
Angel kini sudah berada di dalam rumah sakit dan berjalan menuju ruangan dimana mertua serta suaminya berada.
"Kamu sudah dari mana Nak, jam segini baru pulang?" tanya Ayah Sofyan, saat menantunya baru ke ruangan lagi.
"Maaf, Ayah, tadi Angel lagi cari udara segar diluar," jawab Angel, merasa jadi tidak enak hati.
"Lain kali kalau sudah di toilet dan ingin cari udara segar bilang dulu sama kita jadi tidak mengkhawatirkan kamu," lirih Ayah Sofyan.
"Maaf, Ayah," Angel, menundukan kepalanya.
Dari tadi Veri menatap istrinya dengan penuh emosi. Karena merasa ada yang menatapnya, Angel kemudian menatap suaminya dan tersenyum. Akan tetapi Veri malah langsung memalingkan wajahnya.
"Oya Nak, tidak apa-apakan ditinggal sama Ayah dan Ibu?" ucap Ayah Sofyan.
"Iya, enggak apa-apa kok Yah. Oya, ibu mana, Yah?" tanya Angel, baru sadar tidak ada ibu mertuanya.
"Ibu tadi disuruh mencarimu oleh Ayah dan ternyata kamu sudah ada disini," jawab Ayah.
"A-apa ibu lagi mencariku? Sendirian?" tanya Angel lagi.
"Enggak bersama Via," jawab Ayah.
"Ya ampun kasihan sekali mereka pasti marah bila tidak menemuiku," Angel, merasa tidak tega ," ya sudah Ayah, Angel permisi dulu."
"Mau kemana?" tanya Veri.
"Mau mencari ibu sama via, Mas," jawab Angel.
"Sudahlah tidak usah mencari ibu sama via nanti juga kesini," kata Ayah Sofyan, sambil menatap menantunya.
"Tapi Ayah-" Angel tidak jadi melanjutkan bicaranya saat Ibu Mertha dan Via tiba-tiba datang.
"Ternyata ada disini orang yang kita cari menyebalkan sekali," gerutu Via, sambil menatap kesal Angel.
"Kamu kemana aja sih dari tadi Ibu lelah mencarimu dan kamu malah asyik-asyikan disini!" kesal Bu Mertha, sambil menatap tajam menantunya.
"Maaf Bu, Angel benar-benar minta maaf telah membuat Ibu dan Via kelelahan karena aku," Angel, benar-benar merasa tidak enak hati.
"Benar-benar ini orang selalu buat masalah terus," Via, merasa geram.
"Kalian ini apa-apaan sih kenapa marah-marah sama dia? Lagian dia lagi hamil jadi wajar Angel keluar untuk mencari udara segar," ucap Ayah Sofyan.
__ADS_1
"Kenapa sih ayah selalu membela dia terus? Jelas-jelas dia salah telah menyusahkan kita!" Bu Mertha, menatap kesal Angel.
"Iya, aku benar-benar minta maaf Bu. Aku berjanji tidak akan menyusahkan kalian," ucap Angel.
Via, menatap sinis Angel saat berkata seperti itu.
"Tidak akan menyusahkan kita? Jelas-jelas dia telah menyusahkan kita tiap hari. Setidaknya dia harus pergi dari rumah Veri supaya tidak menyusahkan dia batin Via, menatap Angel."
Dipikiran Via, selintas ada pikirin untuk menyingkirkan Angel agar pergi dari rumah Veri.
"Bu, ayo kita pulang. Biarkan Angel saja yang merawat Veri," ajak Ayah Sofyan.
"Oke, baiklah Ayah," Bu Mertha, menerima ajakan Suaminya.
"Oya Nak, Ibu pulang dulu ya Sayang. Nanti Ibu kesini lagi besok," ucap Bu Mertha, sambil menatap putranya.
"Iya, silahkan Bu. Hati-hati dijalannya," kata Veri.
"Pulanglah ke rumah, biarkan mereka berdua disini," ucap Ayah Sofyan, sambil menatap datar Via.
"I-iya, Ayah," Via, tersenyum kepada Ayah Sofyan.
Bu Mertha dan Ayah Sofyan segera pergi meninggalkan putranya serta menantunya. Kini hanya ada Angel, Veri dan Via betiga.
