
Panji, langsung memukul bibir bawah Veri, dengan keras sehingga Veri, tersungkur ke bawah lantai.
Veri, tertawa terbahak dan menatap sinis Panji, tangannya sambil mengusap darah segar dari bibirnya ," kata orang, kalau seseorang merasa benar dengan kenyataannya pasti akan marah dan tidak terima!"
"Kurang ajar, kamu!" Panji, merasa geram dan sangat emosi.
Dirinya langsung memukul kembali Veri. Akan tetapi, gagal karena Geo, sang asistennya langsung menahan langkahnya.
"Lepaskan! Aku harus kasih pelajaran sama pria brengsek seperti dia!" Panji, emosi.
"Saya, tidak akan membiarkan seseorang melukai atasanku," ucap Geo.
"Kenapa? Takut kamu dipecat? Enggak usah takut, kamu bisa bekerja diperusahanku. Jadi, menyingkirlah," Panji, mencoba melepaskan tangan kekar Geo.
"Lebih baik kalian pergi, dari pada mencari keributan disini. Ini tempat umum, apa kata orang bila tahu kalian pemimpin yang hebat," jelas Geo.
"Kamu bilang, Aku mencari keributan? Justru atasanmu yang memulainya!" Panji, mencengkram kerah Geo dan menatap tajam.
Veri, menatap Angel, lalu menarik tangan Istrinya.
"Ayo, kita pergi dari sini!" Veri, menarik kasar tangan Angel.
Panji, merasa geram saat melihat sahabatnya ditarik paksa begitu saja. Panji, langsung mendorong Geo, sehingga tersungkur ke bawah dan berjalan meghampiri Angel.
"Lepaskan tanganmu! Aku tidak sudi sahabatku ditarik begitu saja," Panji, mencoba melepaskan tangan Angel.
"Sahabat? Bukankah dia wanita simpananmu yang bisa dinikmati sepuasnya," Veri, tersenyum sinis kelapa Istrinya.
Angel, tiba-tiba menampar pipinya dengan keras sehingga Veri, meringis kesakitan.
"Kenapa kamu selalu merendahkanku? Aku tidak seperti apa yang kamu katakan!" Angel, benar-benar emosi.
"Semakin kurang ajar, kamu sama Aku!" Veri, merasa geram dan mengusap pipinya yang sakit.
"Kalau kamu tidak memulainya, Aku tidak mungkin nekat seperti ini!" Angel, menatap tajam Veri.
"Sudah ayo, kita pergi dari sini. Tidak penting harus berdebat terus dengan orang yang yang tidak waras!" Panji, menatap tajam Veri, lalu menarik tangan Angel.
"What, Aku dibilang tidak waras? Kurang ajar!" Veri, berjalan menghampiri Panji, lalu memukulnya. Akan tetapi, harus gagal karena Panji, menahan tangannya.
Panji, kemudian menghempaskan tangan Veri, dengan keras hingga tubuhnya terdorong ke belakang.
Panji dan Angel, dengan segera pergi meninggalkan Veri, yang masih berada direstoran tersebut.
__ADS_1
"Angel ... kamu benar-benar ya! Awas saja Aku akan kasih hukuman yang berat untukmu!" teriak Veri, merasa geram lalu mengepalkan kedua tangannya.
Angel, tidak memperdulikan perkataan Veri. Dia terus berjalan bersama sahabatnya menuju mobil.
Saat sudah sampai di depan mobil, dengan segera Angel dan Panji, masuk ke dalam mobil. Panji, langsung menjalankan mobilnya pergi dari restoran tersebut.
"Sini mana kuncinya?" pinta Veri, sambil menadahkan tangannya.
"Biar Saya saja Tuan, yang menyupir mobilnya," lirih Geo.
"Tidak usah, Aku ingin sendiri. Sini mobilnya," ucap Veri.
Geo, langsung memberikan kuncinya kepada Veri, dengan terpaksa.
Veri, langsung berjalan menuju mobil miliknya dan berniat menyusul Istrinya.
'Aku tidak akan membiarkan si angel, pergi bersama si pria itu,' gumam Veri, matanya menatap tajam mobil yang ditumpangi oleh istrinya dan panji.
