
Keesokan Harinya.
"Selamat pagi Sayang," sapa Bu Mertha, kepada putranya.
"Pagi," jawab Veri, dengan datar.
Bu Mertha merasa ada sesuatu yang aneh dan tidak melihat menantunya. Kemudian Bu Mertha bertanya kepada Veri dan Bu Mertha hanya mengelengkan kepalanya mendengar perkataan putranya.
"Lagian kamu kenapa ngusir dia sih? Seharusnya dia disini mengurusmu. Semalaman kamu tidur sindirian?" tanya Bu Mertha.
"Enggak kok Bu, aku semalaman menemani dia," Via, tiba-tiba datang dan berjalan menghampiri Bu Mertha.
"Kamu temanin dia semalaman?" tanya Bu Mertha, sekali lagi dan merasa tidak percaya.
"Heem," Via, sambil menganggukan kepalanya.
Sebenarnya aku ogah temanin dia semalaman disini, tubuhku sakit sekali mana tidak nyenyak tidurnya. Aku terpaksa temanin dia supaya percaya yang jagain dia selama ini aku "batin " Via.
"Tumben sekali kamu mau temanin putraku disini?" tanya Bu Mertha, sambil menatap Via.
"M-maksud Ibu apa?" tanya Veri, merasa tidak mengerti.
Via menjadi was-was sama Bu Mertha berkata seperti itu dan Veri pun merasa bingung.
"Maksud Ibumu itu, kenapa mau aku tidur semalaman disini padahal tubuhku lagi kurang fit begitu. Iyakan Bu?" tanya Via, kepada Bu Mertha.
"Kalau kamu enggak percaya dengan ucapanku tanya saja sama Ibu. Oya, Bu, jelaskan sama dia kalau akulah yang mengurus serta merawat dia selama koma dan juga aku tidak bohongkan Bu?" Via, sambil memberikan sambil memberikan kode.
"Be-betul apa yang dikatakan oleh Via. Dia yang telah merawat dan menemanimu ketika koma," lirih Bu Mertha.
Veri, menatap Via lalu menatap Ibunya bergiliran. Entah kenapa merasa ada sesuatu yang terjadi sebenarnya.
__ADS_1
"Sayang, masa kamu enggak percaya dengan ucapan Ibumu sih," Via, mengembungkan pipinya.
"Aku percaya kok, cuma aku kepikiran saja sama Angel. Kenapa dia enggak mau merawatku? Padahal dia istriku dan kenapa dia tega bersama pria lain saat aku koma," Veri, benar-benar kesal.
"Sudah Nak, kamu jangan pikirin dia. Angel bukanlah wanita yang baik untukmu. Kamu harus segera ceraikan dia kemudian menikahlah dengan Via, menantu idaman Ibu," ucap Bu Merta, sambil tersenyum kepada Via.
"Aku tidak mungkin menceraikan dia Bu," ucap Veri.
"Lho, kenapa Veri? Dia bukan wanita yang pantas jadikan istrimu! Lebih baik ceraikan dia!" Kekeuh Via, sambil menatap Veri.
"Dia sedang mengandung anakku jadi tidak mungkin aku menceraikannya! Aku akan menceraikan dia setelah melahirkan anakku!" jelas Veri.
"Oke, baiklah jika mau kamu seperti itu Ibu tidak akan memaksa. Yang penting kamu ceraikan dia dan menikah dengan Via," Bu Mertha, sambil menatap putranya.
"Baiklah Bu. Ya sudah Bu, aku mau tidur dulu ngantuk banget nih," Veri, kemudian memejamkan matanya karena benar-benar ngantuk.
"Ini anak malah tidur lagi, ini 'kan masih pagi, dasar ...." omel Bu Mertha.
"Baiklah," Bu Mertha, pasrah.
"Bu ...." panggil Via.
"Iya, kenapa?" tanya Bu Mertha.
"Aku punya ide supaya Veri segera menceraikan Angel," jawab Via.
"Emangnya apa?" tanya Bu Mertha lagi.
"Kita gugurin kandunganya dia," ucap Via, dengan pelan.
"A-apa gugurin kandungan dia? Yang benar saja kamu," Bu Mertha, merasa keberatan.
__ADS_1
"Kalau bicara pelan Bu, nanti ada yang dengar," bisik Via.
"Maaf, Nak, tapi Ibu-" ucapan Bu Mertha, terputus saat Bi Via, menyela pembicaraannya.
"Sudahlah Bu, bukannya Ibu menginginkan aku segera menjadikan menantu Ibu," Via, sambil menatap Bu Mertha.
"Baiklah Ibu sepakat," ucap Bu Mertha.
Via, kemudian tersenyum dan merasa senang.
Disisi lain, tepat di depan pintu seseorang dari tadi mendengarkan ucapan mereka. Angel merasa terkejut dan tidak menyangka mereka punya niat jahat untuk mengugurkan kandungannya. Awalnya Angel, ingin masuk ke dalam ruangan tersebut langsung memilih pulang dan ke rumah.
###
#Yuk ah kepoin karya temanku dijamin seru dan bikin baper nih, cus mampir enggak nyesel deh,
Dan ini Blurb nya.
Indah adalah seorang gadis yang tinggal di sebuah pedesaan yang jauh dari keramaian kota.
Dia tinggal bersama Ibu tiri dan kakak tirinya, awalnya hidup Indah biasa saja. Sama seperti keluarga pada umumnya, Ibu tirinya Indah menyayangi Indah sama seperti dirinya sayang kepada anak kandungnya. Namun, setelah Ayahnya Indah meninggal, Ibu tirinya menjadi jahat dan memperlakukan Indah layaknya seorang pembantu di rumahnya sendiri.
Indah pernah dijual oleh Ibu tirinya kepada laki-laki hidung belang, untungnya dia bisa melarikan diri dari laki-laki itu dan akhirnya Indah ditolong oleh seorang laki-laki yang bernama Feri.
Siapakah Feri?
Akankah Indah menemukan kebahagiaannya?
Ikuti terus kisahnya!
__ADS_1