
Satu Minggu kemudian ...
Di sebuah ruangan yang sangat minimalis, seseorang sedang duduk dikursi kekuasaannya. Pria tersebut selalu tidak semangat dalam bekerja karena selalu di hantui rasa bersalah dan selalu mengkhawatirkan istrinya yang belum ditemukan. Veri dari tadi hanya membolak balikan berkas-berkasnya.
Seorang asisten pun masuk ke dalam ruangan dan merasa tidak tega saat melihat atasannya yang akhir-akhir ini selalu tidak konsen dalam mengerjakan pekerjaannya dan wajahnya terlihat dekil seperti tidak terurus. Bagaimana tidak? Setiap habis mandi Veri hanya langsung memakai bajunya tanpa menyisir rambut dan melakukan hal lain seperti kebanyakan seorang laki-laki. Makan pun hanya cukup empat suap sendok tidak pernah habis.
"Gimana sudah ketemu?" tanya Veri kepada asistennya.
"Maaf, Pak, saya belum menemukannya. Saya juga sedang menyuruh anak buah saya untuk mencari istri bapak," ucap Pak Geo.
Veri menundukan kepalanya diatas meja dan kini merasa benar-benar khawatir terhadap istrinya, terlebih dia sedang mengandung.
"Dia pergi kemana sih sebenarnya? Sudah hampir seminggu kita mencarinya tapi tidak ketemu. Apakah dia baik-baik saja? Kalau terjadi sesuatu kepadanya bagaimana? Aku tidak akan pernah memaafkan diriku sendiri!" Veri kemudian melemparkan berkas-berkasnya yang ada di atas meja hingga berjatuhan ke bawah lantai.
"Saya yakin istri Bapak pasti baik-baik saja. Jangan selalu menyalahkan diri sendiri Pak, tidak mungkin dia pergi karena ulah pak Veri. Aku yakin pasti ada alasan lain kenapa dia pergi," jelas Pak Geo.
Tiba-tiba Amoy datang dan merasa terkejut saat melihat ruangan kakaknya yang berantakan.
"Apa yang terjadi? Kenapa berantakan sekali ruangannya?" tanya Amoy kepada Pak Geo.
"Kakakmu tadi marah-marah karena istrinya belum ditemukan juga. Saya sudah berusaha mencari dia kemana-mana tapi belum menemukannya juga," jawab Pak Geo.
__ADS_1
"Menyesal dia sekarang, baru tau rasa! Dulu kemana saja saat kak Angel ada di sampingnya? Marah-marah mulu dan selalu menyalahkan dia," gerutu Amoy, sambil menatap kesal kakaknya yang kini sedang berdiri netranya menatap ke luar.
Veri kemudian menatap Adiknya yang sedang duduk di sofa yang berada diruangan tersebut.
"Bantu cari Kakak menemukan Angel," ucap Veri
"Emangnya kita akan mencari kemana lagi, Kak?" tanya Amoy, sambil menatap kakaknya yang kini berjalan menghampirinya.
"Kita akan pergi ke rumah orangtua Angel. Siapa tau dia pasti ada disana," jawab Veri.
"Kalau kak Angel tidak ada disana gimana? Aku yakin orangtuanya pasti akan marah besar sama Kakak dan pasti akan sangat kecewa karena Kakak tidak bisa menjaga putrinya dan apalagi sudah seminggu kita mencarinya tapi tidak menemukannya juga," jelas Amoy.
Veri kemudian duduk disamping Adiknya lalu memejamkan matanya sebentar.
Amoy kemudian tersenyum kepada kakakknya ," Emang Kakak harus tanggung jawab atas semuanya yang telah membuat kak Angel pergi. Oya, Amoy mau menunjukan sesuatu sama Kakak," ucap Amoy.
"Pasti aku akan cari Angel sampai ketemu jika dia enggak ada dirumah orangtuanya. Kasih sesuatu apaan?" tanya Veri sambil mengerutkan keningnya karena merasa penasaran.
Amoy kemudian mengambil ponselnya lalu memberikannya kepada Veri.
"Ada apa dengan ponselmu?" tanya Veri merasa tidak mengerti.
__ADS_1
"Lihat saja pasti Kakak tidak akan menyangka apa yang akan dilakukan oleh Ibu dan Via kepada Kak Angel," Amoy, sambil menatap Kakaknya.
Veri kemudian membuka ponsel adiknya lalu memperhatikan percakapan antara Via dan Ibu Mertha saat di dalam rumah sakit yang terekam cctv.
Veri kini merasa geram lalu mengepalkan satu tangannya karena merasa emosi ternyata Via dan Ibunya berniat untuk mengugurkan kandungannya.
Bersambung ...
####
Promosi lagi nih karya punya temanku, di jamin bikin baper dan seru abis nih. Yuk ah kepoin enggak nyesel deh bacanya.
Dikhianati oleh orang yang dicintai yaitu sang istri membuat Louis Gabriel menutup diri dari wanita, dia menjalani hari-harinya dengan begitu kesepian bahkan tinggal di rumah mewah dan besar miliknya tanpa ditemani oleh siapapun.
Dingin, kasar, dan arogan menjadi sifat Louis yang merupakan salah satu pengusaha terkaya di negaranya. Meskipun Luois menutup hatinya akan seorang wanita, namun, tidak dengan nafsu dan birahi yang ada di dalam dirinya.
Sebagai seorang laki-laki normal tentu saja dia tetap membutuhkan kaum wanita untuk memenuhi kebutuhan biologisnya itu, dan Loius selalu menggunakan jasa wanita penghibur untuk memuaskan nafsu birahinya.
Sampai akhirnya, dia bertemu dengan seorang wanita yang cuek, urakan bahkan pecicilan bernama Arista yang mampu membuka hati bahkan mencairkan jiwa yang selama ini membeku.
Seperti apakah pertemuan mereka berdua? akankah Arista menerima cinta dari seorang laki-laki kaya raya, namun, memiliki sifat Arogan dan semena-mena tersebut?
__ADS_1