Bertahan Terluka

Bertahan Terluka
46.Pertemuan Klien


__ADS_3

"Halo, selamat siang."


Satria tiba-tiba masuk ke dalam dan kini ada ruangan tamu. Angel pun merasa terkejut saat atasannya datang tiba-tiba.


"Tiba-tiba datang begitu tanpa ucapin salam atau permisi kek," omel Angel.


Satrinya pun hanya unjuk gigi dan benar-benar lupa seharusnya begitu bukan langsung main masuk saja.


"Sorry, lupa."


"Mana ada lupa? Kamu mah sudah kebiasaan."


"Tuh tau." Satria seketika tertawa renyah.


Angel hanya menggelengkan kepala, lalu putranya datang menghampirinya.


"Ibu ...."


Anak kecil tersebut kemudian duduk di pangkuan Angel.


"Helo, Sayang. Apa kabar? Makin cakep saja ini anak."


Satria merasa gemas kemudian mengusap lembut pucuk rambutnya.


"Bibi mana?" tanya Angel.


"Ada, lagi berecin mainan."


Orang yang tadi Angel tanya pun tiba-tiba datang menghampirinya.


"Bi tolong jagain Al ya, aku ada pekerjaan mendadak."


"Baiklah Non," Bi Wati sambil menganggukan kepala.


"Sayang, Ibu mau kerja dengan Om Satria. Kamu main dulu ya dengan Bi Wati," lirih Angel kepada putranya.


"Ndak mau Bu, Al ingin ikut," Al kemuduan memeluk sang Ibu.


"Ibu mau kerja, Sayang. Nanti sama Ibu dikasih mainan kalau Ibu pulang."


Al pun menguraikan pelukannya lalu menatap wanita yang ada di depannya dengan intens.


"Cius, Bu?" tanya Al.


"Tentu saja serius nanti ...." ucapan Angel harus tergantung saat Satria menyela pembicaraannya.


"Om yang akan kasih kamu mainan banyak. Tunggu saja kamu pasti akan senang, Sayang," sahut Satria kemudian tersenyum.


"Hore ...."

__ADS_1


Al merasa bahagia saat Om Satria berkata seperti itu. Akhirnya anak kecil itu mengizinkan Ibunya untuk kerja.


"Ya sudah kalau begitu Ibu berangkat dulu ya, Sayang. Ingat jangan nakal ya," Angel menatap putranya lalu mengusap rambutnya.


"Iya, Bu," Al tersenyum.


"Bi jagain Al ya. Aku mau berangkat sekarang."


"Baik Non."


Satria kemudian mengeluarkan uang sebanyak satu juta lalu memberikannya kepada Al.


"Nih uang buat jajan dan beli lah apa yang kamu suka," ucap Satria, sambil menatap Al.


Al pun semakin bahagia lalu memeluk Satria.


"Maacih."


"Sama-sama, Sayang.


Angel pun merasa tidak enak hati karena Satria sekaligus atasannya memberikan uang sebesar itu. Angel menatap Satria dan meminta agar Satria jangan memberikan uang.


"Sudahlah, lagian aku ikhlas kok. Aku kasih uang buat Al bukan buat kamu."


"Kebesaran kasih uangnya. Mentang-mentang pengusaha ngasih berapa pun enggak jadi masalah," omel Angel.


"Aku bisa jalan sendiri," protes Angel.


"Kirain enggak bisa jalan makanya aku pegang tanganmu."


"Apa hubungannya dengan tangan? Yang jalan kaki bukan tangan?"


Angel menatap aneh Satria lalu mengelengkan kepalanya.


"Sudah ah, jangan banyak ngomong. Ayo, kita masuk ke dalam mobil."


"Baiklah."


Angel dan Satria segera masuk ke dalam mobil. Saat keadaannya sudah siap lalu Satria menjalankan mobilnya.


*


*


Cafe INTRO


Mobil yang ditumpangi Angel dan Satria pun kini sudah sampai di tempat tujuan. Mereka pun segera keluar dari mobil tersebut.


"Ayo, kita keluar," ajak Satria.

__ADS_1


Satria dan Angel pun segera membuka saltbeltnya, lalu keluar dari mobilnya.


Mereka berjalan memasuki Cafe lalu berjalan menghampiri Klien yang dari tadi sudah lama menunggu disana.


"Maaf, telah membuat Anda lama menunggu."


Satria merasa tidak enak hati karena Kliennya sudah lama menunggu disana.


"Iya, enggak apa-apa kok, silahkan duduk," Pria tersebut mempersilahkan agar Satria duduk di depannya.


Satria pun segera duduk, di samping Asisten Klien tersebut.


"Apa kabar? Senang bisa bekerjasama dengan Anda," ucap Pria tersebut lalu mengulurkan tangannya.


Satria pun membalas uluran tangannya, lalu tersenyum, "kabarku baik. Saya juga sangat senang bisa bekerjasama dengan Anda."


Saat Angel habis di toilet, kemudian wanita tersebut berjalan menghampiri atasannya yang ada disana.


"Maaf, saya telat," Angel menganggukan kepala.


Pria tersebut merasa terkejut dan merasa mengenal wanita yang kini duduk disamping Satria.


Karena merasa ada yang menatapnya, Angel pun menatap kembali Pria tersebut.


Angel membulatkan matanya dan tak kalah terkejutnya saat mengenal pria tersebut.


Bersambung ....



Yuk ah mampir dan kepoin karya temanku ini. Dijamin seru banget dan bikin baper nih. Enggak nyesel kalau bacanya.


Blurb:


Zeo adalah pangeran Duyung tak dianggap oleh kaumnya karena di anggap keturunan iblis sebab tatoo yang berada di wajahnya. Hinaan dan cacian kerap ia dapatkan dari keluarga kerajaan maupun rakyat Duyung.


Suatu Hari dia menyelamatkan Ziya -- Manusia. Wajah Zeo yang tampan membuat Ziya menyukainya pada pandangan pertama.


"Kamu adalah pria paling tampan yang pernah aku temui di dunia ini!" puji Ziya membuat Zeo terkejut sekaligus terharu, karena untuk pertama kalinya di puji.


"Karena kamu memuji ku, maka aku akan menjadi pelindung mu mulai sekarang!" janji Zeo sungguh-sungguh.


Bagaimana kelanjutan kisah percintaan Zeo dan Ziya? Apakah berjalan baik? Atau malah berakhir sedih, karena Dewa laut menentang hubungan mereka?


Lalu apa yang akan terjadi saat kekuatan iblis Zeo bangkit? Apakah Dewa laut masih bisa menentang nya?


ikuti kisah cinta non-human.


__ADS_1


__ADS_2