
Saat Angel akan melangkahkan kakinya untuk pergi, tiba-tiba Veri menahannya lalu menarik tangan Angel.
Wanita itu merasa terkejut saat wajahnya kini semakin dekat dengan laki-laki itu.
"Lepaskan!"
Angel memberontak dan mencoba melepaskan tangannya yang di pegang oleh Veri. Namun, sayangnya tenaganya tidak sebanding dengan pria itu.
Laki-laki itu tidak melepaskannya, lalu tersenyum sinis. Angel tambah terkejut saat Veri menarik tangannya dan membawa ke suatu tempat.
"Hei, lepaskan aku! Gila ya, lho bawa anak orang!" Angel merasa geram.
Laki-laki itu tidak memperdulikan ocehannya, dia terus membawa Angel ke suatu tempat. Saat Veri sudah sampai tempat sunyi dengan segera melepaskan wanita itu.
"Helo, apa kabar, Sayang? Sudah lama kita tidak bertemu," Veri, mendekatkan wajahnya ke wajah wanita itu.
Angel dengan segera menjauhkan wajahnya lalu berjalan mundur karena merasa risih dengan sikap laki-laki itu.
"Mau ngapain kamu bawa aku kesini, hah!" bentak Angel menatap tajam Veri.
"Iss, sudah cantik tapi galak banget ya," Veri menatap sinis Angel.
"Kenapa kamu tega meninggalkan aku begitu lamanya!"
Veri marah besar karena selama dua tahun dirinya hampir strees dan ingin merencanakan untuk bunuh diri. Akan tetapi beruntung ada adiknya dan Ayah Sofyan yang selalu memberikan dia semangat serta selalu memeriksa psikologinya kepada sang ahli.
"Maaf, maksudnya apa yang Anda berkata seperti itu?"
Angel merasa tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Veri.
"Jangan pura-pura tidak tau dan bego, aku tau kalau kamu Angel, adiknya Aleena 'kan?" Veri, menatap tajam Wanita itu.
Wanita itu semakin merasa ketakutan saat berjalan mundur, Veri terus mengikuti langkahnya hingga akhirnya Angel tidak bisa berjalan mundur lagi karena sudah berpas-pasan dengan tembok.
__ADS_1
"Kamu mencoba untuk menjauhiku? Jangan pernah kalau kamu akan bisa lari lagi dari hidupku!"
Veri kini sudah berada dekat dengan Vanes, lalu mendekatkan wajahnya hingga hidung mereka saling bersentuhan. Angel semakin tegang dan membulatkan matanya karena terkejut dengan apa yang dilakukan oleh laki-laki itu.
Angel dengan sekuat tenaga mendorong dada bidangnya sehingga berhasil menjauhkan laki-laki itu darinya.
"Aku bukanlah orang yang kamu maksud! Maaf, anda salah orang!"
Wanita itu mencoba untuk pergi dari hadapan Veri, akan tetapi sayang harus gagal karena Veri menahan tangan Angel kembali.
"Aktingmu luar biasa! Pura-pura bodoh dan tidak mengenalku. Apa salahnya sih, mengakui kalau orang yang aku cari selama ini ada disini yaitu kamu!"
"What dia mencariku selama ini? yang benar saja. Aku tau di cuma pura-pura berkata seperti itu supaya aku belas kasihan padanya. Ayo, Angel, jangan kau percaya ucapannya. Tetaplah pura-pura tidak mengenalnya batin Angel"
"Maaf, aku tidak ada waktu lama lagi harus berdebat denganmu!" Wanita itu mencoba melepaskan tangan laki-laki itu.
Veri enggan melepaskan tangan wanita itu, laki-laki itu mencengkram erat tangannya lalu menarik Angel, kemudian menempelkan benda kenyalnya mengenai bib*r mungil milik wanita itu.
Angel mencoba mendorong dada bidangnya tapi tenaganya tidak sekuat pria itu. Wanita itu terus memberontak agar Veri menghentikan cium*nnya.
"Shitt, aww," ringis Pria itu saat bibirnya merasa kesakitan.
Angel langsung menampar pipi Veri dengan keras karena merasa geram.
"Berani sekali kurang ajar, sama aku!" Angel menatap tajam Veri.
"Kalau emang benar aku adalah wanita yang selama ini di cari, mau apa?" sambung Angel kembali.
"Jadi kamu benar 'kan Angel Puspita yang dulu mengandung anakku?"
Veri merasa senang lalu memeluk wanita itu. Akan tetapi, Angel langsung menghempaskan tubuh Veri.
"Aku mohon sama kamu kembalilah padaku, aku benar-benar minta maaf dulu tidak pernah memperdulikan kamu dan suka menyakitimu. Aku benar-benar menyesal, Angel."
__ADS_1
"What, menyesal? yang benar saja. Aku tau kamu cuma pura-pura supaya aku luluh padamu, lalu dengan seenakanya memperlakukan aku dengan kasar lagi!"
Angel merasa sakit hati bila mengingat kejadian dulu yang pernah Veri lakukan padanya.
"Apa yang kamu ucapkan tidak benar, aku benar-benar menyesal, Angel. Oya, gimana kabar anak kita?" tanya Veri.
"Anak kita?" Angel tertawa sinis, "Maaf, anak yang ada di dalam kandunganku sudah mati!" Angel, segera pergi dari hadapan Veri dan meninggalkan tempat tersebut.
Veri merasa tidak percaya dengan apa di ucapkannya.
"Bohong ... ini tidak mungkin, kamu bohongkan, Angel ...." teriak Veri, tiba-tiba emosi.
Veri lalu menjatuhkan benda-benda yang ada di tempat tersebut, sehingga berantakan.
Angel tiba-tiba menjatuhkan air matanya saat berada di westafel.
'Aku tau, kamu ayah kandung dari Al-Barack. Tapi maaf, aku tidak bisa berkata jujur kalau anakmu masih hidup.' gumam Angel kemudian menghapus air mata yang membasahi wajah cantiknya.
Angel sengaja berkata seperti itu karena tidak mau bila Veri mengetahui anaknya masih hidup, dia akan memisahkan putrannya dengan dirinya.
Saat emosinya sudah bisa dikendalikan, Angel segera pergi dari westafel lalu berjalan menuju tempat dimana Satria berada disana.
########
sambil menunggu lanjutan lagi up-nya yuk mampir dikarya yang satu ini. Di jamin enggak nyesel baca dan bikin baper nih
Blurb:
Cyra menikah dengan Ryan, seorang pemuda yang menderita sakit leukimia sejak kecil, karena keluarga Ryan sangat kaya membuatnya bisa bertahan sampai usianya mencapai dua puluh delapan tahun, namun naas sebelum Ryan berulang tahun ke dua puluh sembilan tahun, ia harus menghembuskan nafas terakhirnya dan membuat Cyra menyandang status janda.
Cyra memohon kepada kedua mertuanya untuk membiarkannya hidup seorang diri,
dan pergi meninggalkan rumah mertuanya, namun sayang permintaan itu ditolak mentah-mentah karena sebuah tradisi keluarga.
__ADS_1
tradisi apa yang mengikat Cyra sampai ia harus tetap tinggal dan menjadi menantu dikeluarga itu?