"Aku tadi habis cari udara segar Mas ditaman," jawab Angel.
"Jangan bohong jadi orang! Aku tau kamu sedang asyik-asyikan berduaan sama pria bajingan itu!" Veri, menatap tajam Istrinya.
Angel, merasa terkejut mendengar perkataan suaminya. Bagaimana bisa dia tau kalau dirinya tadi bersama Panji.
"Kamu tau enggak Sayang? selama ini aku lah yang merawatmu disini. Ketika kamu dalam keadaan koma dan selalu setia ada disisimu," jelas Via.
Lagi-lagi Angel, merasa sangat terkejut dan mengelengkan kepala karena tidak percaya Via akan berkata seperti itu.
"Apa benar yang dikatakan oleh Via kalau dirinya yang merawatku?" tanya Veri, kepada Angel.
"Bohong Mas! Justru aku lah yang merawatmu, Mas. Jangan percaya dengan perkataan Via yang jelas-jelas berbohong!" Angel, menatap tidak suka Via.
"Kamu bilang aku berbohong? Kalau enggak percaya nanti aku akan bilang sama ibu agar dia yang berbicara," ucap Via.
"Kamu tahu? Jelas-jelas dia malah asyik-asyikan berdua dengan laki-laki itu setiap hari dan malah aku yang disuruh untuk jagain kamu, Sayang," sambung Via.
__ADS_1
"Bohong Mas, jangan percaya perkataan dia itu tidak benar!" Angel, berharap suaminya percaya kepada dirinya.
"Kenapa sih kamu tidak pernah menghargaiku sebagai suamimu? Mau kamu apa sih? Dan ini apa?" Veri, sambil memperlihatkan poto yang berada di ponselnya.
Angel merasa tidak menyangka kenapa bisa ada poto dirinya dengan panji sedang makan eskrim ditaman.
"Itu 'kan poto aku dan panji tadi sedang makan eskrim. kebetulan tadi panji tiba-tiba datang lalu menemaniku disana," jelas Angel.
"Secara kebetulan? Paling juga janjian 'kan? Emang gitu 'kan kamu sering lakukan saat Veri masih koma?" Via, sambil menatap Angel.
"Jadi orang jangan jadi tukang fitnah! Mau kamu apa sih? Kenapa kamu tega berkata bohong hah?" Angel, merasa emosi.
"Aku bicara sesuai kenyataan kok tidak memfitnahmu. Kenapa kamu tidak terima aku menjelaskan semuanya sama Veri?" Via, menatap tajam Angel.
"Bukan-"
"Stop, hentikan perdebatan kalian!" Veri, memotong pembicaraan Angel lalu menatap Istrinya dan Via bergiliran.
"Aku benar-benar kecewa sama kamu, lebih baik kamu pergi dari sini!" bentak Veri, sambil menatap kecewa istrinya.
"Jangan percaya ucapan dia, Mas. Itu tidak benar Mas," Angel, jadi bingung harus berkata apa supaya suaminya percaya padanya.
"Kamu budeg enggak sih? Veri menyuruh kamu pergi dari sini, jadi pergilah!" Via, sambil mendorong tubuh Angel.
"Mas ...," panggil Angel.
Veri tidak mersepons pekataan Angel dan malah memalingkan wajahnya.
Akhirnya Angel memilih untuk pergi meninggalkan suaminya dengan perasaan penuh kecewa.
Bersambung ....
#yuk kepoin lagi nih karya dari temanku ini dijamin seru banget dan bikin baper loh, cus langsung kepoin.
blurb:
Wanita yatim piatu yang berusia 20 tahun itu pun harus menerima kenyataan pahit ketika dirinya telah mengetahui jika cintanya telah dikhianati oleh sepupunya sendiri tepat dihari pernikahannya akan tiba.
Dengan dirinya yang mengidap penyakit kanker yang ganas yang akhirnya mengharuskan dirinya terjebak dalam sebuah ikatan pernikahan kontrak dengan seorang Pria yang umurnya tujuh tahun lebih tua darinya.
Untuk biaya pengobatan penyakit ganas yang ia derita, ia harus menahan rasa sakit sekaligus siksaan batin ketika sadar jika dirinya hanya akan menjadi Istri dan Menantu yang tak dianggap dari keluarga Pria yang terkenal akan kejamnya.
__ADS_1