
Keesokan Harinya.
"Selamat pagi, Sayang," sapa pria itu, saat sang istri bangun dari tidurnya.
"Pagi juga, Mas," jawab Angel menatap sang suami. "jam berapa ini, Mas? Aku kesiangan bangunnya, enggak?" tanya wanita itu, lalu menatap jam dindingnya.
"Emangnya mau kemana?" tanya Pria itu.
"Tentu saja mau kerja," jawab Angel.
"Ngapain sih harus kerja? Udah keluar aja kerjanya dan biarkan suamimu yang kerja," ujar Veri.
Angel paham apa yang diinginkan suaminya, tapi tidak mungkin langsung keluar begitu saja yang pasti harus meminta izin pada atasannya yang selama ini juga dia selalu membantu dirinya.
"Enggak bisa main keluar begitu aja, Mas. Aku baik-baik melamar kerja disana, masa iya, keluar begitu saja tanpa berkata dulu sama dia," ujar Angel menatap suaminya.
"Oke, sekarang kamu undurkan diri dan langsung pulang ke rumah!"
"Yaelah, Mas enggak gitu juga kali. Hari ini aku kerja, nanti pas pulang kerja baru ajuin untuk mengundurkan diri."
Pria itu merasa gemas pada istrinya, lalu menghimpit hidung, "oke, baiklah kalo begitu," ucap Veri.
"Ih, apaan sih Mas sakit tau."
"Ya udah sana mandi nanti kesiangan kerjanya," lirih Veri.
"Ini juga mau mandi kok."
"Mau aku temanin?"
"Enggak usah!"
"Lho kenapa? Mau dong, aku temanin."
"Enggak Mau, Mas!" Angel segera mempercepat langkah menuju bathroom.
Veri pun tertawa terbahak-bahak melihat tingkah sang istri.
'Hadeuh, gemes banget sama istriku.' gumam Veri mengelengkan kepala.
*
*
Diruangan meja makan kini mereka sedang menikmati sarapan paginya. Hari ini, hari yang sangat bahagia untuk Veri karena bisa berkumpul sarapan pagi bersama, apalagi kini ada kehadiran sang istri dan putranya.
"Mau Ayah tambahin lagi makanannya?" tanya Veri pada putranya.
"Enggak Ayah, kenyang," jawab Al.
"Ya sudah nih, minum dulu." Pria itu menyodorkan segelas air putih kepada putranya.
Saat selesai sarapan paginya, Angel pun berpamitan untuk berangkat kerja.
"Ayah, Angel mau pamit kerja dulu," ucap Wanita itu menatap mertuanya.
"Ya sudah Nak, hati-hati dijalannya," Ayah Sofyan tersenyum pada menantunya.
"Iya, Ayah."
__ADS_1
"Ya sudah, ayo!" ajak Veri pada sang istri.
"Kemana?" tanya Angel pada suaminya.
"Tentu aja aku mau nganterin kamu kerja, Sayang. Sudah ayo, jangan banyak bicara!"
"Baiklah."
Sepasang suami istri tersebut segera pergi dari ruangan meja makan dan berjalan menuju mobil miliknya. Saat mereka sudah ada di dalam mobil, Veri segera menjalankan mobilnya menuju tempat kerja sang istri.
*
*
Perusahaan AKS.
"Ini pekerjaan yang harus kamu kerjakan," ucap Satria pada Angel.
"Baik, pak."
Angel pun segera mengerjakan apa yang di perintahkan oleh atasannya.
"Oya, gimana kabar suami kamu?" tanya Satria.
"Dia, baik kok," jawab Angel tersenyum pada atasannya.
"Syukurlah kalau begitu."
"Pak ...." panggil Angel.
"Iya, kenapa?" tanya Satria menatap Wanita yang ada di depannya.
"S-saya mau mengundurkan diri dari perusahaan Bapak," ucap Angel dengan hati-hati.
"Iya, Pak."
"Apakah gajih yang ku berikan pada kamu enggak cukup untuk kebutuhan sehari-harimu? Aku mohon jangan mengundurkan diri. Aku akan menaikan gajihmu tiga kali lipat!" Satria menatap Angel.
"Ini bukan masalah gajih cukup atau enggak cukup, tapi aku benar-benar enggak bisa kerja disini lagi, Pak," ucap Angel.
"Apa alasanmu mengundurkan diri?" tanya Pria itu merasa kecewa dengan keputusan Angel.
"A-aku harus ikut suamiku ke Jakarta dan enggak mungkin bekerja disini lagi." Angel menundukan kepalanya.
"Apakah kamu bersatu lagi dengan suamimu? Sungguh sangat disayangkan, Angel. Dia bukanlah suami yang baik untukmu!"
