
'Dasar wanita gila, aku hampir jantungan! Enggak tau sopan santun sekali dia menutup pintunya begitu keras tepat di depan wajahku,' gerutu Amoy merasa emosi.
Amoy segera berjalan menghampiri Ayah dan Kakaknya.
"Ayah, aku benar-benar minta maaf, aku tidak bermaksud untuk membuat Ayah dan Ibu bercerai," Veri, sambil menatap Ayah Sofyan dan merasa tidak enak hati.
Ayah Sofyan lalu menatap putranya kemudian tersenyum ," ini bukan kesalahanmu, Nak. Emang pantas Ayah ceraikan dia karena Ayah benar-benar kecewa dengan sikapnya yang sangat keterlaluan," lirih Ayah Sofyan.
"Ayah tidak marah sama Veri?" tanya Veri dengan hati-hati.
"Ngapain Ayah harus marah karena Ibumu? Justru Ayah merasa sangat bersyukur telah tau siapa dia sebenarnya," jawab Ayah Sofyan, kemudian tersenyum kepada putranya.
Veri kemudian membalas senyuman Ayahnya lalu memeluknya.
"Maafkan Veri, Ayah. Mungkin aku selalu menyakitimu, Yah dan tidak pernah menjadi anak yang bisa membahagiakan orang tua," lirih Veri merasa dirinya begitu tidak pernah membuat orang yang disayanginya begitu bahagia.
Ayah Sofyan segera menguraikan pelukannya lalu menatap putra yang kini ada di depannya.
"Kamu sudah bekerja keras untuk Ayah. Buktinya sudah hampir lima tahun kamu mengantikan Ayah sebagai Ceo dan mampu membuat perusahaan berkembang dengan pesat," ucap Ayah Sofyan.
"Itu tidak sebanding dengan perjuangan Ayah waktu aku masih kecil dan ketika Ibu masih ada. Kalian begitu rela berkorban demi memenuhi keinginan anaknya dan maaf, Veri belum bisa membalas semua jasamu, Ayah," ucap Veri, sambil menatap Ayah Sofyan.
"Sudahlah Nak, karena itu sudah kewajiban orangtua untuk membesarkan anaknya dengan penuh kasih sayang," lirih Ayah Sofyan, menatap putranya.
"Terima kasih, Ayah. Aku sangat bangga punya Ayah yang sangat pengertian kepada kita. Pasti Ibu sangat senang disana bila melihat Ayah yang begitu bijaksana dan sukses mendidik kami hingga sukses sampai seperti sekarang," Veri, tersenyum kepada Ayah Sofyan.
"Tentu Nak, Ibumu pasti akan sangat senang melihatnya. Tapi Ibu akan lebih senang lagi bila melihat kamu menjadi suami yang bertanggung jawab dan selalu membahagiakan istrimu," ucap Ayah Sofyan kepada putranya.
__ADS_1
Veri tiba-tiba meneteskan airmatanya dan entah kenapa dirinya begitu sangat menyesal telah mempercayai Via dan Ibunya dan bahkan dirinya selalu menyalahkan Angel.
"Angel pergi kemana?" tanya Veri kepada adiknya.
"Entahlah Kak, aku tidak tau. Pas tadi ke rumah dan ke kamar Kak Angel hanya melihat lemari terbuka tanpa ada baju kak Angel sehelai pun dan melihat ada selembar kertas di atas ranjang," jawab Amoy.
"Ya Tuhan, pergi kemana dia? Tega sekali dia meninggalkan suaminya yang masih lemah ini," gumam Veri, merasa kesal pada Istrinya.
"Lagian salah Kak Veri sendiri pasti sudah mengusirnya kan?" Amoy, sambil menatap sinis Kakaknya.
"Kakak tidak mengusirnya kok, cuma Kakak ...." ucapan Veri tergantung karena begitu berat untuk melanjutkannya lalu menatap Amoy dan Ayah Sofyan bergiliran.
"Cuma apa? Pasti Kakak sudah berbuat yang enggak-enggak 'kan sama Kak Angel sampai dia pergi dari rumah?" Amoy, sambil menatap Veri.
Veri tiba-tiba memeluk adiknya dan Amoy merasa terkejut dengan kakaknya yang tiba-tiba memeluknya.
Amoy kemudian menguraikan pelukannya lalu menatap lelaki yang ada di depannya.
"Terus apa yang akan Kakak lakukan sekarang?" tanya Amoy.
"Entahlah apa yang harus Kakak lakukan. Tapi yang pasti Kakak harus minta maaf sama dia atas sikap Kakak yang selalu menyakitinya," jawab Veri.
"Ayah sangat setuju. Minta maaflah sama Istrimu agar dia bisa tenang dan damai menjalani kehidupannya yang sekarang. Apalagi nanti dia akan melahirkan anakmu," lirih Ayah Sofyan.
"Iya, Ayah. Sekarang aku harus cari dia dan meminta maaf sama dia sekarang juga," Veri, mencoba melepaskan selang infus yang menempel di tanggannya.
Veri kemudian mencoba beranjak dari atas ranjang dan tiba-tiba kepalanya pusing.
__ADS_1
"Kakak baik-baik saja 'kan?" tanya Amoy, merasa khawatir.
"Kepalaku sedikit sakit," jawab Veri.
"Sudahlah kamu Istirahat dulu. Lagian kamu belum benar-benar sembuh. Nanti kalau kamu sudah sembuh kita cari istrimu," ucap Ayah Sofyan.
"Emm ... baiklah Ayah," Veri, sambil menganggukan kepalanya.
Tiba-tiba seorang dokter datang ke dalam ruangan untuk memeriksa kondisi Veri.
Ayah Sofyan dan Amoy segera keluar dari ruangan tersebut karena Veri harus diperiksa untuk memastikan kondisi kesehatannya.
Bersambung ...
Yuk ah mampir dan kepoin karya dari temanku ini dijamin bikin baper dan seru banget nih, cus ah enggak nyesel deh kalau mampir,
Cherry Jovanka Emilia bersahabat bernama Neva Aurelia Hadinata dan Steve Roger Timothy.
Kala itu Cherry tak mampu membayar uang Sekolah di karenakan Ibunya sakit-sakitan. Ayah Cherry sendiri sudah meninggal dunia sejak dirinya berusia 7 Tahun.
Neva yang iba kepadanya, meminta tolong kepada Kakaknya bernama Lucas Zander Hadinata seorang CEO di perusahaan Axosha Jewelry untuk menolong.
Lucas dan Cherry pun bertemu. Lelaki muda mapan itu tak menyangka bahwa gadis ini akan menjungkir balikkan kehidupannya.
Bagaimana kisah mereka selanjutnya?
__ADS_1