
2 Tahun Kemudian ...
Seorang anak kecil kini sedang berlari-lari di pantai di temani oleh seorang wanita cantik yang setia menunggunya dari tadi.
"Sayang, jangan lari-lari nanti jatuh."
Wanita tersebut sambil mengejar putranya yang terus berlari di tepi pantai.
"Bu, Al cape."
Al menghentikan langkahnya lalu duduk di atas pasir.
"Ibu tadi bilang sama kamu suruh berhenti." wanita tersebut sambil menatap putranya.
"Bu, Al haus," ucap Al.
"Ya sudah, ayo, kita beli minuman."
Angel dan Al pun segera pergi dari tempat tersebut dan berjalan menuju mini market yang berada disana untuk membeli minuman.
"Ibu, aku mau ini," Al sambil menatap makanan yang di inginkannya.
"Ya sudah, ambil saja makanan dan minuman yang kamu mau."
Al pun merasa senang saat Ibunya berkata seperti itu, lalu Al langsung mengambil makanan dan minuman yang ia inginkan.
Angel merasa terkejut saat putranya mengambil makanan begitu banyak.
"Ini terlalu banyak, Sayang. Ibu taruh lagi yang makanannya separuh."
Al pun mengelengkan kepala dan meminta agar Ibunya jangan menyimpan lagi makanannya. Matanya berkaca-kaca saat Angel akan menaruh makanannya sebagian.
Karena merasa tidak tega Angel pun mengurungkan niatnya.
"Ya sudah tidak apa-apa kalau kamu beli makanan sebanyak ini," Angel tersenyum kepada putranya.
Al pun merasa senang akhirnya makanan yang tadi dipilihnya tidak jadi disimpan kembali.
"Bi, jagain Al ya, aku mau ke kasir dulu," ucap Angel.
"Iya, baik Non," jawab Bi Wati.
__ADS_1
Angel segera pergi ke kasir untuk membayar makanan dan minuman.
"Makasih," jawab Angel saat selesai memberikan uangnya kepada kasir.
Saat Angel melangkah tiba-tiba seseorang tidak sengaja menabrak tubuhnya.
"Maaf, enggak sengaja," lirih seseorang tersebut.
"Iya, enggak apa-apa."
Angel merasa terkejut saat mengenal pria tersebut.
"Kamu?" jawab Angel dan Satria bersamaan.
"Selamat siang."
"Siang juga. Ternyata kamu ada disini juga?" tanya Satria sambil menatap wanita tersebut.
"Iya, Pak. Kebetulan tadi Al haus pingin minum jadi ya kesini."
"Oh. Gimana kabarnya Al? Sudah hampir dua minggu enggak nenggokin dia."
Satria sangat bersyukur bisa ketemu dengan Angel disana. Kebetulan dia ingin mengatakan sesuatu tentang pekerjaan.
"Kamu lagi sibuk?" tanya Satria.
"Enggak Pak, kenapa emangnya?" Angel merasa penasaran dengan jawaban Satria.
"Nanti temanin saya menemui Klien," lirih Satria.
"Ini hari libur, Pak. Masa iya, ada pertemuan Klien?"
Satria tersenyum kepada Angel dan sudah menduga pasti dia akan menolaknya.
"Emang ini hari libur tapi kasihan dia sudah jauh-jauh dari jakarta ke bali. Katanya ingin sekalian silatuhrahmi saja."
"Jauh juga ya jakarta-bali."
"Jauh kalau jalan kaki, kalau cuma naik pesawat yang enggak nyampai 24 jam."
Angel menatap kesal atasannya karena dari dulu tidak pernah berubah dan selalu menyebalkan baginya.
__ADS_1
"Terserah Pak bos saja deh." Angel memutarkan matanya dengan malas.
"Jangan marah dong, nanti cepat tua lho. Oya, jadi gimana kamu mau 'kan temani aku?" tanya Satria.
Angel menatap sebentar Satria lalu berpikir. Angel pun menyutujuinya. Wanita itu tidak bisa menolak ajakan Satria karena selama ini dia yang selalu banyak membantu bahkan selalu menyemangati Angel saat terpuruk hingga akhirnya dirinya menjadi wanita kuat dan mencoba melupakan masa lalu.
"Sebelum kita berangkat kesana, aku mau anterin Al pulang ke rumah." Angel sambil menatap Satria.
"Oke, baiklah."
"Ya udah aku permisi dulu ya, nanti kita janjian dimana gitu," lirih Angel.
"Nanti aku ke rumahmu sekalian ingin lihat si anak cakep itu."
"Baiklah kalau begitu."
Angel pun pamit dan segera pergi dari hadapan Satria lalu berjalan munuju mobil dimana disana ada putranya bersama baby sister.
########
#yuk ah mampir dan kepoin karya ini dijamin bikin baper dan seru nih. Cus ah enggak nyesel bacanya.
blurb:
Bagaimana jadinya, Jika sebuah dendam membawamu terjebak dalam sebuah pernikahan tanpa Cinta?
"Menikahlah denganku," Exel.
"Bagaimana kalau aku menolak?" Dara.
Mampukah Dara mempertahankan Rumah tangganya, dengan orang yang menikahinya hanya karena Dendam? Sedangkan dia sendiri tidak tahu apa penyebabnya,
Dan mampukah seorang Jelita yang notabenenya tomboy, membuat suaminya yang super dingin dan datar jatuh Cinta padanya?
"Kau harus menerima balasan atas Apa yang kau lakukan pada Amara."
"Lakukan Apa yang ingin kau, lakukan Aku tidak peduli," Jelita.
__ADS_1