Bertahan Terluka

Bertahan Terluka
6. Akhirnya


__ADS_3

Dua Hari Kemudian ...


Hari ini, hari dimana Angel, resmi menjadi istri seorang pengusaha terkenal yaitu Veri Adijaya.


Satu jam yang lalu, Veri, telah mengucapkan akad pernikahannya di hadapan keluarga dan orang-orang yang hadir di acara pernikahannya.


Acara pernikahannya di gelar sederhana hanya di hadiri oleh keluarga, sahabat dan saudara dekat atas permintaan Veri dan Angel.


Acara pun kini sudah selesai, orang-orang yang menghadiri acara pernikahannya mulai berpamitan pulang, termasuk keluarga dari Angel juga.


"Sayang, Ibu pamit pulang ya Nak, jadilah istri yang baik dan penurut," ucap Bu Sofi, sambil menatap putrinya.


"Iya Bu." Angel, menganggukan kepalanya.


"Nak Veri, Ibu mohon sama kamu ya Nak, jaga Angel, baik-baik. Kamu tahu sendiri kalau Angel, sedang mengandung anakmu. Jadi, jangan biarkan dia kecapean dan banyak pikiran," lirih Bu Sofi, sambil menatap menantunya tersebut.


Veri, hanya diam saja tanpa menjawab perkataan Bu Sofi.


"Kamu dengar enggak sih, apa yang dikatakan oleh Ibu?! Bukannya, menjawab malah diam saja," gerutu Aleena, sambil menatap kesal Veri.


Veri, kemudian menatap Aleena ," iya, aku dengar tidak budeg."


"Kalau dengar kenapa diam saja tidak menjawab perkataan Ibuku?" Aleena, merasa ilfil.


"Iya, aku minta maaf." Veri, sambil menatap Aleena.


"Sudahlah Angel, lebih baik kita pulang dari sini dari pada lihat suamimu seperti itu," Aleena, meraih tangan adiknya.

__ADS_1


"hustt ... kamu bicara apaan sih Nak, adikmu sudah menikah dan Nak Veri, sekarang yang bertanggung jawab sebagai suami," jelas Bu Sofi.


"Tapi dia sudah-" ucapan Aleena, harus tergantung saat Bu Sofi, menatap dirinya dengan tatapan susah di artikan.


"Ya sudah kalau begitu, kakak pamit pulang ya Angel, jaga diri baik-baik," Aleena, kemudian memeluk adiknya lalu menguraikan pelukannya.


"Ingat ya, jika terjadi sesuatu pada adikku, kamu berurusan dengan aku disini!" Aleena, menatap tajam Veri.


"Oke, baiklah Tuan Putri." Veri, memutarkan matanya dengan malas.


"Ya sudah Bu, Pak, Saya pamit pulang ya," ucap Bu Sofi, kepada besannya.


"Iya silahkan Bu Sofi, hati-hati dijalannya." Ayah Sofyan, sambil tersenyum.


"Iya Pak, terima kasih." Bu Sofi, membalas senyuman Ayah Sofyan.


Angel, kini menjadi gugup saat keluarganya sudah pulang dan kini hanya bersama dengan keluarga Veri.


"Oya Bu, Yah, Veri, mau mandi dulu nih gerah banget dari tadi," ucap Veri, sambil menatap orangtuanya.


"Iya silahkan Nak," ucap Merta, sambil menganggukan kepala.


Veri, dengan segera melangkahkan kakinya menuju kamar untuk menganti baju terlebih dahulu. Akan tetapi, langkahnya harus terhenti saat Ayah Sofyan memanggil dirinya.


"Veri ...." panggil Ayah Sofyan.


"Iya, kenapa Ayah?" tanya Veri.

__ADS_1


"Kenapa kamu pergi ke kamar sendirian?" tanya balik Ayah Sofyan.


"Emangnya kenapa Ayah, kalau sendirian ke kamarnya? Bukannya Ayah sudah tahu, kalau aku suka ke kamar sendirian," jawab Veri.


"Kamu itu sekarang sudah nikah, harus punya tanggung jawab kepada istrimu. Masa iya, kamu pergi begitu saja tanpa mengajak istrimu," Ayah Sofyan, sambil menatap tidak suka melihat prilaku putranya.


"Emangnya harus ya aku ngajak dia? Padahal dia sudah besar, kalau mau tidur ya tinggal ke kamar," Veri, sambil menatap Angel.


"Veri, kamu itu jadi anak benar-benar ya ...." Ayah Sofyan merasa emosi.


"Jangan marah Ayah, Veri, cuma bercanda kok. Ayo, kita ke kamar," ajak Veri, kepada Angel.


"A-apa ke kamar?" ucap Angel, dengan gugup karena merasa terkejut.


"Bukan tapi ke hutan!" Veri, sambil menatap Angel.


"What, ke hutan? Yang benar saja ke hutan," Angel, sambil menatap sinis Veri.


"Kamu itu bego apa bodoh sih? Tadi aku ngajak kamu ke kamar, masa iya ke hutan. Kamu tuli ya?" tanya Veri, kepada istrinya.


"Veri ... kamu itu keterlaluan banget sama istrimu. Bukannya dibaik-baikin malah di omelin, juga malah ngatain dia dengan kata-kata tidak pantas," ucap Ayah Sofyan, merasa geram.


"Jangan marah Ayah, Veri, cuma bercanda Ayah. Ya sudah, ayo kita ke kamar," ajak Veri, kepada istrinya.


"Kamu saja duluan, nanti aku nyusul," ucap Angel.


"Ayah dengarkan, tadi Angel, bilang apa? Jadi percuma saja aku ngajak dia. Sudahlah Ayah, aku gerah pingin mandi." Veri, dengan segera pergi menuju kamar miliknya.

__ADS_1


Angel, kini benar-benar kecewa kepada Veri. Angel, juga merasa sakit hati saat mengingat kejadian waktu Veri, mengambil kehormatannya dan selalu memanggil Aleena, dan bermohon-mohon agar Aleena selalu ada disisinya.


__ADS_2