Bertahan Terluka

Bertahan Terluka
42. Shock?


__ADS_3

Veri dan Amoy segera keluar dari mobilnya saat sudah sampai di rumah kediaman orangtua istrinya.


Veri menarik napasnya lalu menghembuskannya dengan perlahan mencoba tetap tenang agar tidak gugup.


Saat Veri akan mengetuk pintu tiba-tiba seseorang membuka pintunya. Aleena merasa heran karena ada Veri datang ke rumah orangtuanya.


"Mau ngapain kamu kesini?" tanya Aleena, sambil menyilangkan kedua tangannya.


"Aku mau ketemu dengan Angel," jawab Veri sambil menatap wanita yang dulu sangat ia cintai.


"Kamu bilang ingin bertemu dengan Angel? Yang benar saja kalau bicara. Bukannya dia selama ini bersamamu," ucap Aleena, sambil menatap sinis Veri.


"Jangan bohong jadi orang! Aku tau kalau Aleena ada di dalam 'kan?" Veri, sambil menatap tajam Aleena.


"Ini orang ngotot benar kalau adikku ada di rumah. Bukannya dia tinggal bersamamu!" Aleena tidak terima Veri membentak dirinya.


Karena mendengar ada keributan di luar, Bu Sofi dan Juna segera berjalan menghampiri Aleena.


"Ada apa sih Nak, pada ribut-ribut sih," ucap Bu Sofi, sambil menatap Aleena kemudian menatap menantunya.


"Eh ternyata ada Nak Veri, sejak kapan datang kesini?" tanya Bu Sofi kepada menantunya.


"Baru saja Bu. Gimana kabarnya, Bu?" tanya Veri kemudian mencium punggung tangan mertuanya.


Amoy pun ikut mencium tangan Bu Sofi.


"Baik kok Nak. Oya silahkan masuk Nak veri," ajak Bu sofi kepada menantunya.


Veri dan Amoy langsung masuk ke dalam rumah tersebut mengikuti langkah mertuanya.


Mereka pun segera duduk saat sudah sampai di ruang tamu.

__ADS_1


Awalnya Aleena berniat untuk pulang tapi merasa penasaran saat kedatangan Veri ke rumah orangtuanya apalagi saat menanyakan adiknya.


"Bu ...." panggil Veri kepada Bu mertuanya.


"Iya, kenapa Nak?" tanya Bu Sofi kepada pria yang kini sudah menjadi menantunya.


"Veri ...." ucapan Veri harus digantung karena merasa bingung harus memulai bicara dari mana.


"Iya, kenapa Nak Veri?" Bu Sofi, mengerutkan karena merasa bingung dengan ucapan menantunya yang tergantung.


"Dasar, enggak jelas banget kalau bicara!" Aleena sambil menatap kesal Veri.


"Sayang, kamu lagi hamil. Jaga ucapanmu, nanti amit-amit deh kayak dia," celetuk Juna menatap tidak suka Veri.


"Ih amit-amit harus seperti dia! Juah-jauh jangan sampai deh, Mas," Aleena sambil mengusap perutnya yang kini sudah mulai membuncit.


"Dia anakku, Sayang. Jadi mana mungkin seperti dia, amit-amit deh," Juna, sambil mengindikan bahunya.


Veri yang dari tadi mendengar perkataan Aleena dan Juna hanya bisa mengusap dada dan mencoba untuk bersabar.


Aleena hanya memutarkan matanya dengan malas saat Ibunya membela Veri.


Veri kemudian tersenyum kepada Ibu Sofi saat sang mertua menatapnya.


"Oya Nak, tadi mau berkata apa?" tanya Bu Sofi sambil menatap menantunya.


"Kedatangan Veri kesini mau ketemu dengan Angel, Bu," lirih Veri.


"Ketemu dengan Angel? Bukannya Angel selama ini tinggal denganmu?" Bu Sofi merasa tidak mengerti.


"Di bilangin enggak percaya malah ngeyel lagi," gerutu Aleena sambil menatap kesal Veri.

__ADS_1


"Aleena ...." ucap Bu Sofi sambil menatap putrinya.


Aleena hanya bisa menghembuskan napasnya dengan kasar.


"Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa Nak Veri bilang ingin ketemu Angel? Bukannya dia tinggal bersamamu?" tanya Bu Sofi dengan beberapa pertanyaan dan merasa benar-benar tidak mengerti.


"Sebenarnya Bu ...." ucapan Veri lagi-lagi harus di gantung karena merasa gugup jika mengatakan yang sebenarnya.


Veri kemudian menatap adiknya dan Amoy memberikan kode agar sang kakak mau menceritakannya.


"Sebenarnya, kenapa Nak?" Bu Sofi merasa ada sesuatu yang terjadi kepada putrinya.


"Angel sudah hampir satu minggu lebih meninggalkan rumah dan sampai sekarang dia belum pulang ke rumah," ucap Veri, kemudian menundukan kepalanya.


"A-apa? Angel pergi dari rumah," ucap Bu Sofi tiba-tiba pingsan.


"Ibu ...." panggil Aleena lalu berjalan menghampiri Ibunya.


"Bu ... bangun Bu," panggil Aleena merasa khawatir.


Aleena kemudian menatap Veri dengan tatapan susah diartikan.


********


#Yuk ah mampir dan kepoin karya dari temanku ini dijamin bikin baper dan seru nih.


Blurn:


Alexander Yudista Miller. laki-laki yang menjabat sebagai CEO, calon pengurus perusahaan milik sang ayah. Alex terkenal dengan ketampanannya dan juga kekejamannya jika menghukum.


di balik wajah tampan Alex, laki-laki itu memiliki rahasia yang besar. perjalanan cintanya tidak sebaik kehidupannya. ia terpikat dengan seorang wanita yang sebenarnya ia hanya menginginkan anak dari wanita itu.

__ADS_1


bagaimana kisah mereka? apakah mereka akan saling jatuh hati atau sebaliknya?



__ADS_2