Panji dan Angel, merasa terkejut saat menatap kaca mobil.
"Angel, kayaknya ada yang mengikuti kita," lirih Panji.
"Iya, Aku tau," Angel, sambil menatap mobil yang mengikutinya.
"Iya tau, siapa lagi kalau bukan suamiku," jawab Angel.
Panji, tersenyum sinis sambil menatap mobil tersebut dari kaca depannya.
Heran benar ya, mencaci maki habis-habisan tapi mengikuti Istrinya. Dia waras apa enggak sih? batin Panji, kemudian mengelengkan kepalanya.
"Ji, cepatin laju mobilnya dia semakin dekat dengan kita," pinta Angel, semakin cemas.
Panji, kemudian menjalankan mobilnya dengan cepat sesuai permintaan sahabatnya.
Disisi lain Veri, merasa kesal saat akan mempercepat mobilnya tiba-tiba seekor kucing melintas. Veri, dengan segera membanting stir ke arah kanan dan berhasil memberhentikan mobilnya.
'Ngapain lagi si kucing melintas, hampir saja membuatku hilang kendali.' Veri, merasa kesal.
Veri, kemudian menatap mobil yang ditumpangi Istrinya dan Panji, namun tidak menemukannya dan Veri, semakin emosi.
Veri, berteriak dan benar-benar merasa geram.
'Kemana mereka? Cepat sekali mereka menghilang. Sial ...," gumam Veri, tangannya tidak diam tapi menekan bunyi klakson beberapa kali.
__ADS_1
"Woy, bisa diam enggak?! Nyalain bunyi klakson mulu telingaku mau pecah nih," gerutu Seseorang, sambil menatap kesal Veri.
"Maaf." Veri, dengan menundukan kepalanya.
Akhirnya Veri, memilih untuk pulang menuju kantornya dan tidak jadi mengejar Istrinya tersebut.
*
*
Di tempat lain, seorang wanita cantik hanya diam saja dari tadi tanpa berbicara sama sekali. Panji, merasakan apa yang dirasa'kan oleh sahabatnya.
Angel, menatap kedepan dengan tatapan nanar dan merasa sakit dan sedih saat suaminya selalu merendahkan dirinya.
"Kamu baik-baik saja'kan?" tanya Panji, merasa khawatir.
"Aku baik-baik saja kok," jawab Angel, berusaha tersenyum.
"Jangan dipikirin tentang suami yang tidak punya akhlak itu. Aku akan selalu ada disisimu bila suamimu nekat melakukan hal yang enggak-enggak," lirih Panji.
"Terima kasih ya Ji. Tapi apa salah Aku sama dia? Kenapa dia sangat membenciku? Aku sudah berusaha menjadi istri yang baik buat dia, tapi Aku tetap saja selalu salah dimata dia," Angel, kemudian meneteskan airmatanya.
Panji, dengan segera menghentikan mobilnya lalu menatap Angel, yang terus menangis dan tangannya menutupi wajahnya.
Panji, memeluk sahabatnya dan ikut merasakan sakit yang dia rasakan. Panji, benar-benar tidak tega sahabatnya harus disakiti oleh suaminya.
Bersambung ....
##yuk mampir dan kepoin karya apik ini, dijamin seru dan bikin baper nih. Enggak percaya? Cus ah langsung kepoin.
Blurb:
Shopia Martin tidak pernah menyangka akan terjebak cinta satu malam dengan calon suami sahabatnya. Saat Ganesha Oenelon mengadakan pesta lajang bersama dengan para sahabatnya. Sampai akhirnya dia dituduh sebagai perusak pernikahan sahabatnya sendiri.
Pernikahan yang tidak diharapkan oleh Ganesha dengan Shopia, membuat mereka membuat kesepakatan. Hingga akhirnya Dora kembali hadir dalam kehidupan Ganesha dan Shopia pun memilih pergi dari kehidupan Ganesha. Tanpa disadarinya dia sedang mengandung benih Ganesha.
Mungkinkah Ganesha akan menyadari cintanya pada Shopia? Ataukah dia memilih kembali menjalin hubungan dengan gadis yang batal dia nikahi?
Penasaran???
Ikuti terus ceritanya hingga tamat!
__ADS_1