Bertahan Terluka

Bertahan Terluka
66. Kejutan


__ADS_3

Siang berganti malam, Angel masih berada di tempat kerjanya. Wanita itu merasa males harus pulang ke rumahnya, apalagi bila bertemu dengan sang suami.


Masih ingat jelas bagaimana suaminya begitu mesra dengan wanita lain. Hatinya kini benar-benar hancur.


"Sudah malam, ayo kita pulang," ajak Satria pada Wanita yang kini sedang melamun.


"Bentar lagi pulangnya ya, masih betah disini," ujar Angel menatap atasannya.


Satria menghembuskan napasnya dengan kasar dan mengerti bagaimana perasaan wanita tersebut.


"Jangan kayak anak kecil, kalau ada masalah selesaikan lah dengan baik-baik," lirih Satria menatap Angel.


"Sejak kapan kamu jadi bijak gini? Biasanya juga selalu mendukung apa yang aku lakukan!" Angel menatap pria itu.


Pria itu menatap wanita yang ada di depannya, lalu tersenyum. "sekarang beda lagi, ada anak kamu lho. Seharusnya lebih berpikir dewasa dan jangan terlalu egois."


Angel memejamkan matanya sebentar dan berpikir sejenak.


"Oke, baiklah, ayo kita pulang." Angel segera beranjak dari tempat kerjanya.


"Yakin mau pulang?" tanya Satria.


"Tentu aja. Lagian aku siap menghadapi si pria brengsek itu!" Angel masih merasakan sesak saat menyebut namanya.

__ADS_1


"Baguslah. Ya udah ayo, pulang."


Mereka segera pergi dari ruangan tersebut dan berjalan menuju mobil milik Satria. Saat sudah sampai di dalam mobil dengan segera Satria menjalankan mobilnya menuju rumah kediaman Angel.


*


*


Satu jam sudah mereka kini sampai di halaman rumah Angel, dengan segera mereka keluar dari mobil tersebut.


"Makasih udah nganterin aku pulang," Angel menatap Pria yang ada di sampingnya.


"Iya, sama-sama." Satria tersenyum.


"Mau masuk dulu ke rumah?" tanya Angel.


"Ya udah, enggak apa-apa. Aku masuk duluan ke rumah ya."


"Iya, silahkan."


Angel segera pergi meninggalkan Satria sendirian di halaman rumahnya. Wanita itu segera berjalan masuk ke dalam rumahnya.


Wanita itu merasa heran saat masuk ke dalam rumah, semua lampu yang ada di ruangan tamu padam.

__ADS_1


'Lho, kok padam? Mereka kemana ya? Jangan-jangan mereka pulang membawa anakku!' gumam Angel hatinya kini merasa mulai cemas, lalu dengan segera berlari untuk menyalakan lampunya.


Betapa terkejutnya Angel saat menyalakan lampu. Matanya berbinar dan merasa tidak percaya.


"Happy brithday ...." teriak orang-orang yang sedang berkumpul di ruangan tamu.


Air mata wanita itu terjatuh dan merasa tidak percaya mereka ingat dengan tanggal kelahirannya.


"Selamat ulang tahun, Kakak Iparku yang cantik," ucap Amoy berjalan menghampiri Angel.


"Makasih, Sayang," Angel memeluk adik iparnya, lalu menguraikan pelukannya.


"Iya, Kak. Semoga semakin dewasa, rezeki lancar terus dan dapat momongan lagi," Amoy menatap Angel.


"Aamiin ... iss, apaan sih kalau bicara." Angel menatap kesal Adik Iparnya.


Seorang pria berjalan menghampiri dirinya. "Selamat ulang tahun, Sayang," Veri menatap sang istri, lalu tersenyum.


Saat Pria itu akan memeluk Angel, tiba-tiba wanita itu menghempaskan tangan Veri.


Angel semakin marah dan masih sakit hati, mengingat kejadian tadi siang yang sudah dilakukan oleh suaminya.


Wanita itu mengangkat satu tangannya, kemudian menampar pria yang ada di depannya sehingga meringis kesakitan.

__ADS_1


Semua orang yang melihat kejadian ini merasa terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Angel pada suaminya.


"Sayang, kenapa kamu menamparku?" Veri merasa tidak percaya sang istri melakukan hal itu di depan orang banyak.


__ADS_2