
Veri kini sudah selesai membahas kerjasama bersama Klien di cafe tersebut. Mereka sangat senang karena sudah sepakat untuk bekerja sama.
"Saya sangat senang bekerjasama dengan anda. Semoga Perusahaan kita tambah lancar dan berkembang lebih baik lagi dengan adanya kerjasama diantara kita," ucap Pak Broto, sambil tersenyum kepada Veri lalu menjabatkan tangannya.
" Iya Pak, saya juga sangat senang bisa bekerjasama dengan anda. Terima kasih sudah mau bekerjasama dengan perusahaan saya," ucap Veri kemudian membalas senyuman Pak Broto dan membalas jabatan tangannya.
"Iya Pak. Oya, karena sudah tidak ada yang harus di bahas lagi saya pamit pulang," ucap Pak Broto, sambil melepaskan jabatan tangannya.
"Iya, silahkan Pak. Semoga kerjasama kita berbuah hasil dan semakin jaya," ucap Veri.
"Semoga saja ya Pak."
Pak Broto pun segera pergi berlalu dari hadapan Veri dan Geo. Kini hanya tinggal mereka berdua disana.
Veri pun memilih untuk pergi dari cafe tersebut dan memilih untuk langsung pulang ke rumahnya.
"Oya, tolong nanti kamu kerjakan semua pekerjaanku dan saya akan tangguhkan semua pekerjaanku padamu untuk hari ini," lirih Veri sambil menatap Asistennya.
"Baik, Pak," Geo sambil menatap atasannya.
Di setiap perjalanan Veri tidak berbicara sepatah pun. Pikirannya masih menghkawatirkan istrinya dan dirinya merasa benar-benar bersalah kepada wanita yang kini sedang mengandung anaknya.
*Dua jam sudah Veri kini sudah sampai di rumah kediamannya. Veri segera keluar dari mobilnya setelah pamitan kepada Geo, sang asistennya.
Veri langsung berjalan memasuki rumah dan Geo pun segera pergi dari rumah Veri dan berjalan menuju perusahaan atasannya.
__ADS_1
Amoy menatap jam tangannya dan merasa heran saat melihat Kakaknya sudah pulang ke rumah.
"Ayo, kita berangkat sekarang," ajak Veri kepada adiknya yang kini sedang duduk disofa ruang tamu.
"Kemana Kak? Oya, tumben jam segini sudah pulang? Kakak bolos ya?"
"Mana ada di katain bolos tadi 'kan Kakak kerja. Sekarang kerjaan Kakak tanggungkan sama Geo karena Kakak harus mencari Angel ke rumah orangtuanya," ucap Veri.
"Oh." Angel, menganggukan kepalanya.
"Sudah ayo, kita pergi sekarang," ajak Veri kepada sang adik.
"Oke, baiklah. Tapi tunggu dulu Amoy mau bawa tas dulu," Amoy langsung berjalan menuju kamarnya untuk mengambil tas.
"Dasar bocah ada-ada saja alasannya. Bukannya langsung berangkat malah ambil tas dulu," gerutu Veri sambil menatap punggung Sang Adik.
"Apakah ada sesuatu yang terjadi denganmu?" tanya Ayah Sofyan, sambil menatap putranya.
"Enggak kok Ayah. Veri sengaja pulang jam segini karena harus mencari Angel ke rumah orangtuanya," jawab Veri.
"Tapi kamu siap menghadapi segalanya?" tanya Ayah Sofyan sekali lagi.
"Veri siap menghadapi kemarahan mereka dan apapun mereka lakukan Veri harus tanggung akibatnya," jawab Veri kemudian tersenyum.
"Baguslah kalau begitu. Berani bertanggung jawab karena kesalahanmu sendiri. Ayah sangat salut sama kamu," Ayah Sofyan, sambil tersenyum pada putranya.
__ADS_1
"Aku sudah siap nih, Ayo kita pergi," ajak Amoy.
"Ayah, Ver berangkat dulunya," pamit Veri kepada Ayahnya.
"Iya, silahkan Nak," Ayah Sofyan.
"Amoy juga pergi dulu ya Ayah mau ngantar Kak Veri mencari kak Angel," ucap Amoy.
"Iya Nak."
Veri dan Amoy segera pergi meninggalkan Ayahnya dan berjalan menuju mobil. Saat mereka sudah berada di dalam mobil dan keadaannya sudah siap Veri dengan segera menjalankan mobilnya.
#######
yuk mampir dan kepoin karya temanku dijamin bikin baper dan seru abis. Yuk ah kepoin enggak nyesel deh.
blurn:
Kehidupan Alisha Fakhira seketika berubah, saat dirinya dijadikan sebagai pelunas hutang keluarganya. Iyaa gadis kecil yang baru beranjak 16 tahun itu dipaksa menikah pada seorang rentenir yang memiliki 4 Istri dan Alisha, menjadi istrinya yang 5. Akan tetapi statusnya sebagai istri hanya berlangsung satu hari saja. Karena diimalam pertamanya, sang suami malah meninggal dunia.
Karena telah dituduh sebagai pembawa sial. Alisha di usir oleh keempat para istri sang rentenir. Bukan hanya mereka saja yang mengusir dirinya. Bahkan keluarganya, juga ikut mengusir dirinya. Karena merasa bingung akhirnya Alisha memutuskan pergi ke kota, untuk mengadu nasib disana.
Bagaimanakah kehidupan Alisha dikota?
Akankah ia menemukan cintanya disana? Yuk ikuti ceritanya, In shaa Allah tak kalah seru dengan novel author yang lainnya loh
__ADS_1