Bertahan Terluka

Bertahan Terluka
62. Berkumpul


__ADS_3

Veri berjalan menghampiri sang istri, kemudian duduk di sampingnya.


"Hari ini, hari yang sangat bahagia. Dimana keluargaku ada disini dan mereka begitu merasa senang bisa bertemu denganmu dan juga Al," Veri, menatap sang istri kemudian tersenyum.


"Iya, hari yang sangat Ayah nantikan kamu dan istrimu kembali bersatu dan kita bisa berkumpul setiap hari seperti ini," Ayah Sofyan tersenyum.


Entah kenapa Angel masih meragukan suaminya dan Wanita itu sengaja bersikap seperti itu ingin mengetahui ketulusan sang suami dan bagaimana sikap dia ketika dirinya tidak pernah memperdulikannya.


"Kamu dengarkan apa yang di bilang Ayah? Dia menginginkan kita bersatu," Veri kemudian merangkul pundak sang istri.


Angel kemudian menatap sang suami, lalu tersenyum dengan terpaksa.


"Oya, permisi dulu ya, Ayah mau ke kamar dulu gerah banget nih," pamit Angel, kemudian melepaskan tangan sang suami.


"Iya, silahkan, Nak," jawab Ayah Sofyan.


Angel pun segera pergi berlalu dari hadapan mertuanya juga sang suami.


"Ini rumah punya Kak Angel?" tanya Amoy menatap Kakaknya.


"Iya, napa emangnya?" tanya balik Veri.


"Enggak napa-napa sih, hebat saja dia sudah bisa membeli rumah dan mobil sebagus ini. Kak Angel emang keren deh," Amoy merasa takjub pada Kakak Iparnya.


"Kamu harusnya bersyukur mempunyai istri yang enggak pernah menuntutmu. Dia, wanita kuat dan hebat mampu membuktikan kalau dia mampu membuktikan dengan kerja kerasnya sendiri tanpa harus di bantu," Ayah Sofyan tidak menyangka mempunyai menantu yang begitu apa adanya, tidak pernah menuntut.

__ADS_1


Veri kemudian menatap pria paruh baya tersebut, lalu tersenyum, " aku juga menyesal Ayah telah membiarkan dia bekerja keras sendiri tanpa mengerti perasaan dia," lirih Veri, tiba-tiba meneteskan air matanya.


"Itu bukan salah kamu, Nak. Dia pergi lamanya tanpa ada kabar sama sekali pada kamu. Mungkin kalau dulu tau keberadaannya, pasti enggak akan membiarkan dia susah, bukan?" Ayah Sofyan menatap putranya.


"Pastinya, aku enggak akan membiarkan dia seperti itu. Makanya, aku akan terus berusaha menyakinkan dia dan dia harus jadi istriku untuk selamanya," Veri menghapus air matanya dan tersenyum pada sang Ayah.


"Baguslah, itu baru namanya laki-laki sejati dan bertanggung jawab," Ayah Sofyan merasa bersyukur akhirnya, Veri bisa berubah dan kini berpikir dewasa.


"Ya udah aku mau pamit dulu ya Ayah ngantuk nih," ujar Veri.


"Iya, silahkan, Nak."


Pria itu segera melangkahkan kakinya menuju kamar. Ayah Sofyan dan Amoy masih setia menemani Al yang kini sedang bermain mobil-mobilan.


Veri menelan salivanya dengan susah dan sebagai pria normal tidak munafik, dia menginginkan tubuh istrinya. Pria itu berjalan menghampiri sang istri dengan pelan-pelan.


"Helo, Sayang," panggil Veri, memeluk istrinya dari belakang.


"Veri?"


Angel merasa terkejut saat mendengar suara yang tidak asing lagi dan kini memeluk dirinya.


"Lepasin! Kamu itu apa-apaan sih," Angel mencoba melepaskan tangan kekar sang suami. Akan tetapi, tenaganya tidak sekuat tangan suaminya.


"Biarkan aku begini, Sayang. Aku butuh seseorang yang mampu membuat diriku nyaman," ucap Veri semakin mempererat pelukannya.

__ADS_1


"Veri ...." ucapan Angel harus tergantung saat merasakan hembusan hangat di lehernya.


Kemudian pria itu mencium jenjang lehernya inci demi inci hingga meninggalkan jejak tanda kepemilikannya. Angel merasa tidak kuasa menahan hasratnya akibat ulah suaminya.


"Jangan lakukan itu," pinta Angel saat Veri terus menjajal hingga kini sampai di dua kembar bukit miliknya.


Angel mendesah saat sang suami melepaskan handuknya sehingga kini tubuhnya keadaan polos, lalu mencium berkali-kali dua bukit kembar tersebut.


Ingin rasanya Angel memberontak tapi tidak bisa karena begitu berat apalagi Veri terus memberikan rangsangan sehingga hasratnya semakin panas.


#######


#Yuk mampir dan kepoin karya temanku dijamin bikin baper dan enggak nyesel deh bacanya.


blur:


Pilih bacaan yang sesuai umur.


Alesia Dallas seorang gadis yang tinggal bersama dengan adik dan ibunya, ayahnya pergi meninggalkan mereka demi wanita lain.


Alesia sebagai anak tertua bertekad akan mengubah kehidupan keluarganya, ia terlahir dari keluarga kalangan biasa namun hidupnya tetap bahagia meski kesusahan.


di usianya yang sangat muda ia di terima di salah satu perusahaan ternama, saat bekerja di sana Alesia selalu menjauh dari masalah apapun. namun tidak menyangka ia malah terjebak dalam obsesi dan cinta dari direktur tempat ia bekerja. bagaimana kisah mereka? akankah Alesia dapat terlepas dari obsesi dan cinta atasannya atau justru sebaliknya Alesia malah mencintai atasannya? yang penasaran yuk langsung simak aja.


__ADS_1


__ADS_2