
"Kenapa berteriak-teriak dan marah-marah sama Ibu kamu dan Via?" tanya Ayah Sofyan, sambil menatap putranya.
"Dia telah berbohong Ayah! Aku benar-benar kecewa sama mereka, Ayah!" Veri, sambil menatap tajam Ibunya dan Via.
"Berbohong? Emangnya apa yang sudah mereka lakukan?" tanya Ayah Sofyan sekali lagi.
"Tanyakan saja sama dia, Ayah. Apa yang sudah mereka lakukan," jawab Veri.
"Dia bilang kalau selama ini Via yang sudah merawatnya, bahkan telah menuduh kalau kak Angel sedang bersama pria lain saat Kak Veri koma," sahut Amoy.
Ayah Sofyan pun membulatkan matanya merasa terkejut dan merasa tidak percaya terhadap Istrinya yang telah tega menuduh menantunya.
"Apa benar yang dikatakan oleh Amoy?" tanya Ayah Sofyan, sambil menatap Istrinya.
"I-ibu bisa jelaskan semuanya, Ayah. Jangan salah paham dulu Aku-"
"Aku benar-benar kecewa sama kamu, Mertha! Aku pikir kamu Istri yang baik bisa membela kepada kebenaran," jelas Ayah Sofyan, sambil menatap kecewa Istrinya.
"Maafkan Ibu, Ayah. Aku benar-benar menyesal dan berjanji tidak akan melakukannya lagi," Bu Mertha berjalan menghampiri suaminya.
"Kenapa tega sejahat itu sama menantuku? Dia sedang hamil, dia sedang mengandung cucuku. Tidak bisakah kamu tuk tidak mengusik ketenangan dia? Aku benar-benar sangat kecewa!" Ayah Sofyan menatap sendu Istrinya.
"Ayah ... Ibu benar-benar-"
"Keluarlah sekarang!" bentak Ayah Sofyan.
"Ayah mengusirku? Tega sekali melakukan itu," Bu Mertha merasa kecewa kepada suaminya.
"Karena aku tidak sudi punya Istri yang hatinya busuk dan tidak ada belas kasih sayang!" jelas Ayah Sofyan memotong pembicaraan Istrinya.
"Asal Ayah tau ya, Aku melakukan itu karena demi kebaikan anak kita juga! Lihatlah Via, dia terlahir dari keluarga terpandang juga punya karir yang bagus. Sedang dia hanya wanita yang tidak jelas," Bu Mertha tersenyum sinis.
__ADS_1
"Apakah kamu lupa? Dulu kamu hanya seorang wanita biasa yang kerjanya sebagai serabutan. Apakah aku pantas harus menikah denganmu? Sedangkan aku punya segala dan kaya raya," Ayah Sofyan, menyombongkan diri.
"Lagian itu 'kan cuma masa laluku. Kenapa kamu bahas? Oh, aku tau kamu menikahiku karena kasihankan bukan karena cinta dan sayang?" tanya Bu Mertha, sambil menatap suaminya.
"Apa yang dikatakan oleh kamu tidak benar! Justru aku sangat mencintaimu makanya aku tidak memperdulikan kerjaanmu seperti apa dan aku jadikan kamu sebagai Istriku setelah Istriku meninggal dunia," jelas Ayah Sofyan.
"Terima kasih Ayah," Bu Mertha tiba-tiba memeluk suaminya dan merasa terharu mendengar perkataan Ayah Sofyan.
Ayah Sofyan langsung menguraikan pelukannya lalu menatap wanita yang kini ada disampingnya dengan intens.
"Sekarang aku benar-benar kecewa dan marah saat kamu tega berbuat keji dan berkata tidak sesuai fakta! Maaf aku tidak bisa melanjutkan kembali rumah tangga kita," Ayah Sofyan, sambil menatap Istrinya.
"Ibu tidak mau, Ayah! Kita tidak boleh berpisah, tidak!" Bu Mertha tidak terima suaminya akan menceraikan dia.
"Maaf, itu sudah keputusanku. Sekarang keluarlah!" pinta Ayah Sofyan kepada Istrinya.
"Ayah, Ibu mohon jangan lakukan itu," pinta Bu Mertha sambil mengoyangkan tubuh kekarnya dan berharap suaminya tidak menceraikannya.
"Baiklah aku akan keluar! Ingat, kamu akan menyesal selamanya!" Bu Mertha segera pergi dari hadapan suaminya dan berjalan keluar meninggalkan ruangan tersebut.
"Ayah aku benar-benar-"
"Kenapa kamu masih disini? Keluarlah!" Ayah Sofyan, sambil menatap tidak suka Via.
"Ayah, aku benar-benar minta maaf. Aku berjanji-" ucapan Via, harus terputus saat Amoy menyela pembicaraannya.
"Kak Via tidak dengar barusan Ayah berkata apa? Keluarlah sekarang jangan bikin Ayah emosi lagi," Amoy, sambil menarik tubuh Via agar keluar dari ruangannya.
"Sayang bantu aku lihatlah adikmu malah mengusirku," lirih Via, sambil menatap Veri dan berharap Veri membelanya.
Veri hanya diam saja tanpa menjawab perkataan Via dan enggan untuk membela Via.
__ADS_1
"Lihatlah tidak ada yang membelamu? Lebih baik keluar saja," Amoy masih mendorong tubuh Via.
"Jahat sekali kamu, Veri kenapa diam saja? Tolonglah aku," pinta Via.
"Lepaskan tanganmu, aku bisa jalan sendiri!" bentak Via kepada Amoy.
Amoy pun segera melepaskan tangannya saat dirinya dan Via berada di depan pintu.
"Kamu akan menyesal Veri karena telah menyia-nyiakan aku!" Via, menatap tajam Veri.
Via segera membuka pintunya lalu menatap kecewa kepada Veri dan kemudian menutup pintunya dengan keras.
Amoy yang kini berada di depan pintu hampir jantungan saat pintunya ditutup dengan keras.
Bersambung ...
Sambil menunggu update selanjutnya, yuk mampir karya ku yang lainnya pasti bikin baper nih karena sekarang bikin novel perbuncinan😅 plus patah hati dan lainnya.
#Masih ingat kan dengan Brian Wijaya? Dia adalah putra dari pasangan Tika Lestari Mahardhika dan Andrew wijaya. Penasaran kan dengan cerita anak mereka? Yuk kepoin kisah mereka.
Blurb:
Teruntuk kamu yang saat ini sudah memiliki ruang special dihatiku. Aku mohon jangan berbuat sesukamu datang dan pergi membawa luka, tawa dan canda. Hatiku tidak sebecanda itu. Tetaplah disampingku selamanya dan jangan pernah pergi lagi tanpa mengabariku karena itu akan sangat menyakitiku.
Mengenalmu adalah suatu anugrah terindah bagiku dan berpisah denganmu akan membuatku terluka lebih dalam. Jadi ku mohon tetaplah bersamaku dan berharap diantara kita jangan ada dusta dan semoga diantara kita tidak ada duri yang akan membuat hubungan kita hancur! " Vanes"
Bagaimana jika diantara mereka ada orang ketiga yang akan menghancurkan hubungannya? Apalagi Akankah Vanes dan Brian mengakhiri hubungannya yang selama ini dibina? Atau mereka bertahan dan memperbaiki kesalahannya masing-masing?
Penasarankan? Yuk saksikan terus kisah mereka hanya ada disini.
__ADS_1