Bertahan Terluka

Bertahan Terluka
49.Maaf, lama


__ADS_3

"Maaf, lama banget ya di toiletnya."


Angel merasa tidak enak hati karena telah membuat pria yang kini ada di depannya lama menunggu dirinya.


"Iya, tidak apa-apa kok," Satria tersenyum. "oya, kamu enggak lihat pak Veri 'kah di toilet?" tanya Satria.


"Dia ke toilet juga ya, tapi aku enggak melihatnya, pak," jawab Angel.


"Pasti enggak bakal melihatnya karena pasti dia ke toilet pria bukan wanita."


Angel kemudian menatap kesal Satria, "kalau tau begitu, ngapin nanya," gerutu Angel.


Satria pun hanya tertawa saat melihat wanita tersebut kesal padanya.


"Sorry deh."


Angel mengajak atasannya untuk pulang dari cafe tersebut. Akan tetapi, Satria menolaknya karena tidak enak bila harus pergi tanpa pamit kepada Kliennya.


"Kamu lupa ya, kita barusan bertemu dengan siapa? Masa iya, kita langsung pergi begitu saja," Satria menatap Angel.


Angel hanya menghela napasnya dengan kasar. Padahal wanita itu sengaja untuk menghindari dari laki-laki yang masih berstatus suaminya.


"Oya, nanti pulang dari sini kita ke toko mainan dulu," lirih Satria.


Angel mengerutkan keningnya karena tiba-tiba Satria mengajak ke toko mainan.


"Mau ngapain? Aku bukan kecil yang harus kamu kasih mainan," gerutu Angel, menyunggingkan bibir atasnya.


Satria mengelengkan kepala dan kenapa bisa Angel berpikir kalau dirinya akan memberikan mainan untuk wanita itu.

__ADS_1


"Lagian siapa yang akan memberika mainan untukmu?" tanya Satria.


"Barusan tadi bilang katanya kamu mau ajak aku ke toko mainan. Dasar pelupa!"


Satria, kemudian menoyor kepala Angel, "aku beli mainan untuk Al, bukan untukmu. Tadi aku sudah janji sama dia," lirih Veri.


"Mentang-mentang atasanku, seenaknya saja menoyorku," Angel menatap kesal Satria.


"Habisnya kamu gemesin tau, makanya aku ...." ucapan Satria tergantung saat Angel menyela pembicaraannya.


"Bukan gemes tapi bilang saja benci sama aku!"


"Iss, kata ...." ucapan Satria harus tergantung di udara saat seseorang berdehem.


"Eh, pak Veri, silahkam duduk," lirih Satria.


Veri langsung duduk di samping Satria. Sesekali laki-laki itu menatap Angel, tiba-tiba hatinya terasa panas saat melihat Angel dan Satria begitu akrab tadi.


"Iya, silahkan Pak, hati-hati di jalannya," Veri, sambil tersenyum.


"Iya, terima kasih Pak." Satria membalas senyuman Veri.


"Ayo, kita pulang," ajak Veri kepada Angel.


"Baiklah."


Angel dan Satria segera pergi dari hadapan Veri. Tiba-tiba Angel mengalungkan tangannya ke lengan Satria.


Pria itu merasa terkejut, akan tetapi merasa senang saat Angel melakukan itu pada dirinya.

__ADS_1


"Tumben sekali mengalungkan tanganmu," ketus Satria.


"Jangan banyak bicara! Ayo, kita pergi dari sini."


Mereka pun segera pergi meninggalkan cafe tersebut.


Veri mengepalkan kedua tangannya saat melihat sang istri mengandeng tangan Satria.


"Ini tidak boleh terjadi. Kamu masih sah jadi istriku, Angel! Aku tidak akan membiarkan siapapun menyentuhmu!"


'Sabar Veri, jangan emosi dulu. Aku yakin istrimu masih belum bisa memaafkanmu dan sangat membenciku karena sikapku dulu. Aku akan berusaha untuk mendapatkan dia kembali.' gumam Veri, menyemangati dirinya sendiri.


Veri kemudian mengambil ponselnya dari saku celana, lalu menelpon seseorang. Saat selasai menelpon dengan segera mematikan ponselnya.


'Apakah benar apa yang dikatakan oleh Angel kalau anakku sudah mati? Aku tidak percaya. Semoga saja apa yang dikatakan olehnya tidak benar!' gumam Veri.


Laki-laki itu beranjak dari kursi lalu merapihkan bajunya. Kemudian dengan segera pergi dari tempat tersebut.


##########


#Yuk kepoin dan mampir karya dari author ini dijamin bikin baper dan enggak nyesel deh bacanya.


Blurb :


Cinta memang tidak pernah salah menjatuhkan pilihannya, tapi bagaimana jika cinta menjatuhkan pilihan pada seseorang yang sudah menemukan pelabuhan hatinya?


Niki seorang mahasiswi yang terobsesi dengan dosen di kampusnya, nekat melakukan hal apapun termasuk membiarkan gosip berkembang jika ia sudah melakukan hubungan terlarang dengan dosennya itu. Akibat perbuatannya itu, ia terjebak dalam pernikahan sebagai istri kedua, namun tidak diinginkan oleh dosennya.


Bagaimana Niki menjalani kehidupannya sebagai istri kedua yang dibenci oleh suaminya sendiri sementara ia juga harus menghadapi hujatan dari teman serta dosen di kampusnya, sebagai mahasiswi penggoda dan penghancur rumah tangga orang?

__ADS_1



__ADS_2