Bertahan Terluka

Bertahan Terluka
55. Aku ingin tidur bersama


__ADS_3

"Ayo, kita masuk ke dalam," ajak Veri menarik tangan sang istri.


Angel pun mengikuti langkah suaminya dari pada nanti adu mulut karena tidak mengikutinya.


"Ayah ...." panggil Al, menatap Veri.


"Iya, Sayang?"


Veri kemudian melepaskan tangan Angel lalu berjalan duduk di sofa.


"Sakit, ya, Ayah?" Al mencoba menyentuh bibir Veri yang lembam.


"Jangan sentuh, Nak, sakit," ringis Veri, sambil mengusap-ngusap bibirnya.


Angel datang sambil membawa air hangat dan obat untuk luka sang suami.


"Makanya jadi orang tuh jangan sok jagoan, belum tau ya? Dia itu sering ikutan bela diri," omel Angel.


Kemudian Angel duduk disampingnya lalu mulai mengompres bibir sang suami yang luka dan lembam.


"Aku juga jago bela diri makanya berani bikin rusuh sama dia," sarkas Veri.


"Jadilah seorang ayah yang bisa kasih contoh yang bagus untuk anakmu, jangan so merasa jago," ucap Angel.


Saat Angel sedang mengompres bibir sang suami dengan kain basah, wanita itu merasa gemas lalu menekannya sehingga Veri meringis kesakitan.


"Aww, sakit, pelan-pelan dong," ringis Veri menatap kesal istrinya.


"Lagian ini pelan kok, kamu aja cengeng," omel Angel.


"Iss, kamu tadi menekan lukaku lho. Lagian ngapain sih pakai pulang bareng sama dia? Terus ngapain juga lagi dia pakai pegang rambut dan tanganmu," Veri menatap kesal sang istri.


"Kenapa emangnya? Enggak suka?" tanya Wanita yang kini ada di depannya.


"Tentu aja enggak suka. Kamu tuh istriku jadi enggak boleh ada satu orang pun yang menyentuhmu!" Veri, kemudian mencengkram lembut tangan Angel.


Wanita tersebut merasa terkejut lalu menatap netra suaminya. mereka pun kini saling menatap satu sama lainnya.

__ADS_1


"kenapa dengan hatiku? Setiap menatap matanya jantungku berdetak begitu cepat. Apakah aku mulai jatuh cinta sama dia? Oh, No! Ini enggak boleh terjadi batin Angel."


Angel segera menghempaskan tangan suaminya, lalu menatap kesal pria itu, " dengar ya, dia nganterin aku karena mobilku ada di bengkel."


"Alasan!"


"Ya sudah kalo enggak percaya, no problem! Sudah ah, aku cape mau ke kamar," ujar Angel.


"Sayang, aku temanin ya ke kamar," lirih Veri menatap sang istri.


"Whatt? Barusan kamu bilang apa?" tanya Angel dengan menyipitkan matanya.


"Aku ingin tidur bareng sama kamu, Sayang. Kita bikin anak," bisik Veri.


Angel membulatkan matanya karena merasa terkejut mendengar ucapan suami.


"Ih, apaan sih kalau bicara. Gila ya, dasar," Angel segera beranjak dari sofa.


Namun, pria itu langsung menarik istrinya sehingga terjatuh ke pangkuannya.


Hatinya kini semakin berdebar-debar saat menatap wajah sang suami yang begitu tampan.


Angel semakin terkejut dengan sikap suaminya, ingin dirinya mencaci maki tapi tidak kuasa untuk bicara.


"Ibu, Ayah ...." panggil Al menatap orangtuanya.


Angel segera beranjak dari pangkuan sang suami, lalu duduk di samping putranya.


"Iya, kenapa Sayang?" tanya Angel pada putranya.


"Ban mobilnya putus," jawab Al.


Aduh apes lagi deh, sudah aku cium tuh bibir manis istriku sedikit lagi batin Veri.


"Ya sudah enggak apa-apa nanti Ayah beli yang baru," Veri menatap putranya.


"Cius, Ayah?" tanya Al.

__ADS_1


"Iya," Veri menganggukan kepalanya.


"Hore ...."


Al merasa sangat senang karena akan dibelikan mobil baru lagi.


"Mentang-mentang orang kaya, ban mobil putus aja harus beli lagi," ketus Angel menatap sang suami.


"Barusan berkata apa?" tanya Veri, karena istrinya hanya bernada kecil sehingga tidak kedengaran.


"Enggak bicara apa-apa kok," bohong Angel.


"Sudah ah, Ibu mau ke kamar dulu ya, Sayang. Kamu main sama Ayahmu, oke," Angel menatap putranya.


"Oke," jawab Al.


Angel pun segera beranjak dari hadapan Veri dan putranya.


"Sayang, gimana dong?" tanya Veri.


"Gimana apanya? Ih dasar orang aneh! Pakai panggil sayang-sayang segala lagi," gerutu Wanita itu.


"Kita anu ...." Veri mengedip-ngedipkan kedua matanya.


"Ih apaan sih nih orang, cacingan ya? Ngedip-ngedip mata mulu," Angel mengindikan bahunya.


Angel pun segera melangkahkan kakinya menuju kamar.


"Sayang ...." Veri merajuk dan merasa kesal.


'Sampai kapan aku begini terus? Istriku enggak peka benar jadi orang. Haruskah aku menahan semua hasratku begini terus? Ah, sangat menyakitkan.' gumam Veri tubuhnya merasa lelah.


"Ayah, ayo kita main motor-motolan," ajak Al.


"Sendiri aja ya, Sayang. Ayah mau tidur disini aja bentar ya," ujar Veri.


"Baiklah Ayah."

__ADS_1


Veri pun memilih untuk merebahkan tubuhnya di sofa sambil menemani Al sedang bermain motor-motora.


__ADS_2