"Sudahlah Pak, lagian ini udah keputusanku untuk bersatu kembali dengan dia jadi jangan pernah ikut campur lagi dengan urusan rumah tanggaku!" Angel menatap pria yang selama ini selalu menolongnya.
Satria pun menghembuskan napasnya dengan kasar, lalu menatap wanita yang kini sangat ia cintai.
"Jika itu keputusanmu ya udah aku hanya bisa mendoakan semoga kamu bahagia selalu bersama dia."
"Iya, makasih, Pak."
Satria pun memilih untuk melepaskan orang yang di cintainya bersama dengan orang lain.
"Jika kamu memilih dia dan merasa bahagia bersamanya, maka aku akan ikhlaskan kamu untuk hidup dengannya. Aku enggak mungkin egois memisahkan kalian berdua. Bahagiaku, saat melihat kamu bahagia dengan pilihanmu batin Satria."
"Oya, waktunya makan siang nih. Kita makan di luar yuk." ajak Satria.
__ADS_1
"Boleh."
Angel pun segera membereskan berkas-berkasnya terlebih dahulu sebelum istirahat.
Mereka pun kini segera berjalan menuju restoran untuk makan siang.
15 menit kemudian ...
Satria dan Angel kini sudah sampai di restoran, lalu mereka berjalan masuk e dalam restoran tersebut.
Netra Angel tidak sengaja menatap seseorang yang sangat ia kenali. Hatinya begitu sakit saat tau apa yang sudah dilakukan oleh orang yang baru saja meminta dirinya untuk bersatu kembali.
Angel kini sedang duduk dikursi meja makan tersebut dengan Satria. Netranya terus menatap pria yang kini sedang asyik makan bersama wanita lain.
"Lagi melihat apa sih, Angel?" tanya Satria.
"Lihatlah Pria itu, kenapa tega bermain dengan wanita lain? Aku telah di bodohi dia dan benar-benar telah menyesal telah memutuskan untuk bersatu," Angel merasa geram.
"Suami macam apaan dia? Kenapa tega sekali berkencan dengan wanita lain? Aku sudah katakan padamu, dia bukan suami yang baik untukmu!" Satria ikut merasa emosi.
Satria pun berniat untuk menghampiri Pria dan ingin menghajar Veri karena telah mempermainkan hati wanita yang ia cintai. Akan tetapi, Angel mencegahnya dan meminta untuk tidak mencari keributan.
"Ayo, kita pergi dari sini," ajak Angel pada Satria.
"Loh, kenapa pulang lagi? Kita belum memesan makanannya dan belum makan siang," ucap Satria.
"Sudahlah aku enggak selara makan dan muak melihat si pria brengsek itu!" Angel merasa emosi saat melihat suaminya semakin mesra dengan wanita lain.
Angel segera beranjak dari kursi tersebut dan pergi dari restoran itu.
"Angel, tunggu ...." teriak Satria dengan segera menyusul wanita itu.
Saat Angel berada di dalam mobil, tiba-tiba air matanya terjatuh dan merasa sakit hati melihat Veri begitu mesra dengan wanita lain.
"Aku benci kamu, pria brengsek! Maksudnya apa semua ini? Kamu tega sekali mempermainkan aku! Aku akan segera menceraikanmu dan tidak sudi bila harus bersatu kembali!" Angel benar-benar marah dan merasa telah di bodohi dengan sikap manis Veri selama ini kepada dirinya.
'Arrrgh .... " teriak Angel benar-benar emosi.
Satria tiba-tiba datang dan masuk ke dalam mobil tersebut. " kamu baik-baik aja 'kan, Angel," tanya Satria benar-benar cemas.
"Kenapa dia tega melakukan itu di belakangku? Dia memohon agar aku kembali padanya, tapi kenyataannya dia malah dengan wanita lain. Maksudnya apa dia melakukan ini!" tangisannya pecah, karena sangat sakit bagai belati menusuk jantungnya.
"Kamu yang sabar ya, Angel. Kamu wanita kuat," Satria memeluk wanita itu dan berusaha menenangkan hatinya.
Saat Angel sudah tenang, dengan segera Satria menjalankan mobilnya untuk pergi dari restoran tersebut.
Bersambung .....
########
Yuk ah mampir dan kepoin karya temanku dijamin seru banget nih,
Blur:
Tiga jam sebelum acara pernikahan, Ayesha, kekasih Matteo ditemukan tewas mengenaskan di kamarnya sendiri. Dengan bukti yang tertuju pada sahabat Ayesha, yaitu Alara.
Namun bukannya meneruskan penyelidikan dan membuat Alara membayar perbuatannya, Matteo justru menikahinya.
"Tutup kasus ini, Aku akan menyelesaikan semuanya dengan caraku sendiri."
__ADS_1
Lantas, hal apa yang akan dilakukan Matteo sampai dia menikahi pembunuh kekasihnya?