Bertahan Terluka

Bertahan Terluka
51. Veri?


__ADS_3

"Veri ....?" Angel merasa terkejut saat seseorang yang dikenalnya kini ke rumahnya.


"Kenapa, terkejut?" tanya Veri, menatap sinis wanita itu.


Angel benar-benar tidak menyangka, kenapa bisa dia tau rumahnya.


"Mau ngapain kamu, kesini?" tanya Angel dengan datar.


"Aku kesini mau ketemu dengan anakku!" jawab Veri, sambil menatap Angel.


Angel tertawa sinis sambil menatap Veri, " kamu tuli enggak? Aku sudah katakan kalau anakmu, sudah mati!" jelas Angel.


"Aku harus percaya gitu sama ucapanmu? Tidak!"


"Ya sudah kalau enggak percaya enggak apa-apa. Mendingan sekarang kamu pergi dari sini!" usir Angel.


Saat Angel mendorong tubuh Veri dan mencoba menutup pintunya, Veri langsung menghadang pintu tersebut.


"Mau kamu apa sih!" Angel merasa kesal.


"Aku ingin ketemu anakku!"

__ADS_1


"Aku sudah bilang sama kamu kalau ...." ucapan Angel terputus saat putranya memanggil dirinya.


"Ibu ...." panggil Al.


Deg. Veri merasa sangat bahagia saat melihat anak kecil tersebut. Pria itu matanya berbinar bagaikan melihat harta karun yang begitu sangat berharga.


"Ibu, ayo kita ke kamar," ajak Al kepada Angel.


"Sa-" ucapan Veri harus tergantung saat Angel menyuruh putranya untuk ke kamar duluan.


"Sayang, kamu ke kamar duluan aja sama Bibi. Ada tamu tak di undang tiba-tiba datang kesini," ucap Angel, sambil menatap putranya.


"Baiklah, Bu." El segera berjalan ke kamar bersama Bi Wati.


"Bohong? Emangnya aku sudah berbohong apa sama kamu?" tanya Angel, menatap sinis Veri.


Veri menyilangkan kedua tangannya sambil menatap kesal wanita yang ada di depannya. Bagaimana tidak? Angel tanpa merasa bersalah.


"Jangan so pura-pura enggak tau! Kamu bilang anakku sudah mati? Tapi buktinya tadi? Dia memanggilmu, Ibu? Bukankah dia anakku juga," jelas Veri.


"Bukan urusanmu! Sekarang pergi, dari sini! pinta Angel."

__ADS_1


"Kamu mengusirku? Asal kamu tau ya, Aku enggak akan pergi dari sini sebelum kamu mengatakan yang sebenarnya!"


Veri semakin marah karena Angel tidak berkata jujur.


"Oke, baiklah. Dia emang anakku! Terus kamu mau ngapain?" tanya Angel menatap tajam laki-laki itu.


"Kenapa kamu tega berbohong sama aku? Apa alasannya!" Veri merasa tidak terima dirinya di bohongi.


"Karena aku takut kalau mengatakan yang sebenarnya, kamu pasti akan memisahkan El dan aku 'kan!" jelas Angel.


"Ck, alasan aja. Lagian mana mungkin aku memisahkan kamu dan dia? Harusnya kamu mikir dong, aku bukanlah pria egois yang suka seenaknya!"


"Baguslah kalau begitu. Karena semuanya sudah aku jelaskan, sekarang kamu pergi dari sini!"


Angel, mencoba mendorong tubuh Veri lalu menutup pintunya, akan tetapi, harus gagal karena lagi-lagi Veri mampu menahan pintunya.


"Aku enggak akan pergi dari sini, Angel! Aku ingin hidup bersamamu serta anakku," ujar Veri menatap istrinya.


"Kamu gila ya? Harusnya kamu bersyukur dengan kepergianku, kamu bebas menikah dengan pacarmu tanpa ada orang yang harus tersakiti!"


Veri kemudian tertawa dan mengelengkan kepala, " Angel, Angel ... apa yang dikatakan kamu enggak benar. Aku belum menikah dengan Via," jelas Veri.

__ADS_1


"Bohong! Aku tau, kamu cuma pura-pura menipuku agar akan kembali padamu, terus kamu mengambil anakku, kemudian memisahkan aku dan putraku 'kan!" Angel menatap sinis suaminya.


"Aku sudah bilang sama kamu, itu tidak benar Angel!" Veri merasa bingung harus gimana lagi menjelaskannya.


__ADS_2