Bertahan Terluka

Bertahan Terluka
59.Semoga Baik-Baik Saja


__ADS_3

'Ya tuhan, semoga dia enggak napa-napa? Hatiku jadi tak tenang gini.' gumam Angel, dari tadi bolak balik ke kanan dan ke kiri.


Seseorang tiba-tiba datang memanggil namanya.


"Kak Angel ...." teriak wanita cantik dengan berambut poni dan berjalan menghampirinya.


Angel langsung menatap ke sumber suara tersebut, lalu tersenyum.


"Kak ...." Amoy langsung memeluk Kakak iparnya.


Angel pun membalas pelukan adik iparnya.


"Gimana kabarnya, Sayang?" Wanita itu langsung menguraikan pelukannya dan menatap adik iparnya dengan intens.


"Baik. Kalau Kakak sendiri gimana? Kemana aja Kak, tega sekali meninggalkan aku begitu lamanya," omel Amoy menatap sang Kakak.


"Baik, Sayang. Aku punya alasan kenapa pergi meninggalkan kalian," Angel tersenyum dan menatap wanita yang kini ada di depannya.


Amoy membalas senyuman sang kakak. " iya, aku tau alasan Kakak pergi meninggalkan kita," ucap Amoy.


"Syukurlah, jika kamu tau alasannya." Angel tersenyum.


Tiba-tiba matanya tertuju pada seorang pria paruh baya yang baru saja datang. Angel berjalan menghampiri pria itu.


"Ayah ...." panggil wanita itu, kemudian memeluknya.


"Iya, Nak? Lama kita tak jumpa," Ayah Sofyan menguraikan pelukannya, lalu menatap menantunya.


"Maaf, Ayah, aku enggak bermaksud untuk pergi begitu aja meninggalkan, Ayah," Angel merasa tidak enak hati pada seseorang yang selalu membelanya.

__ADS_1


"Iya, Ayah tau semuanya alasan kamu pergi. Syukurlah, jika kamu baik-baik saja, Nak," Ayah Sofyan tersenyum dan merasa bersyukur bisa bertemu dengan menantunya.


"Ayah tau semuanya? Iya, Ayah."


"Iya. Mereka yang berniat untuk mengugurkan kandunganmu dan selalu membuat suamimu percaya akan perkataannya, sehingga berhasil Veri membencimu," jelas Ayah Sofyan.


Angel merasa tidak percaya mertuanya tahu kebusukan Bu Mertha dan Via. Matanya berbinar karena terharu.


"Ayah ...." panggil Angel, kemudian memeluk mertuanya kembali.


"Iya, napa Sayang?" Ayah Sofyan, mengusap lembut rambut menantunya.


"Angel mau ucapkan makasih sama Ayah yang selalu membela dan membenarkan perkataan mereka yang dulu jahat sama aku," Angel menguraikan pelukannya dan menatap pria paruh bayah di depannya dengan intens.


"Emang itu harus Ayah lakukan, membela kebenaran dan memusnahkan perbuatan yang keji," Ayah Sofyan tersenyum. ' oya, gimana kabar Veri?" tanya Ayah Sofyan pada menantunya.


"Dia ...." ucapan Angel harus tergantung karena merasa berat untuk mengatakannya.


"Tadi ekslatornya berjalan lemah Ayah, sekarang sedang ada dalam penanganan dokter," jawab menantunya dengan hati-hati.


"A-apa?" Ayah Sofyan kaget, tubuhnya tiba-tiba terasa lemah.


"A-ayah?" ucap Amoy dan Angel bersamaan.


Mereka pun segera menahan tubuh Pria itu agar tidak terjatuh, lalu memapahnya berjalan menuju kursi yang berada disana.


"Ayah, baik-baik aja 'kan?" tanya putrinya merasa khawatir.


Pria paruh baya itu menarik napasnya, lalu menghembuskan dengan perlahan.

__ADS_1


"Ayah baik-biak aja kok, tadi cuma kaget aja," jawab Ayah Sofyan.


"Syukurlah Ayah, Amoy benar-benar cemas," wanita itu merangkul lengan sang Ayah.


"Ayah jangan khawatirkan dia, aku yakin pasti Veri baik-baik aja kok," menantunya mencoba menenangkan mertuanya.


"Iya, Nak," Ayah Sofyan menganggukan kepala.


Dokter dan Suster pun segera keluar dari ruangan tersebut. Angel, Ayah Sofyan dan Amoy segera berjalan menghampiri Dokter tersebut.


"Gimana keadaan putra saya, Dok?" tanya Ayah Sofyan mencemaskan keberadaan putranya.


"Dia ...." ucapan Dr. Hadi sengaja di gantung, lalu menatap Ayah Sofyan, Angel dan Amoy dengan tatapan susah di artikan.


Mereka semakin khawatir dan cemas saat Dr. Hadi menatap dengan tatapan yang sulit di tebak.


###########


#yuk kepoin dan mampir karya dari temanku ini dijamin bikin baper nih.


Blurn


Gabriel Arshaka, pria dengan sejuta pesona yang digilai banyak wanita. Tak ada satupun wanita yang memiliki tahta tinggi dihatinya selain kekasihnya.


Namun karena sebuah kesalahan, ia terpaksa menikahi Jingga, wanita yang menjadi sahabat adiknya dan juga sudah dianggap sebagai adiknya sendiri.


"Aku tidak akan berhenti mengejarmu, sebelum aku berhasil membuatmu jatuh cinta padaku kak" ~ Jingga Oceana.


"Berhentilah melakukan hal sia-sia, tidak ada dalam kamusku jatuh cinta pada bocah ingusan sepertimu" ~ Gabriel Arshaka.

__ADS_1


Akankah cinta tumbuh di hati Gabriel untuk Jingga? Bagaimana caranya Jingga menaklukkan hati Gabriel yang selalu menganggapnya seperti anak kecil?



__ADS_2