Bertahan Terluka

Bertahan Terluka
13. Makan bersama


__ADS_3

"Kak, lapar ...," Amoy, sambil menatap kakak iparnya.


Angel, menatap jam tangannya menunjukan pukul jam dua belas siang.


"Ya sudah, ayo kita maka siang," ajak Angel kepada Adik Iparnya.


"Ya sudah, ayo, kak." Amoy, dengan semangat.


"Aku tidak diajak nih? Tega sekali kalian," Panji, menatap kesal Angel.


"Kamu mau ikut makan juga?" tanya Angel, kepada Panji.


"Tentu saja mau kalau ditraktir. Aku juga sama lapar nih," Panji, cengengesan.


"Tidak pernah berubah, pinginnya ditraktir mulu," sindir Angel.


"Enggak apa-apa lah Angel, lagian ini hari dimana kita bisa bertemu lagi. Jadi, tidak ada salahnya dong kamu traktir aku," Panji, dengan menaik turunkan kedua alisnya.


"Iss, dasar. Ya sudah ayo kita makan bersama," ajak Angel, kepada sahabatnya.


"Oke, baiklah Sayang. Terima kasih sudah mengajakku," Panji, tersenyum kepada Angel.


"Sayang, Sayang ... emangnya aku suamimu, dasar menyebalkan deh," Angel, mencubit pinggang Panji.


"Angel ... sakit!" pekik, Panji, dengan memolototi Angel.


"Sorry, tidak sengaja," Angel, cengengesan ,"ayo kita makan jangan kebanyakan ngomong."


"Baiklah."


Mereka pun berjalan menuju mobil Amoy. Saat keadaannya sudah siap, Amoy dengan segera menjalankan mobilnya menuju restoran terdekat.


*Dua puluh menit sudah mereka sampai ditempat tujuan, dengan segera mereka keluar dari mobil tersebut.


Mereka dengan segera masuk ke dalam restoran tersebut.

__ADS_1


Angel, Amoy dan Panji, kini sedang mencari tempat duduk kosong. Kebetulan direstoran sedang ramai pengunjung.


Saat sudah menemukan tempat duduk yang nyaman mereka dengan segera duduk.


"Mau pesen apa?" tanya Angel, sambil menujuk menu daftar makanan tersebut.


"Aku yang ini saja Kak," jawab Amoy, dengan menunjuk menu tersebut.


"Kamu?" tanya Angel, kepada Panji.


"Samakan saja sama Amoy," jawab Panji.


"Ya sudah, kita samain saja semuanya," lirih Angel.


Angel, langsung memanggil pelayan tersebut untuk memesankan makanannya. Sang Pelayan pun langsung berjalan menghampiri Angel.


"Baiklah, harap tunggu sebentar ya," ucap Sang Pelayan.


"Oke." Angel, menganggukan kepala.


Mereka pun kini sedang menikmati makan siangnya.


"Mau tambah lagi?" tanya Panji, sambil menatap Angel.


"Enggak ah sudah kenyang," jawab Angel.


"Kamu mau tambah lagi?" tanya Panji, kepada Amoy.


"Sama aku juga kenyang," jawab Amoy.


"Kenapa perutku jadi mules ya? Aku pemisi dulu ya Kak, kebelet nih," lirih Amoy


"Ih jorok, enggak sopan lagi," Angel, menatap sebal Adik Iparnya.


"Maaf, Kak. Ya sudah, aku permisi ya Kak, enggak kuat." Amoy, beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menuju toilet.

__ADS_1


Angel, segera melanjutkan makanannya sampai habis.


"Kalau makan tuh yang benar belepotan kayak anak kecil," Panji, mengambil tisu lalu mengusap bibir Angel.


Angel, merasa terkejut apa yang dilakukan oleh Panji. Selama satu sekolah dan satu kuliah, Panji tidak pernah melakukan seperti itu.


Mereka saling menatap satu sama lain, sehingga netra mereka saling bertemu.


"Biar aku saja bersihin, sini," Angel, langsung mengambil tisu dari tangan Panji.


Panji, hanya tersenyum melihat tingkah sahabatnya.


Di tempat lain, ternyata ada seseorang yang merasa tidak terima istrinya disentuh oleh pria selain dirinya.


Veri, dengan segera berjalan menghampiri Angel.


"Wah asyik benar ya, bisa berduaan dengan pria lain. Hebat ...," Veri, kemudian bertepuk tangan.


"V-Veri?" Angel, merasa terkejut.


"Kaget ya? Kamu tuh sudah menikah, harusnya bisa jaga jarak dengan pria lain, bukan seenaknya bisa saling menyentuh. Jangan-jangan anak yang ada dikandunganmu, bukanlah anakku? Karena aku lihat kamu bagaikan wanita yang tidak tahu diri dan sangat murahan!" Veri, menatap tajam Angel.


Panji, merasa terkejut ternyata Angel, sudah menikah dan sedang mengandung.


bersambung ...


Yuk mampir dan kepoin karya dari Kak Yayuk Triatmaja dijamim seru dan bikin baper,


Delon tidak menyangka di usianya yang ke 40 tahun dirinya menyandang status sebagai duda dan mempunyai dua anak kembar yang masing-masing berusia 20 tahun.


Hingga suatu ketika putra sulungnya yang bernama Edward meminta sekretaris pribadinya yang seumuran dengan Edward memintanya untuk merawat ayahnya yang bernama Delon yang sedang sakit.


Setiap hari bertemu hingga akhirnya mereka jatuh cinta dan ingin menikah. Bagaimana tanggapan ke dua anak kembarnya dan keluarga gadis tersebut? Apakah hubungan mereka berakhir bahagia atau kandas di tengah jalan mengingat perbedaan umur mereka yang terpaut 20 tahun.


Ikuti novelku yang ke 33

__ADS_1



__ADS_2