
Dokter Han-han, segera keluar saat selesai memeriksa pasien.
Bu Metha langsung berjalan menghampiri Dokter Han-han beserta yang lainnya.
"Gimana keadaan putra saya, Dok?" tanya Bu Metha, merasa khawatir.
"Kondisi keadaan beliau sekarang sudah baik dan sudah sadarkan diri," lirih Dokter Han-han.
"Dokter bilang kalau putraku sudah sadarkan diri?" tanya Bu Metha sekali lagi dan merasa tidak percaya.
"Iya, Bu," jawab Dokter Han-han, sambil menanggukan kepala.
"Bukannya Via bilang ...." ucapan Bu Metha, sengaja digantung lalu menatap Via.
"Iya, kenapa Bu?" tanya Dokter Han-han, sambil menatap Bu Metha.
"Enggak apa-apa kok Dok," ucap Bu Metha dengan gugup.
"Ya sudah kalau begitu saya pamit dulu ada pasien yang harus saya tangani," lirih Dokter Han-han, langsung pergi dari hadapan mereka.
Bu Mertha dan Ayah Sofyan menatap Via dengan tatapan tidak suka.
"Ibu, Ayah, maafkan saya tidak bermaksud-" ucapan Via, harus terputus saat Ayah Sofyan menyela pembicaraannya.
"Ayo kita masuk ke dalam anak kita sudah sadar," ajak Ayah Sofyan kepada Bu Metha.
Bu Mertha dan Ayah Sofyan, dengan segera masuk ke dalam ruangan tersebut. Saat Angel, akan masuk ke dalam ruangan tiba-tiba Angel, menahan tangannya.
"Mau kemana kamu!" Via, mehanan langkah Angel.
"Tentu saja mau masuk ke dalam," jawab Angel.
"Kamu sudah bikin aku malu! Kenapa enggak bilang kalau veri sudah sadar?" Via, menatap tajam Angel.
__ADS_1
"Emangngya aku berkata apa? Lagian kamu main potong saja saat aku bicara," lirih Angel.
"Sudahlah aku mau masuk ke dalam dan tidak penting banget harus berdebat dengan kamu!" Angel, segera menghempaskan tangan Via dengan kasar.
Angel segera pergi meninggalkan Via dan berjalan masuk ke dalam ruangan dimana suaminya berada.
'Angel ....' gumam Via, merasa geram dan mengepalkan kedua tangannya.
Via kemudian menarik napasnya untuk mengatur emosi lalu menghembuskan dengan kasar.
Perempuan cantik itu langsung berjalan masuk ke dalam ruangan tersebut.
"Akhirnya kamu sudah sadar Nak," Bu Mertha, langsung memeluk putranya dan hatinya begitu sangat bahagia.
"Iya, Bu. Jangan kencang-kencang Bu peluknya sesak nih," lirih Veri, dengan suara khas bangun tidur.
"Maaf, Sayang," Bu Mertha, langsung menguraikan pelukannya.
Veri pun membalas senyuman Ibunya tanpa menjawab perkataannya.
"Ayah juga ikut merasa senang Nak, akhirnya putra Ayah bisa kembali lagi untuk melanjutkan perusahaan Ayah," ucap Ayah Sofyan.
"Iss Ayah, dia baru bangun dari komanya kenapa bicara begitu," gerutu Bu Mertha merasa kesal kepada suaminya.
"Ayah cuma bercanda kok Bu," Ayah Sofyan, tertawa renyah.
"Enggak lucu bercandanya," omel Bu Mertha.
Tiba-tiba wanita cantik dengan perutnya sedikit membuncit datang menghampiri mereka. Veri langsung menatap wanita tersebut dengan tatapan susah diartikan dan Veri merasa ada yang berubah saat menatap istrinya.
Tiba-tiba Veri tersenyum tipis saat menatap perut istrinya yang kini kelihatan buncit.
"Akhirnya setelah sebulan lebih koma kini sudah bangun dan sadar kembali," lirih Angel, merasa bahagia lalu tersenyum kepada suaminya.
__ADS_1
Veri bukannya membalas senyuman Istrinya tapi malah memasang wajah jutek.
"Istrimu lagi berbicara bukannya menjawab malah mendiamkannya," omel Ayah Sofyan.
"Ayah tahu sendiri aku baru bangun dari tidur panjang yang begitu menyenangkan. Pas bangun tiba-tiba tenggorokanku sakit makanya malas mau jawabnya," bohong Veri.
"Ya ampun Nak, kalau bicara ngawur benar masa sangat menyenangkan," gerutu Bu Mertha, merasa kesal mendengar perkataan putranya.
"Tadi kamu bilang tenggorokanmu sakit? Baiklah Ibu akan panggil dokter," ucap Bu Mertha.
Langkah Bu Mertha harus terhenti saat Veri memanggilnya.
"Jangan Bu!" panggil Veri, kepada Ibunya.
"Kenapa tidak boleh memanggil dokter? Bukannya kamu sakit tenggorokan?" ucap Bu Mertha.
Ayah Sofyan dan Angel, menatap Veri dengan penuh curiga.
bersambung ....
###
#yuk mampir dan kepoin karya temanku ini dijamin seru dan bikin baper. Enggak nyesel bacanya.
Blurb:
Adrian Pratama terpaksa harus menikah dengan adik angkat yang selama ini selalu ia jaga dan ia lindungi. Putri kandung dari ibu angkatnya. Mak Alisa.
Semua itu terjadi karena calon istri Adrian Pratama berselingkuh di belakangnya tepat saat hari pernikahan mereka.
Sanggupkah Adrian Pratama menjalani pernikahan terpaksa dengan adik putri dari ibu angkat nya?
__ADS_1