BISIK HENING CINTA

BISIK HENING CINTA
BUKU HARIAN - Bagian 2


__ADS_3

Sudah kuduga kamu tidak terima dengan pernikahan ini. Tatapanmu penuh tanya dan amarah padaku. Aku tahu di benakmu pasti membenci pengkhianat sepertiku. Sahabat yang sekian lama menghilang lalu kembali hanya untuk merebut kebahagiaanmu. Aku hanya bisa berjanji untuk menjaga Nika untukmu. Aku berjanji untuk membahagiakan dia. Aku tahu kamu kecewa saat kamu terus berjalan memunggungi kami walaupun aku berusaha memanggilmu untuk menjelaskan semuanya. Namun tetap saja kamu pergi. Aku tahu aku tidak layak mendapatkan maafmu, selayaknya aku dihukum dengan beban rasa bersalah yang entah kapan akan hilang 


Usai menikah ku boyong Nika ke luar negeri, kami tinggal di hotel dan bersama-sama mengelolanya. Jauh dari keluarga, jauh dari kenalan dan jauh dari siapapun. Kami benar-benar memulai hidup baru dengan orang-orang baru. Di rumah, kami mempunyai seorang asisten rumah tangga yang benama Mbak Asih dan seorang perawat yang bernama Melati yang akan merawatku karena semakin hari kesehatanku semakin menurun. Tapi Nika, selayaknya seorang istri dan nyonya rumah, dia memegang kendali atas semuanya. Dia sangat dekat dengan Mbak Asih dan Melati. Hubungan mereka tidak seperti majikan dan bawahannya namun cenderung seperti saudara yang tinggal serumah. Nika sangat baik, di sela-sela waktu longgarnya, dia tidak segan untuk membantu pekerjaan Mbak Asih bahkan membiarkan Melati menganggur dan Nikalah yang merawatku.


Aku dan Nika tidur sekamar namun tidak seranjang. Aku bersumpah aku sama sekali tidak berani menyentuhnya apalagi untuk mencumbui Nika. Dia sangat berharga sehingga aku takut jika aku menyentuhnya aku akan menyakitinya. Memegang tangannya saja aku tidak berani. Aneh? Padahal tujuan pernikahan ini adalah untuk mendapatkan keturunan bagi keluargaku. Di saat kondisi kesehatanku semakin menurun, ku rasa waktuku sudah tidak banyak. Namun di satu sisi, aku tidak ingin menyentuh Nika yang berstatus istriku yang sah hanya karena aku sadar, Nika bukan milikku. Aku tidak berhak melakukan itu, karena aku tahu di hati Nika ada cinta yang bukan untukku. Nika melakukannya karena dia ingin membantuku dan memenuhi permintaan bapak, dia dengan rela meninggalkan kebahagiaannya. Nika perempuan berhati mulia, apa yang telah orangtua ku katakan padanya sehingga Nika mau melakukan semua ini masih menjadi teka teki bagiku.


Di satu sore, saat hanya ada aku dan Melati, aku menanyakan hal yang menurutku konyol. Aku bertanya apakah mungkin seseorang bisa hamil tanpa berhubungan badan? Dan Melati menjawab dengan sangat serius dan jawabannya membuat aku merasa lega dan bersemangat. Semua itu bisa dengan program In Vitro Fertilization atau dikenal dengan program bayi tabung. Aku lalu mencari informasi mengenai bayi tabung ini. Dan yang terpenting anak hasil dari program bayi tabung ini merupakan anak kandung jika ****** dan telur yang digunakan untuk program bayi tabung adalah milik suami istri. Sehingga saat dites DNA, anak yang dilahirkan nantinya adalah anak biologisku. Proses pembuahan pada bayi tabung terjadi secara eksternal atau di luar rahim, yakni di laboratorium. ****** dan sel telur digabungkan untuk pembuahan, setelah itu satu atau lebih sel telur yang berhasil dibuahi akan ditempatkan di rahim wanita. Idealnya, sel telur yang telah dibuahi kemudian akan tertanam di lapisan rahim, dan menghasilkan kehamilan. Dengan ini walaupun aku dan Nika tidak melakukan hubungan ****, kami tetap bisa memiliki anak.


Saat Nika pulang dari kerja, aku utarakan niatku untuk melakukan program bayi tabung. Awalnya Nika menolaknya, tapi ini adalah satu-satunya cara untuk mewujudkan keinginan bapak dan ibu untuk memiliki cucu. Aku sama sekali tidak bisa memaksakan diri untuk menyentuhnya dan berhubungan intim dengannya. Bukan karena Nika tidak menarik, tapi aku sangat menghargainya dan saat aku memandangnya, aku merasa sangat bersalah padamu Sandy. Bagaimana aku bisa menggaulinya jika aku terus menerus dihantui tekanan dari diriku sendiri yang terus menerus mengatakan bahwa diri ini pengkhianat. Perlahan aku jelaskan dan akhirnya Nika mau mengerti dan setuju dengan ideki Kami berdua menemui dokter kandungan subspesialis fertilitas terpercaya di kota ini. Sakitku ku jadikan alasan mengapa kami ingin melakukan program bayi tabung ini.

