
Satu minggu kemudian ....
Seorang pria kini sedang berjalan menuju tempat meja makan untuk sarapan pagi. Veri kini sudah siap-siap dengan memakai baju stelan jas khas orang kerja kantoran.
Veri pun langsung duduk di samping putranya dan berhadapan dengan sang istri.
"Pagi, Ayah," sapa Al tersenyum.
"Pagi juga, anak Ayah. Sudah cakep benar pagi-pagi kayak gini terus wangi lagi," Veri sambil menghirup aroma parfum putranya.
"Iya dong, Ayah," jawab Al.
"Mau ikut sama Ayah pulang ke jakarta?" ajak Veri pada putranya.
"Mau, ikut," respons Al.
"Ya sudah sekarang makan dulu nanti kita berangkat ...." Veri tersenyum pada anak kecil itu.
"Hore ...." Al merasa sangat senang.
"Kamu enggak boleh ikut!" larang Angel.
"Napa? Al mau ikut sama Ayah," Anak kecil itu kekeuh ingin ikut pergi bersama Veri.
"Dengar ya, Sayang. Ayah kerja disana, jadi kamu sama Ibu disini. Nanti kalau ada waktu kita kesana," ucap Angel menatap putranya.
"Cius, Bu?" tanya Al menatap sang Ibu.
"Iya, Sayang," Wanita itu tersenyum. ' ya sudah, ayo, kita makan," ajak Angel.
__ADS_1
Mereka pun kini sedang menikmati sarapan paginya tanpa ada yang berbicara satu pun.
Veri kemudian berdehem dan menatap sang istri.
"Kamu yakin enggak mau ikut denganku pergi ke jakarta?" tanya Veri menatap wanita yang kini sedang menikmati makanannya.
"Tentu saja aku yakin. Sudahlah, jangan paksa untuk ikut denganmu," ujar Angel.
Sebenarnya Veri sangat berat untuk meninggalkan istri serta anaknya. Dia berharap sang istri mau ikut dengannya tapi Angel menolak dan kekeuh ingin tinggal di bali.
"Kamu masih tetap istriku, seharusnya jangan menolak dan ikutlah dengan aku kesana. Jangan egois, apakah kamu enggak kasihan dengan Ayahku? Pasti dia menanti kehadiran sang cucu. Kamu tau sendiri kalau Ayah sangat menyayangimu," Veri sangat menyayangkan keputusan istrinya.
Angel menatap sang suami sebentar lalu mencerna perkataan Veri.
Emang benar apa yang dikatakan oleh suaminya kalau Ayah Sofyan sangat sayang pada dirinya. Bahkan dia selalu membela dirinya saat orang-orang menyakitinya.
"Aku enggak egois, tapi aku enggak mungkin meninggalkan rumah ini. Asal kamu tau ya, dengan susah payah aku berjuang banting tulang demi membeli rumah ini," jelas Angel.
"Aku benar-benar minta maaf, aku enggak bermaksud membuatmu susah," Veri menatap Angel.
"Sudahlah yang lalu biarlah berlalu jangan di bahas lagi," sarkas Angel.
"Aku akan menganti uangmu yang sudah dikeluarkan membeli rumah ini dan aku akan memberikan rumah untukmu lebih besar dari ini asal kamu ikut denganku ke jakarta," ucap Veri.
"Kalau enggak ikhlas ngapain kamu ngasih rumah untukku? Mau ngasih rumah tapi dengan syarat aku harus ikut denganmu, dasar aneh!" omel Angel menatap sinis suaminya.
"Ayolah, Sayang, kita mulai kehidupan baru lagi disana. Apalagi ada anak kita lho, dia butuh kelengkapan kasih sayang orangtuanya," Veri benar-benar berharap sang istri mau ikut dengannya.
"Sudahlah kamu jangan maksa agar aku ikut denganmu. Kalau aku mau tinggal disini ya sudah jangan protes!" Angel menatap suaminya.
__ADS_1
"Baiklah kalau emang itu mau kamu. Ya sudah aku berangkat sekarang, kalian berdua hati-hati disini dan jaga diri baik-baik," Veri tersenyum pada wanita yang ada di depannya.
Angel dan putranya hanya mengantarkan Veri sampai depan pintu.
Veri langsung memangku putranya lalu menatapnya. " ingat, jangan nakal ya. Jangan menyusahkan Ibumu. Ayah berangkat dulu ya, nanti Ayah kesini lagi," ucap Veri.
"Iya, Ayah." Al menganggukan kepala.
Veri mencium putranya berkali-kali dan merasa berat harus pergi.
Pria itu memberikan putranya ke pangkuan sang istri.
Veri mengangkat satu tangan kanannya ke atas tepat di depan mata sang istri.
"Ada apa dengan tanganmu? Kenapa enggak sopan sekali," gerutu Angel merasa kesal.
"Iss, punya istri enggak peka banget ya. Ini artinya salim, kalau suami mau berangkat harus cium tangan suami dong," Veri mengelengkan kepalanya.
Angel langsung meraih tangan sang suami, lalu mencium tangan tersebut.
"Nah, gitu dong jadilah istri yang baik," Veri tersenyum.
"Terpaksa!" Angel menatap tajam suaminya.
"Iss, mengemeskan sekali istriku ini."
Veri langsung mencium kening sang istri, kemudian "Cup" mencium lembut bibir manis milik sang istri.
Angel tidak menduga suaminya melakukan hal itu. Veri pun segera melepaskan ciumannya.
__ADS_1
"Ya sudah, aku berangkat dulu ya. Jaga diri kalian baik-baik." Veri segera pergi meninggalkan sang istri dan putranya dan berjalan menuju mobil, dimana disana sudah ada asistennya.
Pria itu langsung masuk ke dalam mobil dan Pak Geo segera menjalankan mobilnya pergi meninggalkan rumah kediaman sang istri.