Bertahan Terluka

Bertahan Terluka
44.Kemarahan sang Kakak ipar


__ADS_3

"Benar-benar biadab kamu tidak punya hati! Kenapa sangat membenci adikku? Apa salah Angel, padamu?" tanya Aleena, sambil menatap tajam Veri.


"Aku benar-benar minta maaf Bu, Aku ...." ucapan Veri harus tergantung di udara saat Juna menarik tubuhnya lalu memukul tepat dibagian bibir bawahnya.


"Kenapa kamu berbuat itu sama dia? Pria sepertimu seharus mati karena tidak bisa menghargai seorang wanita!" Juna kembali memukul Veri sehingga mengeluarkan darah segar dibagian bibirnya.


Veri tersungkur ke bawah lantai karena Juna memukulnya begitu sangat keras.


"Stop, hentikan! Aku mohon jangan lakukan itu kepada Kakakku," pinta Amoy, sambil berjalan menghampiri Veri.


"Emang Kakakku sudah melakukan kesalahan besar sama Kak Angel tapi bukan berarti kalian harus membuat Kakakku seperti ini," sambung Amoy.


"Kenapa kamu membela Kakakkmu? Jelas-jelas dia sudah bersalah dan telah membuat Angel pergi!" Aleena menatap tajam Amoy.


Emang benar Veri telah membuat kesalahan besar yang telah membuat Angel pergi tapi Amoy rasa bukan seutuhnya salah kakaknya. Bisa saja Angel pergi karena ada dalam bahaya yang bisa membuat anak yang di dalam kandungannya hilang.


Amoy kemudian mengambil ponselnya lalu memberikannya kepada Aleena.


"Coba Kakak lihat percakapan mereka. Bisa saja Kak Angel pergi karena mereka," ucap Amoy.


Bu Sofi dan Aleena kemudian merasa terkejut dan tidak menyangka mereka akan berbuat sekeji itu.


Bu Sofi menangis histeris lalu pingsan kembali.


"Ibu ...." teriak Aleena.


"Ini semua gara-gara kalian! Semuanya jadi kacau, mendingan kalian pergi dari sini!" usir Aleena sambil menatap tajam Veri dan Amoy bergiliran.

__ADS_1


"Aleena, aku benar-benar minta maaf! Aku berjanji akan mencari Angel sampai ketemu," ucap Veri.


"Emang seharusnya kamu mencari adikku sampai ketemu! Bila kamu tidak bisa menemukan dia dan jika adikku kenapa-napa kamu harus menerima akibatnya!" Aleena kini benar-benar merasa emosi.


"Sekarang kamu pergi dari sini sebelum Ibu bangun dan nanti pingsan lagi!"


"Oke, baiklah aku akan pergi. Aku berjanji akan mencari Angel dan kalian enggak usah khawatir tentang Angel," lirih Veri.


"Kamu bilang enggak usah khawatir? Yang pastinya aku sangat khawatir dong sama adikku yang pergi entah kemana! Sudahlah mendingan kalian pergi dari sini sebelum suamiku memukulmu kembali!" pinta Aleena.


"Ayo Kak, kita pergi dari sini," ajak Amoy kepada Veri.


Veri dan Amoy pun segera pergi meninggalkan rumah kediaman orangtuanya.


"Kakak baik-baik saja 'kan?" tanya Amoy sambil menatap Veri yang meringis kesakitan karena pukulan yang dilakukan oleh Juna.


"Lagian itu salah Kakak sendiri yang telah membuat kak Angel pergi dan pastinya mereka sangat marah sama Kakak."


Veri memejamkan matanya dan merasa sangat bersalah telah membuat Ibu mertuanya sampai pingsan.


"Aku berjanji akan mencari Angel sampai ketemu Bu. Bila terjadi apa-apa sama Angel, Aku siap menerima akibatnya dan aku berharap sesuatu tidak terjadi padanya dan semoga Angel baik-baik saja batin Veri."


Veri kemudian membukakan matanya lalu meminta agar sang adik menjalankan mobilnya dengan cepat karena Veri tidak kuasa menahan sakit di bibirnya.


*


*

__ADS_1


Veri dan Amoy sudah sampai di rumah kediamannya. Mereka segera keluar dari mobil tersebut dan segera masuk ke dalam rumah.


Pak Sofyan yang melihat keadaan Veri hanya bisa mengelengkan kepala dan seolah-olah tau apa yang sudah di lakukan oleh keluarga Angel. Akan tetapi pak sofyan sadar diri karena putranya sudah melakukan kesalahan besar dan pantas menerima akibatnya yang telah membuat keluarga Angel marah.


Pak Sofyan segera meminta Bi Ina untuk mengobati luka yang ada di bibir putranya. Bu Ina pun dengan segera melakukan perintah dari majikannya.


#######


#yuk ah kepoin lagi karya keren ini dijamin seru banget nih dan enggak nyesel deh bacanya.


blurn:


Menelan pil pahit bukanlah suatu keinginan tapi mungkin sudah keharusan dan takdir.


harus dijalani itu yang pasti.


Rumah tangga Nadira harus kandas ditengah jalan karena perbedaan prinsip dan tersandung kasus lain yang menyebabkan mereka harus berpisah.


Dan kali kedua ini ataukah masih hidup bersama pria yang diinginkan nadira.


"Ceraikan aku" tanggis Nadira.


"Sampai kapan pun aku takkan pernah meninggalkanmu atau pun berpisah. Aku tak ingin itu terjadi"


"Tapi ini. Adalah kenyataan bahwa kau" .


__ADS_1


__ADS_2