Bertahan Terluka

Bertahan Terluka
28. Pusing


__ADS_3

"Stop, Bu! Ini di rumah sakit kenapa bikin ribut mulu sih," Ayah Sofyan, merasa kesal kepada Istrinya.


"Ibu tidak cari ribut kok Ayah. Ibu cuma nanya sama si Angel, terus si perempuan tidak tahu diri ini saja malah bikin emosiku," Bu Mertha, merasa kesal sambil menatap tidak suka Aleena.


"Aku di bilang tidak tahu diri? Justru Ibu-lah yang tidak tahu diri malah menuduh adikku yang telah mencelakai si Veri. Jelas-jelas si veri celaka karena tabrakan dengan orang lain!" Aleena, ikut merasa emosi.


"Kak apaan-apaan sih, kenapa bicara gitu sama Ibuku," Angel, menatap tidak suka Kakaknya.


Tiba-tiba Ayah Rozak dan Bu Sofi, masuk ke dalam ruangan tersebut dan merasa terkejut apa yang dilakukan oleh Aleena.


"Aleena! Kenapa kamu bicara seperti itu sama Bu Mertha?" tanya Bu Sofi, merasa malu dengan sikap putrinya.


"Dia telah kurang ajar Bu menuduh Angel sembarangan!" jelas Aleena, menatap Ibunya.


"Jangan sembarangan kalau bicara! Aku hanya bertanya bukan menuduh!" Bu Mertha, mencoba menjelaskan.


"Hentikan perdebatan kalian! Ini rumah sakit, putraku lagi dirawat butuh ketenangan bukan keributan!" tegas Ayah Sofyan menatap Istrinya dan Aleena bergiliran.


Aleena, menundukan kepalanya dan merasa bersalah.


"Saya benar-benar minta maaf Ayah. Saya tidak bermaksud untuk mencari ribut," Aleena, merasa menyesal.


"Alah, so bersikap manis," celetuk Bu Mertha, sambil memutarkan bola matanya dengan malas.


Aleena merasa geram mendengar perkataan Bu Mertha.

__ADS_1


"Bu ...," Ayah Sofyan, sambil menatap dengan tatapan susah diartikan.


"Maaf Ayah, Ibu, Bapak, Aleena mau pulang dulu pusing! Kasihan Babyku dari tadi ketakutan lihat Mak lampir marah-marah terus," pamit Aleena.


"Kurang ajar, kamu! Ngatain aku-" Bu Metha, langsung diam dan memilih untuk tidak melanjutkan perkataanya saat Ayah Sofyan menatapnya.


Aleena langsung pergi meninggalkan ruangan tersebut bersama suaminya.


"Saya benar-benar minta maaf ya Bu, atas sikap anakku telah bikin emosi Ibu," lirih Bu Sofi.


"Ajarin tuh anak supaya bersikap sopan santun kepada orangtua. Dasar punya anak tidak punya ahlaq bagus sih," gerutu Bu Metha, merasa kesal.


"Sekali lagi saya benar-benar minta maaf, Bu. Saya akan ajari dia lebih tegas lagi tentang tatakrama," lirih Bu Sofi.


"Baguslah kalau begitu," Bu Metha, kemudian duduk dikursi yang berada disamping Angel.


"Maaf ya Bu, Pak, atas sikap Istriku mungkin telah membuat Ibu sama Bapak tidak nyaman," Ayah Sofyan, merasa tidak enak hati dan merasa malu.


"Iya, tidak apa-apa Ayah santai saja," jawab Bapak Rozak, sambil tersenyum.


Sakit, memang sakit bila melihat anak sendiri di bentak oleh orang lain, Apalagi dituduh sembarangan. Akan tetapi Ayah Rozak tidak mau membuat keributan dirumah sakit dan ingin mencari aman karena kasihan menantunya yang kini sedang berbaring lemah.


"Ayah, Ibu, Angel, permisi dulu ya mau keluar dulu sebentar," pamit Angel.


"Emangnya Kak Angel mau kemana?" tanya Amoy.

__ADS_1


"Mau makan siang," jawab Angel.


"A-apa makan siang? Jam segini belum makan Kak?" Amoy, sambil menatap jam tangannya menujukan pukul jam dua siang.


Angel, hanya tersenyum sambil mengaruk lehernya yang tidak gatal.


"Kalau mau makan, makan saja enggak usah ditunda-tunda kasihan anakmu pasti butuh asupan juga," lirih Bu Sofi.


"Ya sudah makan dulu sana, jangan khawatirkan suamimu," ucap Ayah Sofyan.


"Ya sudah kalau begitu Angel, keluar dulu ya." Angel, segera pergi dari ruangan tersebut dan berjalan menuju tempat makan yang berada disekitar sana.


####


#promo lagi ah, yuk mampir dan kepoin karya temanku ini. Enggak nyesel deh kalau sudah baca, cus ah kepoin.


blurn:


Cinta akan menemukan pemiliknya. Sebuah ketidaksengajaan, keterpaksaan, dan perjodohan, bisa menjadi jalan untuk menyatukan dua hati yang berbeda.


Seorang gadis SMA bernama Aira, terjebak dalam sebuah pernikahan dengan seorang duda bernama Affan yang merupakan ayah sahabatnya, Faya.


Mengapa pernikahan itu bisa terjadi?


Akankah pasangan beda usia itu bisa saling mencintai?

__ADS_1



__ADS_2