
Satu bulan kemudian ...
Angel masih setia berada disamping suaminya. Setiap hari dia, selalu mengelap tubuhnya dengan handuk kecil dan air hangat.
Ada rasa rindu kepada suaminya yang selalu ngomel-ngomel dan berharap segera bangun dari komanya.
'Sampai kapan kamu tidur terus? Tidak kangen ya, sama orangtua kamu? Kasihan Ibu sama Ayah selalu mengkhawatirkanmu.' gumam Angel, sambil menatap wajah suaminya yang semakin pucat.
Angel mengangkat tangannya lalu menatap jam tangan menunjukan pukul satu siang.
'Lapar sekali perutku! Kasihan juga baby pasti ikut lapar juga. Ibu sama Ayah kemana ya? Kok tumben jam segini belum datang.' Angel, sambil menatap pintu depan yang ada diruangan tersebut.
Saat Angel akan melepaskan tangan suaminya, tiba-tiba tangannya bergerak. Dia merasa terkejut dan ada rasa bahagia suaminya mulai sadarkan diri.
Angel, langsung menekan tombol hijau sebagai tanda pemberitahuan kepada dokter kalau pasien sudah sadar.
'Akhirnya sudah sadar Mas Veri.' gumam Angel, merasa bahagia.
Tak lama kemudian Sang Dokter datang memasuki ruangan tersebut dan meminta agar Angel, menunggu diluar dan dokter pun langsung memeriksa pasien.
Angel, langsung keluar dari ruangan tersebut dengan perasaan hati yang begitu bahagia.
Seorang wanita cantik kini berjalan menghampiri Angel dan menatap tidak suka dirinya.
"Lagian ngapain kamu disini? Bukannya nunggu di dalam malah diluar. Bosen ya menunggu suamimu? Lagian sudah resikomu sebagai Istri," lirih Via.
"Aku di suruh dokter untuk menunggu diluar dan dokter lagi memeriksa mas veri karena-"
__ADS_1
"Pasti kamu sudah macam-macam 'kan sama dia? Wah, kurang ajar kamu. Aku harus segera lapor sama ibu metha," Via, langsunng mengambil ponsel dari tasnya.
Saat Via akan menghubungi Ibu metha, tiba-tiba ponselnya langsung dirampas oleh Angel.
"Kembalikan ponselku!" bentak Via, sambil menatap tajam Angel.
"Kamu akan menelpon mertuaku? Memangnya kamu mau bicara apa?" Angel, tersenyum sinis.
"Aku mau bilang kalau kamu hampir mau membunuh Veri!" Via, langsung mengambil ponselnya dari tangan Angel.
"Emangnya punya bukti?" tanya Angel.
"Tentu saja punya. Buktinya para dokter sedang memeriksa veri, karena ada sesuatu yang terjadi 'kan?" Via, menatap Angel.
"Apa yang dikatakan olehmu memang benar ada sesuatu yang terjadi pada veri," Angel, menyeringai penuh arti.
"Berarti benar dong kamu telah melakukan tindakan kriminal! Aku harus segera telepon bu metha." Via, langsung mencari kontak bu metha dari ponselnya.
"Akhirnya Ibu datang. Gawat Bu, benar-benar gawat," ucap Via.
"Gawat? Emangnya ada apa?" tanya Bu Metha merasa bingung.
"Angel, Bu. Dia ...," ucapan Via, sengaja di gantung lalu menatap Angel dengan tatapan penuh kecewa.
"Emangnya apa yang sudah dilakukan oleh Angel?" tanya Bu Metha sekali lagi dan benar-benar tidak mengerti.
"Angel hampir membunuh Veri, Bu," jawab Via, kemudian memeluk Bu Metha.
__ADS_1
Angel, membulatkan matanya karena merasa terkejut apa yang dikatakan oleh Via. Angel, menarik napasnya dengan kasar lalu menghembuskannya dengan kasar.
"Jangan bicara tidak sesuai fakta!" Ayah Sofyan, sambil menatap Via.
"Aku tidak berbohong Ayah! Lihatlah sekarang Veri sedang dalam pemeriksaan oleh dokter," lirih Via.
"Apa yang sudah kamu lakukan kepada putraku!" bentak Bu Metha, merasa geram.
"Aku tidak melakukan apa-apa Bu. Dia telah memfitnahku!" jelas Angel.
"Bohong Bu! Kalau dia tidak melakukan apa-apa, kenapa bisa seorang dokter jam segini memeriksa Veri? Pasti ada sesuatu yang terjadi 'kan?" kekeuh Via.
Angel, hanya mengelengkan kepala mendengar perkataan Via.
Dasar benar-benar stress ini orang. Veri, diperiksa dokter karena dia sudah sadar bukan karena ada sesuatu yang terjadi padanya. Rasain saja kalau tau sebenarnya apa yang terjadi? Pasti akan malu di depan mertuaku "Batin" Angel, lalu menatap sinis Via.
####
#Promosi lagi nih. Mampur yuk karya apik ini dijamin seru dan bikin baper nih, enggak nyesel kalau sudah baca.
blurn:
Aurel adalah seorang wanita muda yang berpredikat janda dengan dua anak balita, tanpa pengalaman mengelola perusahaan yang ditinggal oleh almarhum suaminya.
Sedang dia sendiri mempunyai 4 toko kue.
Rajev seorang duda asal India yang bekerja di Qatar, memang sudah mencintai Aurek sejak Aurel masih gadis. Ditambah pula dia mengemban amanat almarhum suami Aurel untuk menjaga istri dan anak-anaknya.
__ADS_1
Mampukah kekuatan cinta mereka menghadapi percobaan perebutan perusahaan hingga pembunuhan yang pelakunya adalah paman almarhum Radit?