__ADS_1


Nika diberikan obat kesuburan untuk meningkatkan produksi sel telur. Selain itu, Nika juga menjalani USG transvaginal secara teratur untuk memeriksa ovarium dan tes darah untuk memeriksa kadar hormon. Kemudian operasi kecil, yang disebut aspirasi folikular, dilakukan untuk mengeluarkan sel telur dari Nika.  Dengan menggunakan gambar USG sebagai panduan, dokter memasukkan jarum tipis melalui ****** ke dalam ovarium dan kantung folikel yang berisi telur. Jarum tersebut terhubung ke alat penghisap yang menarik telur dan cairan keluar dari setiap folikel satu per satu. Prosedur ini diulang untuk ovarium lainnya. Spermaku ditempatkan bersama dengan sel telur dengan kualitas terbaik. Telur dan ****** kemudian disimpan dalam ruang yang lingkungannya dikontrol. ****** biasanya akan membuahi sel telur beberapa jam setelah inseminasi. Ketika telur yang dibuahi membelah, itu menjadi embrio. Staf laboratorium secara teratur memeriksa embrio untuk memastikan embrio tumbuh dengan baik. Dalam waktu sekitar 5 hari, embrio normal memiliki beberapa sel yang aktif membelah. Embrio ditempatkan ke dalam rahim Nika 5 hari setelah pengambilan sel telur dan pembuahan. Dokter memasukkan kateter yang berisi embrio ke dalam ****** Nika, melalui leher rahim, dan naik ke dalam rahim. Embrionya berhasil menempel di rahim Nika dan tumbuh, dan Nika berhasil hamil.


Aku sering menangis saat mendamping Nika selama proses kehamilan dan saat Nika melahirkan. Bagaimana tidak, Nika mengalami banyak kesusahan. Walaupun Mbak Asih dan Melati merawat dan menjaganya dengan baik, dan Nika tampak sangat menikmati proses itu, tapi bagiku dia sangat-sangat bersusah payah.


Awal kehamilannya, Nika mengaku merasakan kelelahan, payudara terasa nyeri, sakit perut dengan mual muntah. Nika juga mulai memilih-milih makanan, suasana hatinya juga sering berubah, Nika sembelit dan lebih sering buang air kecil. Untungnya, sebagian besar ketidaknyamanan ini hilang saat kehamilan berlanjut ke trimester kedua. Tidur Nika menjadi lebih mudah dan tubuhnya menjadi lebih berenergi, mual dan muntah sudah berkurang, tetapi gejala pada perubahan fisik Nika mulai terlihat. Saat janinnya semakin besar dan berat badan Nika bertambah, sakit punggung, sakit pinggang sering Nika alami. Setiap pagi Nika mengatakan bahwa tangannya mati rasa atau kesemutan, kadang Nika merasakan gatal di perut, telapak tangan, dan telapak kaki. Nika juga mengalami pembengkakan pada pergelangan kaki, jari tangan, dan wajah.


Saat di USG dokter mengatakan bahwa bayinya laki-laki, Nika sangat bahagia. Aku ingin anak ini bernama 'Abi' supaya hidupnya seperti Abhi yang aku inginkan, ceria, santai, baik hati dan mempunyai teman serta sahabat-sahabat yang luar biasa. Nika berencana memberinya nama Abimanyu, anaknya Arjuna, salah satu tokoh pewayangan Mahabarata. Aku menyetujuinya, apapun itu Nika berhak memberi nama untuk anak kami.


Pada suatu pagi, bayinya terasa aktif bergerak. Nika mulai mengalami kontraksi yang bisa menjadi tanda persalinan nyata. Aku lalu membawanya ke rumah sakit. Aku diizinkan untuk berada di ruang bersalin untuk menemaninya. Dokter memeriksa rutin pembukaan dengan pemeriksaan ****** saat mendekati persalinan dan terjadi kontraksi yang teratur serta keluarnya cairan bening, berwarna merah muda atau sedikit berdarah dari ******, menurut dokter, serviksnya membesar dari 6 cm sampai menjadi 10 cm. Kontraksi menjadi lebih kuat dan Nika merasakan ketuban pecah dan mengalami peningkatan tekanan di punggung.

__ADS_1


Dokter telah memeriksa semua persiapan dengan baik, Nika memasuki proses melahirkan. Aku di samping Nika menggenggam tangannya. Dokter meminta Nika untuk mengejan dalam proses melahirkan. Saat mengejan, Nika berusaha tetap tenang. Setelah bayi berhasil dilahirkan, Nika terus mengalami kontraksi ringan. Nika diminta untuk mengejan sekali lagi untuk mengeluarkan plasenta.


Aku menangis tiada henti sambil memeluk Nika. Dia terlihat lemas namun rona bahagia terpancar dari wajahnya. Aku meminta maaf kepadanya karena membuatnya menderita, dengan susah payah saat hamil sembilan bulan lebih dan merasakan kesakitan yang luar biasa saat melahirkan anakku.


Dokter menepuk pundakku dan memberi ucapan selamat pada kami berdua, dan seorang dokter anak meletakkan bayinya di atas dada Nika. Pemandangan yang sangat indah. Nika mempertaruhkan nyawanya hanya untuk melahirkan nyawa baru di dunia ini, dan itu adalah anakku. Abimanyu Wicaksana


...****************...


Terlampir foto bayi mungil yang berbaring di atas dada Arunika. Arunika tampak tersenyum sangat bahagia. Disampingnya ada Abhi yang berlinangan air mata. Antara, bahagia, terharu dan bangga .

__ADS_1


__ADS_2