
"Oya, Pak sekarang ada pertemuan bersama Klien," ucap Goe, sambil menatap atasannya.
"Aku lagi tidak semangat. Kamu sendiri saja yang temui dia," Veri yang kini sedang memijit kepalanya karena merasa pusing.
Amoy yang dari tadi ada diruangan Sang Kakak hanya bisa mengelengkan kepala dan tau gimana perasaan Kakaknya yang sangat menyesal telah membuat istrinya pergi.
"Maaf, tidak bisa Pak soalnya ini tamu penting yang pastinya Pak Veri juga hadir," ucap Geo.
"Tapi .... " ucapan Veri harus tergantung saat sang adik menyela pembicaraannya.
"Sudahlah Kak apa salahnya sih kakak juga ikut temui Klien yang pastinya sangat berharga buat perusahaan kita. Kalau ada masalah tuh jangan sambil dibawa kerja Kak, itu 'kan masalah pribadi bukan masalah diperusahaan," sahut Amoy.
Veri langsung menatap adiknya lalu berpikir sejenak. Emang apa yang di katakan adiknya memang benar kerja harus profesional tanpa membawa masalah ke dalam ruang lingkup pekerjaan.
"Oke, baiklah kalau begitu aku akan ikut menemui Klien juga," Veri sambil menatap Geo Sang Asistennya.
"Nah gitu dong, baru pemimpim profesional," puji Amoy.
Veri lalu tersenyum dan merasa bersyukur sang adik bisa mengerti perasaannya saat ini.
"Mau nunggu disini?" tanya Veri kepada wanita yang kini sedang duduk disampingnya.
"Enggak ah Kak mau pulang saja. Lagian bete harus nunggu disini," jawab Amoy.
"Ya sudah kalau begitu Kakak mau pergi dulu sama Geo," Veri, sambil menatap Sang Adik.
"Oke, Kak. Hati-hati di jalannya," ucap Amoy.
"Heem."
Veri dan Geo segera pergi meninggalkan Amoy sendirian di ruangan lalu berjalan menuju keluar dari perusahaan tersebut.
'Dasar punya kakak kalau lagi marah pasti barang-barang yang ada dhadapannya yang kena amukan. Lagian salah dia sendiri sih yang tidak bisa menjaga sikapnya dan akhirnya menyesalkan.' gerutu Amoy sambil menatap ruangannya yang masih berantakan karena ulah Kakaknya sendiri.
__ADS_1
"Maaf, permisi Non, saya disuruh untuk membersihkan ruangan pak Veri," lirih seorang office boy yang tiba-tiba datang dan masuk ke dalam ruangan tersebut.
"Oh, silahkan Pak."
Pak Ilyas segera membereskan barang-barang yang ada di bawah lantai lalu menempatkan kembali ke tempatnya.
Amoy memilih untuk pergi dari ruangan tersebut dan pulang ke rumahnya.
*
*
Satu jam lebih Veri dan Geo sudah sampai di cafe. Mereka segera keluar dari mobil tersebut lalu berjalan masuk ke dalam cafe.
Saat Veri dan Geo akan mencari tempat duduk tiba-tiba seseorang datang dengan sengaja menyenggol pundak Veri.
"Sorry, aku tidak sengaja," ucapa wanita tersebut sambil menatap Veri.
"Jalan tuh lihat pakai mata!" bentak Veri, sambil menatap tajam Via.
"Barusan aku sudah minta maaf, tuli ya kamu!" Via tidak kalah tajam menatap Veri.
"Kamu .... " ucapan Veri sengaja digantung karena malas bila harus berdebat.
"Apa, hah?" tantang Via.
"Sudahlah Sayang, jangan berantem ini di tempat umum lho," Alvin mencoba menenangkan kekasihnya.
"Barusan bilang apa? Sayang? Enggak salah tuh kamu memilih wanita bajingan seperti dia!" Veri menatal kesal Via.
Via merasa tidak terima saat mantan kekasihnya berkata seperti itu. Via mengangkat satu tangannya lalu menampar pipi Veri.
"Maksud kamu apa berkata begitu? Kamu cemburu karena aku mendapatkan pria yang lebih tajir dan tampan darimu!" Via sambil menatap sinis Veri.
__ADS_1
"Aku cemburu? Apa yang dikatakan olehmu tidak benar. Justru aku sangat bersyukur bisa pergi jauh darimu. Wanita yang hatinya penuh kebusukan!" ucap Veri.
"Kamu .... " ucapan Via harus terputus saat Alvin menyela pembicaraannya.
"Sudahlah Sayang, ayo kita pergi dari sini. Pria seperti dia tidak usah kamu ladenin," ucap Alvin kepada kekasihnya.
"Benar apa yang kamu katakan. Dia tidak se level dengan kita dan tidak pantas kita ladenin karena tidak penting!" Via segera pergi dari hadapan Veri bersama Alvin.
Veri menatap punggung Via dengan penuh kemarahan dan benar-benar tidak terima apa yang diucapkan oleh Via.
Veri menyeringai penuh arti saat tau apa yang harus dilakukannya untuk memberikan hukuman kepada Via.
"Pak baik-baik saja 'kan?" tanya Geo merasa khawatir dan sambil menatap atasannya.
"Iya aku baik-baik," jawab Veri.
Veri segera mengajak Geo untuk mencari tepat duduk untuk acara pertemuannya bersama Klien.
bersambung ....
######
"Yuk mampir dan kepoin dijamin seru banget dan enggak nyesel kalau baca.
blurn
Dara Respati, gadis cantik dan seksi. Gadis impian bagi Dicky. Dicky, yang sejak awal tahu bahwa mereka memang bukan saudara kandung, memendam cinta pada adiknya tersebut.
Dicky selalu menemani Dara disaat Dara susah maupun senang. Apalagi disaat Dara terpuruk, dikhianati oleh kekasihnya, Dicky yang selalu menemaninya.
Akankah Dara membalas cinta sang kakak, ataukah dia akan menikah dengan pria lain?
__ADS_1