Bertahan Terluka

Bertahan Terluka
27. Ribut.


__ADS_3

"Dok, gimana keadaan suami, saya?" tanya Angel, benar-benar khawatir.


"Kamu harus sabar Nak," lirih Bu Sofi, menenangkan putrinya.


"Keadaan beliau baik-baik saja," jawab Dokter Han-han.


"Syukurlah kalau begitu," Angel, merasa sangat senang.


"Tapi beliau belum sadarkan diri dan kemungkinan mengalami koma," lirih Dokter Han-han.


"A-apa? Koma?" Angel, merasa terkejut.


"Iya," Dr. Han-han menganggukan kepala ," ya sudah kalau begitu Saya permisi dulu," pamit Dr. Han-han.


"Ya silahkan Dok," jawab Angel.


"Bu ...," panggil Angel, kemudian memeluk Ibunya.


"Kamu harus sabar ya Sayang, Ibu yakin suamimu akan baik-baik saja," lirih Bu Sofi, sambil mengusap punggung putrinya.


"Iya, Bu," ucap Angel, kemudian menguraikan pelukannya.


Sang Suster pun kini membawa Veri, keluar dari ruangan operasi dan berjalan menuju ruangan rawat. Angel, serta yang lainnya langsung berjalan mengikuti suster tersebut .


*


*


Veri, sudah berada diruangan rawat inap. Wajahnya terlihat pucat, tangannya dipasang selang inpus serta hidungnya.


Angel kini sedang duduk disamping suaminya, serta menatap wajah pria yang kini sedang berbaring.

__ADS_1


Entah kenapa baginya, begitu ada rasa bersalah. Walaupun suaminya sering kali menyakitinya, akan tetapi Angel tidak pernah membencinya.


Seseorang tiba-tiba datang berjalan menghampiri putranya.


"Apa yang terjadi denganmu, Nak? Kenapa bisa sepeerti ini," lirih Bu Mertha , sambil menatap putranya.


"Sabar ya Bu, Ayah yakin anak kita pasti baik-baik saja," ucap Ayah Sofyan.


"Ayah bilang baik-baik saja? Lihatlah Yah, putra kita berbaring lemah," lirih Bu Metha.


"Ayah tau tapi sudah gimana lagi Bu? mungkin ini sudah takdir putra kita harus seperti itu," ucap Ayah Sofyan.


"Oh, jadi Ayah senang bila putra kita seperti ini? Ayah benar-benar jahat!" Bu Metha, menatap kesal suaminya.


"Bukan begitu maksudnya Bu, Masa Ibu tidak mengerti sih. Lagain siapa juga yang mengharapkan putranya harus seperti itu," lirih Ayah Sofyan.


Amoy tiba-tiba datang dan berjalan menghampiri Kakaknya.


"Dia kecelakaan Moy dan menyebabkan luka parah dibagian kepalanya dan beruntunglah dokter segera mengoperasi kepalanya," jelas Angel, sambil menatap adik iparnya.


"Ya Tuhan, kenapa bisa sampai begitu? Beruntunglah Kakakku masih bisa diselamatkan," Amoy, merasa bersyukur


Bu Metha kemudian menatap menantunya dengan tatapan penuh curiga.


"Apa yang sudah kamu lakukan kepada putraku!" bentak Bu Mertha, sambil menatap tajam menantunya.


"Aku tidak melakukan apa-apa kepada Mas Veri, Bu," jawab Angel.


"Bohong! Mana mungkin dia bisa seperti ini kalau bukan karena ulahmu," Bu Mertha, merasa tidak percaya.


"Berani bersumpah Bu, aku tidak melakukan apa-apa. Dia begini karena kecelakaan," jelas Angel.

__ADS_1


"Bu, kalau bicara tuh dijaga! Main nuduh sembarangan saja," geram Aleena, sambil menatap tidak suka Bu Mertha.


Bu Mertha, menatap Aleena dari atas sampai bawah lalu tersenyum sinis.


"Oh, ternyata ada pembela juga. Kamu siapanya dia? sok bela-belain dia segala," Bu Metha, menatap tidak suka Aleena.


"Aku, Kakak kandungnya, Angel. Emangnya kenapa?" tantang Aleena.


"Asal-" ucapan Bu Mertha harus terputus saat Ayah Sofyan menyela pembicaraannya.


"Stop, hentikan Bu. ini di rumah sakit loh. Lagian Ibu ini kenapa sih dari tadi bikin ribut mulu, malu tau," ucap Ayah Sofyan.


######


#yuk mampir dan kepoin karya temanku ini dijamin seru dan bikin baper. Cus ah kepoin enggak nyesel deh.


Promosi nomor 15


Blurb : Cinta Terlarang. Begitulah dia menyebut perasaannya ini.


Bercerita tentang seorang anak berusia 10 tahun yang mengalami nasib malang. Kedua orang tuanya meninggal karena kecelakaan maut. Namun, ada seseorang berhati malaikat yang mau mengadopsinya sebagai anak.


Waktu berlalu, hingga si anak ini beranjak dewasa. Reina, tumbuh menjadi gadis cantik dan manis. Banyak pria yang mengincarnya untuk menjadikannya pacar.  Namun, perasaan cintanya telah terpaut pada satu orang. Reina mencintai ayah angkatnya sendiri. Namun, dia cukup pandai memendam perasaannya karena dia tahu jika perasaannya adalah cinta terlarang.


Namun sepertinya, Reina tidak bisa terus-menerus memendam perasaannya selama itu. Apalagi setelah sang Ayah telah mengenalkannya dengan calon istrinya yang di pilihkan oleh Neneknya, Ibu dari Ayah angkatnya.


Dia akan mengatakan perasaannya yang sebenarnya pada sang Ayah angkat, meski dia tidak tahu bagaimana nanti respon Ayah angkatnya itu. Tidak peduli dengan apa jawabannya nanti.


Apa cinta Reina akan di terima?


__ADS_1


__ADS_2