang itu gimana?" tanya Via.
"Semuanya bagus kok. Apapun bajunya kamu tetap terlihat cantik," puji Veri.
"Masa sih? Terima kasih, Sayang," Via, merasa senang mendapat pujian.
"Vi, aku mau ke toilet dulu sebentar," pamit Veri.
"Iya, silahkan Sayang." Via, menganggukan kepala.
'Aku makin tambah cinta sama dia. Dia tidak neko-neko dan selalu menuruti apa yang aku mau. Aku tidak masalah deh kalau jadi istri kedua dia. Eh tapi tunggu! Dia sudah janji akan menikahiku saat si wanita brengsek itu sudah melahirkan. Jadi, santai sajalah sekarang.' gumam Via, berbicara pada diri sendiri dan kembali mencari barang yang diinginkan.
*
*
Angel dan Amoy, kini sudah sampai di tempat tujuannya. Mereka dengan segera keluar dari mobilnya.
"Wah, rame banget Kak. Ayo, kita masuk," ajak Amoy, kepada kakak iparnya.
"Oke, baiklah."
"Maaf ya, keponakanku, aku pinjem Ibumu untuk menemani Aunty. Jangan nakal ya," Amoy, sambil mengusap perut Angel yang masih rata.
"Sudah, ayo." Ajak Angel.
Amoy dan Angel, berjalan masuk ke sebuah mall yang terkenal itu. Amoy, mengajak Angel, untuk memilih baju branded keluaran terbarunya.
Saat Angel, berjalan menyusul adik iparnya yang sudah berjalan terlebih dahulu. Tiba-tiba seseorang tidak sengaja menabrak tubuh Angel dan Angel, hampir terjatuh. Untungnya pria tersebut langsung menahannya.
Mereka sangat terkejut saat netranya saling menatap satu sama lain.
Bersambung ....
#Yuk mampir karya dari kak Lichalika dijamin bikin baper dan seru banget nih,
Napen :LichaLika
Judul :PERNIKAHAN RAHASIA Anak SMA
Blurb :
Zara Adelia, gadis cantik dan juga seorang Nona muda yang masih duduk di kelas 12 SMA, terpaksa menjalani pernikahan rahasia dengan seorang pria yang lebih dewasa darinya. Ia dijodohkan oleh kedua orang tuanya dengan seorang pria dari kalangan sederhana, kedua orang tua Zara sangat yakin jika pria tersebut bisa membuat Zara bahagia. Pria tersebut tak lain adalah guru olahraga sekaligus guru BP nya di sekolah. Sedari dulu Zara sangat tidak menyukai guru olahraga nya itu.
Akankah Zara bisa hidup bahagia bersama pria yang bukan pilihannya? Nyatanya sehari-hari Zara harus berhadapan dengan suami sekaligus guru olahraga nya di sekolah. Mungkinkah cinta mulai bersemi di antara mereka?
__ADS_1