Bertahan Terluka

Bertahan Terluka
57.Kecelakaan.


__ADS_3

'Kenapa dengan hatiku? Perasaanku jadi sedih gini ya? Enggak mungkin karena si pria sialan itu!' gumam Angel, menghembuskan napasnya dengan kasar.


Entah kenapa perasaannya merasa tidak enak hati saat sang suami pergi meninggalkan dirinya.


Angel dan Al pun berjalan menuju ruangan tivi untuk mencari hiburan karena merasa suntuk.


Putranya memilih untuk memainkan mainannya dan Angel pun langsung mengambil remote untuk menonton tivi.


'Ada berita apa hari ini?' gumam Angel kemudian menekan tombol remote.


Saat Angel menonton tivi ada yang membuat dirinya begitu tertarik untuk menyimaknya yaitu tentang kecelakan pesawat terbang yang jatuh.


'Apakah pesawat itu yang di tumpangi Veri? Enggak, kayak enggak mungkin deh. Tapi kenapa perasaanku enggak enak gini, ya tuhan?' gumam Angel perasannya begitu mekhawatirkan sang suami.


Angel mengigit-gigit kukunya karena merasa bingung, ingin rasanya menelpon Veri untuk memastikan kalau dia baik-baik saja. Akan tetapi, wanita itu merasa gengsi dan takut Veri ke pede' an.


'Ya Tuhan, gimana ini? Apakah aku telpon saja? Hatiku benar- benar tak karuan kepikiran dia mulu. Apalagi barusan ada berita pesawat jatuh, takut dia ada disana juga.' Angel bingung harus gimana.


Angel pun memilih untuk menelpon Alvin, asistennya. Sudah berapa kali di telpon tapi susah di hubungi. Akhirnya, wanita itu menelpon ke nomor suaminya dan sama susah di hubungi.


'Kenapa mereka susah di hubungi sih? Mereka baik-baik, enggak, iya?' Angel benar-benar cemas.


Tiba-tiba ponsel Angel berdering dengan panggilan nomor yang tidak di kenal.


'Siapa yang menelpon? Nomornya pun aku enggak mengenalnya.' Wanita itu sambil menatap ponsel miliknya.


Angel mengangkat telpon tersebut karena berkali-kali terus menghubunginya saat wanita itu mendiamkannya tadi.


"Hello ... maaf, ini dengan siapa ya?" tanya Angel saat sambungan telponnya tersambung.

__ADS_1


" Maaf, apakah benar ini istrinya, Tuan Veri?" tanya seseorang di sebrang sana.


"Iya, benar. Maaf, ini siapa ya? Ada keperluan apa ya?" tanya Angel dengan beberapa pertanyaan.


"Saya dari tim evakuasi rumah sakit, ingin mengatakan kalau Tuan Veri kini ada di rumah sakit, beliau korban dari pesawat jatuh," lirih Pak Eko.


"A-apa?" Angel merasa terkejut dan merasa tidak percaya dengan apa yang di dengarnya.


"Saya harap, Anda segera kesini."


"Baiklah Pak, sa-saya akan kesana."


Sambungan telpon pun terputus dan Angel merasa lemah dan tubuhnya merasa tidak berdaya.


'Kenapa bisa sampai begini sih? Yang aku cemaskan dari tadi kenapa jadi nyata, ya Tuhan.' Tiba-tiba air matanya menetes membasahi wajah cantiknya.


"Ibu, nangis," Al mengusap air mata sang Ibunya.


"Iya, Bu," Al menganggukan kepalanya.


"Bi ...." teriak Wanita itu pada baby sisternya.


Bi Wati pun berjalan menghampiri majikannya.


"Iya, ada apa Non?" tanya Bi Wati.


"Oya, Bi, temanin dulu Al ya. Saya ada urusan penting yang harus di temui," jawab Angel menatap Bi Wati.


"Baik Non."

__ADS_1


Sebelum Angel pergi keluar, dia berjalan ke kamar terlebih dahulu untuk mengambil tas miliknya.


Saat Angel sudah berada di kamar, dengan segera mengambil tasnya yang di taruh d iatas meja perhiasan.


Angel segera pergi dari kamarnya dan berjalan menuju keluar rumahnya.


*


*


Angel kini sudah sampai di rumah sakit, dimana suaminya berada disana. Wanita itu segera keluar dari mobil dan berjalan memasuki tempat tersebut.


Angel menanyakan pada suster, ruangan suaminya berada. Suster pun segera memberitahu ruangannya, dimana Veri berada.


Angel pun berjalan menuju ruangan saat suster menunjukan ruangan sang suaminya.


Saat Angel sudah sampai di ruangan sang suami, hatinya merasa tidak tega melihatnya. Bagaimana tidak, Veri kini berbaring lemah dengan selang impusan di tangan dan di hidungnya, serta bagian kepala di perban.


Bersambung ....


#Sambil menunggu updete selanjutnya, mampir ke karya terbaruku, kasih dukungannya dan maaf ya selama membaca novelku banyak typo, kata yang tertinggal dan membuat tidak nyaman dibaca🙏🙏 terima kasih banyak yang sudah mampir dikaryaku.


Blurb :


Aku rela berkorban demi dirimu, Mas!Aku rela memberikan uang gajihku kepadamu, Mas! Ternyata,teganya dirimu, Mas, memberikan semuanya kepada orang lain yaitu selingkuhanmu!Aku benar-benar kecewa dengan apa yang kamu lakukan, Aku ingin mengakhiri semuanya,Tapi aku bingung karena sedang mengandung anakmu!


Haruskah aku sabar menunggu hingga waktunya bercerai? Aku tidak sudi, bila harus jadi madumu!


Akankah ada keadilan untuk Airin? Akankah Airin,berubah pikirannya dan menerima Shinta, yang ternyata sahabatnya yang sejak kecil terpisah, untuk jadi istri keduanya?

__ADS_1


Yuks, kepoin mereka hanya ada disini ...



__ADS_2