Bertahan Terluka

Bertahan Terluka
67. Selamat ulang tahun


__ADS_3

"Belum sadar juga dengan kesalahanmu!" bentak Angel menatap suaminya.


"Maksudnya apa sih, Sayang?" tanya Veri benar-benar tidak mengerti.


Angel menatap pria itu dan tersenyum sinis. " kamu pikir aku bego? Aku udah tau semuanya!" Wanita itu benar-benar emosi.


"Aku benar-benar enggak mengerti maksudnya, apa?" Pria itu mengaruk kepalanya yang tidak gatal.


Angel tidak sengaja melihat wanita yang tadi bersama dengan suaminya disana.


"Oh, jadi wanita itu ada disini ya?" Angel menatap wanita yang ada di samping Ayah Sofyan dengan tatapan sinis.


"Maksudnya kamu apa sih, Sayang? Coba jelasin!" pinta Veri


"Dengar ya kalian semuanya, kalau pria yang ada di depanku ternyata selingkuh dengan wanita itu!" Angel menunjuk wanita yang dimaksud.


Semua orang merasa tercengang mendengar perkataan Angel.


Veri hanya mengelengkan kepalanya mendengar perkataan sang istri, lalu berjalan menghampiri wanita yang tadi siang makan di restoran bersamanya.


"Sudah bicaranya?" tanya Veri, kemudian merangkul wanita tersebut.


"Kak, lepasin! Lihat Kak Angel marah tuh," bisik wanita itu.


"Sudah tenang aja," ujar Veri pada wanita tersebut.


"Kalian bisa lihatkan apa yang sudah dilakukan oleh si pria brengsek itu!" Angel menatap kesal suaminya.


Veri terbawa terbahak melihat istrinya begitu sangat marah.


"Cemburu? Terserah aku dong mau lakuin apa juga," Pria itu menatap istrinya.


"Kurang ajar, kamu! Lagian siapa yang cemburu? Pria se-brengsekmu enggak layak untuk di cemburui!" Angel menatap tajam suaminya.


"Baguslah!"


Suasana pun semakin mencengkram saat sepasang istri saling menatap tajam satu sama lain.


Air mata yang tadi ditahannya tiba-tiba menetes membasahi wajah cantiknya dan tidak kuasa menahan rasa sakit dihatinya.


"Kak Angel ...." panggil Amoy menatap Kakak Iparnya.


"Iya." jawab wanita itu dengan datar.


"Aku ingin menjelaskan kalau dia itu ...." ucapan Amoy terputus karena Angel memotong pembicaraannya.


"Kalau dia istrinya, Kakakmu 'kan? Kenapa kamu tega menyembunyikan ini semua!" Angel semakin geram.


"Bukan gitu Kak, tapi ...." lagi-lagi ucapan Amoy harus terputus karena Angel menyela pembicaraannya.


"Stop, enggak usah dijelasin, semuanya udah jelas!" Angel menghapus air matanya yang membasahi pipinya.


"Yakin nih, Kakak enggak mau dengar penjelasanku?" Amoy menatap Kakak Iparnya.


"Sudahlah Moy, enggak usah kasih penjelasan dia juga enggak peduli!" ketus Veri.


"Kamu ...." Angel menatap kesal suaminya.


"Udah ih Kak Veri, kasihan tau Kak Angel dikerjain terus," sahut Amoy.


Angel menatap Adik Iparnya, lalu mengerutkan keningnya.


"Maksudnya?" tanya Angel merasa tidak mengerti.


"Sebenarnya Kakak itu sedang di prank oleh si pria brengsek itu!" jelas Amoy menatap Angel.

__ADS_1


"Wanita itu sebenarnya, sepupuku," sambung Amoy kembali.


Amela pun berjalan menghampiri Angel, lalu tersenyum.


"Apa yang dikatakan oleh Amoy benar, aku sepupunya. Maafin, aku ya Kak," Wanita itu memeluk Angel, lalu menguraikan pelukannya.


"Aku di paksa terus sama dia untuk sandiwara. Awalnya menolak sih, tapi karena Kak Veri kasih uang jadi aku mau deh nurutin kemauan dia," Amela tertawa terkekeh.


"Veri ...." teriak Angel menatap kesal istrinya.


"Apa, Sayang? Maaf, kamu di prank sama suami yang gemas ini," Pria itu berjalan menghampiri istrinya.


"Bukan gemas, tapi nyebelin tau enggak," Angel mencubit pinggang suaminya.


"Aww, sakit, Sayang," ringis Veri menatap istrinya.


"Maafin aku ya, Sayang. Aku sengaja lakuin ini karena ingin tau reaksimu," Veri memeluk istrinya.


"Tentu aja, aku akan marah," ucap Angel.


"Marah karena cemburu ya?" Veri menatap wanita yang ada di depannya dengan intens.


"Bukan cemburu tapi kurang ajar tau. Sakit saat melihat suami sendiri bermesraan dengan wanita lain." Angel meneteskan kembali air matanya.


"Maafin ya, Sayang. Jangan nangis dong. Oya, happy brithday my honey, panjang umur, semakin dewasa dan terima sudah menjaga anakku hingga tumbuh besar sampai sekarang," Veri mencium lembut keningnya, lalu mencium bibirnya.


"Makasih Mas." Angel tersenyum pada sang suami.


"Oya, aku punya kejutan untukmu," lirih Veri.


"Kejutan? Emangnya apa?" tanya Angel.


"Tunggu sebentar!" Veri berjalan menuju suatu tempat.


Angel merasa terkejut saat sang suami mendatangkan seseorang yang sang ia rindukan. Bagaimana bisa, Veri mendatangkan keluarganya ke Bali.


