Bertahan Terluka

Bertahan Terluka
9. Kenapa Membencinya?


__ADS_3

"Apa karena kak angel, terlahir dari keluarga sederhana? Sedangkan kak via, seorang model sekaligus dari keluarga terhormat, sehingga Kakak dan Ibu, sangat membencinya?!" Amoy, sambil menatap tidak suka Veri dan Bu Metha.


"Kamu tahu sendiri jawabannya! Sudahlah jangan banyak bacot, kamu masih kecil jadi jangan ikut campur!" Bu Metha, sambil menatap putrinya.


"Iya, Amoy memang anak kecil! Tapi, amoy, masih punya hati nurani dan tidak sejahat kalian!" Amoy, menatap tajam Ibu Metha.


"Kamu ... kurang ajar ya, sama Ibu!" Bu Metha, mengangkat tangannya untuk menampar putrinya.


Akan tetapi, harus gagal karena Veri, menahan tangan Bu Metha.


"Jangan lakukan itu Bu," Veri, sambil mengelengkan kepalanya.


"Lepaskan saja tangannya Kak, biar Ibu menamparku sepuasnya!" Amoy, merasa geram.


"Kamu ... Jadi anak kurang ajar ya! Sejak kapan kamu berubah? Dengar ya, kamu jangan jadi pahlawan untuk si wanita sialan itu!" Bu Metha, benar-benar kecewa kepada putrinya.


"Stop, hentikan! Kakak benar-benar kecewa sama kamu, Amoy! Sejak Angel, ada disini kamu jadi berubah dan kita selalu salah dimata kamu!" Veri, menatap tajam adiknya.


"Aku tidak berubah Kak, hanya aku membela orang yang tidak salah dan selalu dijahatin sama kalian!" Amoy, kemudian menatap sinis Veri.


"Siapa bilang kalau Kakak jahatin dia? Jadi orang jangan sok tahu!"


"Sudahlah, amoy tidak ada waktu berdebat terus sama Kakak dan Ibu! Amoy, ngantuk permisi mau tidur!" Amoy, dengan segera pergi meninggalkan Veri dan Bu Metha berdua.


"Amoy ...." teriak Bu Metha, merasa kesal kepada putrinya.


"Sudahlah Bu, biarkan saja," lirih Veri.

__ADS_1


"Tapi dia-" ucapan Bu Metha, terputus saat Veri, menyela pembicaraannya.


"Sudahlah Bu, Veri, permisi ya mau ke kamar dulu ngantuh nih." Veri, dengan segera pergi meninggalkan Bu Metha, sendirian.


'Sial! Kenapa jadi begini? Ini semua gara-gara wanita sialan itu!' Bu Metha, dengan mengepalkan kedua tangannya.


'Sudahlah, pusing harus mikirin masalah ini.' Bu Metha, dengan segera pergi dari ruangan tamu dan berjalan menuju kamarnya.


*


*


Veri, kini sudah berada di dalam kamar lalu menatap istrinya sudah tidur diatas ranjang.


'Cepat sekali dia tidurnya? Sudah makan, langsung tidur? Yang benar saja.' Veri, tersenyum sinis.


Karena belum ngantuk, Veri, memilih untuk main game di sofa yang berada di kamar tersebut.


'Nyenyak sekali dia tidur. Aku harus tidur dimana? Di ranjang sudah ditempati lagi. Masa iya, harus tidur di sofa sih? Ya sudahlah aku tidur di ranjang dengan terpaksa!' Veri, berjalan menuju ranjang, dimana disana sudah ada Angel tidur.


Veri, mengambil batal guling untuk membatasi tempat dirinya dan Angel.


'Ah sudah aman nih, wakktunya tidur.' gumam Veri, pada diri sendiri dan dengan segera memenjamkan matanya. Akhirnya Veri, pun tertidur.


*


*

__ADS_1


Keesokan Harinya.


Angel, terbangun dari tidurnya saat merasakan tubuhnya begitu berat. Betapa terkejutnya Angel, melihat Veri, tidur disampingnya.


'Semalaman Veri, tidur disini? Yang Benar saja.' Angel, merasa tidak percaya.


Kemudian Angel, mengangkat tangan suaminya dan menyingkirkan dari tubuhnya.


Angel, kemudian berjalan menuju bathroon untuk membersihkan diri.


30 menit sudah Angel, berada di bathroom. Kemudian Angel, keluar dari bathroom saat sudah selesai mandinya.


Angel, dengan segera berjalan menuju lemari untuk mengambil baju miliknya.


Tiba-tiba Veri, terbangun. Veri, merasa terkejut saat melihat pemandangan yang menggoda hasratnya.


Karena merasa ada yang melihatnya, Angel dengan segera menatap Veri.


"Masih tidur? Tapi kenapa ya, aku merasa kalau dia sudah bangun,' gumam Angel.


Angel, kini sudah selesai memakaikan bajunya. Angel, memilih untuk keluar dari kamar tersebut dan berjalan menuju dapur untuk memasak sarapan pagi.


Veri, langsung membukakan matanya lalu bangun dari tidurnya saat Angel, sudah tidak ada dikamarnya.


'Syukurlah, akhirnya dia sudah keluar.' Veri, menarik napasnya dan merasa lega.


Miliknya hampir menegang saat tidak sengaja melihat tubuh polos istrinya.

__ADS_1


Veri, dengan segera beranjak dari ranjangnya lalu berjalan menuju bathroom untuk mandi.


Bersambung ..


__ADS_2