"Iya, Sayang?" ucap Ibu Sofi menatap putrinya.


Angel langsung memeluk wanita yang kini telah melahirkan dirinya.


"Ibu sehatkan? Angel kangen," ujar Angel.


"Sehat kok, Nak. Ibu juga kangen sama kamu, Nak." Bu Sofi menguraikan pelukannya.


"Kamu semakin cantik aja dan terlihat dewasa, Sayang," puji Bu Sofi pada putrinya.


Angel hanya tersenyum mendengar pujian Ibunya, netranya kini menatap pria paruh baya yang ada di samping Kakaknya.


"Ayah ...." Angel langsung memeluk pria yang selama ini selalu menafkahi keluarganya saat dirinya belum menikah.


"Iya, Nak, syukurlah kamu baik-baik aja dan tumbuh menjadi wanita yang cantik dan dewasa, Nak," ucap Ayah Rozak.


"Iya, Ayah. Makasih udah mau datang kesini," Angel tersenyum.


"Makasihlah sama suamimu, karena dia yang menyuruh kita datang kesini, bahkan diboyong pakai pesawat jet pribadinya." Ayah Rozak merasa bersyukur menantunya sudah berubah dan sangat menyayangi putrinya.


Angel menatap suaminya, lalu tersenyum, " makasih Mas atas semuanya telah mendatangkan keluargaku." Angel memegang tangan suaminya.


"Sama-sama, Sayang. Aku sengaja biar kamu senang dan aku ingin semuanya berkumpul dihari kelahiranmu."


Angel memeluk suaminya dan benar-benar tidak menyangka suaminya begitu perhatian dan berusaha menyenangkan dirinya.


"Ehem, main peluk aja ini tempat umum lho. Mentang-mentang suaminya sudah tobat aku dilupain," ceplos Aleena.


Angel melepaskan pelukannya, lalu menatap wanita yang selama ini selalu membelanya saat orang-orang berani menyakitinya.

__ADS_1


"Ih Kak Aleena apaan sih kalau bicara," gerutu Angel, kemudian memeluk Kakak kandungnya.


"Habisnya aku di cuekin sih." Aleena pura-pura kecewa.


"Maaf Kak," ucap Angel.


"Ih, keponakan Aunty cakep dan cantik benar kayak papahnya," puji Angel.


"Tentu aja, enggak nyesel deh Kakakmu menikah denganku menghasilkan benih yang tampan dan cantik," celetuk Juna.


"Apaan sih Mas, malu tau banyak orang," ucap Aleena menatap suaminya.


"Napa harus malu? Justru bangga dong, Punya pabrik yang bisa menghasilkan kualitas bagus," ceplos Juna kembali.


Orang-orang yang ada disana pun tertawa mendengar perkataan Juna.


Satu-persatu mengucapkan selamat pada wanita yang kini sedang berulang tahun.


Hati Angel merasa sangat bahagia di hari ulangtahunnya keluarga besar kumpul disana dan ini moment yang sangat ia impikan selama ini.


Veri memegang tangan istrinya dengan erat dan merasa sangat bahagia bisa bersatu kembali dengan wanita yang selama ini ia cari.


"Ayah, Ibu ...." panggil Angel.


"Iya, Sayang?" tanya Veri.


"Ngantuk," jawab Al.


"Ya udah, ayo, kita tidur," ajak Angel.


"Ikut ...." rengek Veri.


"Iss, apaan sih Mas."


"Jangan menolak dosa tau. Kita bikin anak lagi," bisik Veri.


Angel merasa terkejut mendengar perkataan suaminya, kemudian mengelengkan kepalanya.


Angel dan Veri pun berpamitan pada keluarga besarnya yang kini sedang asyik berbincang-bincang dan menikmati makanan dan minuman yang sudah disediakan oleh Bi Ita sebelumnya.


Mereka pun segera berjalan menuju kamar putranya yang kini sudah tidur di pangkuan Veri.


Saat sudah sampai di kamar dengan segera Veri menidurkan putranya.


"Tidur yang nyenyak, Sayang," Angel mencium kening putranya.


"Ayo, Sayang," Veri menarik tangan sang istri.


"Mau kemana, Mas?" tanya Angel.


"Kita akan menikmati indahnya surga dunia," jawab Veri.


Angel merasa salah tingkah dan pipinya memerah.


Saat sudah ada di kamarnya, Veri segera mengunci kamarnya dan memangku sang istri ke atas ranjang.


Hasratnya pun tidak bisa ditahan, dengan segera melepaskan baju miliknya serta sang istri sehingga kini keduanya keadaan polos tanpa sehelai benang.


Pria itu segera melakukan penyatuannya ke milik sang istri dan mereka benar-benar sangat menikmati indahnya surga dunia, apalagi kini mereka melakukannya dengan tulus dan saling mencintai.


"Makasih, Sayang untuk semuanya. Aku janji akan menjadi suami yang tanggung jawab dan selalu membahagiakanmi," Veri mencium lembut bibir manis sang istrinya.


Angel hanya menganggukan kepalanya dan tersenyum.


Mereka sangat bahagia yang dulunya saling membenci kini bisa menjadi pasangan suami istri yang saling mencintai dengan tulus.

__ADS_1


"Tamat/ End"


Ceritanya sudah berakhir sampai disini😊. Terima kasih semuanya kepada Bunda, Kakak2, Teteh yang sudah mampir dikaryaku🙏. Maaf ya, banyak typo, kata-kata yang terlewat 🙏dan makasih atas dukungannya, semoga kalian semua sehat selalu dan bahagia terus😊😊.


__ADS_2