BISIK HENING CINTA

BISIK HENING CINTA
INILAH CINTA


__ADS_3

POV Author


Arunika dan Sandyakala akhirnya menikah di tanggal yang sama dengan tanggal pernikahan orangtua mereka dan hidup bahagia bersama membangun rumah tangga yang mereka impikan. Abimanyu malah lebih dekat dengan Sandyakala dibandingkan dengan Arunika.


Saat semua kesibukan sudah bisa diatasi, Sandyakala dan Arunika memutuskan untuk berbulan madu di villa area pegunungan yang sejuk saat ulang tahun mereka. Namun Abimanyu tidak ikut atas desakan orang tua mereka. Walaupun rasanya berat untuk pergi tanpa Abimanyu, akhirnya mereka berangkat juga.


Sebelum mereka menuju ke tempat bulan madu, mereka mampir dulu ke candi Prambanan untuk menonton sendratari Ramayana di bawah cahaya bulan purnama. Rencana Sandyakala yang tertunda hampir 10 tahun lebih akhirnya terlaksana juga. Senyum bahagia di wajah manis Arunika membuat Sandyakala senang.


...****************...


POV Sandyakala


Lega rasanya bisa berada di sini sesuai keinginanku waktu dulu walau harus menunggu entah sudah berapa purnama berlalu. Memang benar keputusan papa mama untuk kami pergi berdua. Walaupun sering memikirkan Abimanyu, tapi kami menikmati kebersamaan ini dan membuat perasaan kami saling terikat satu dengan yang lain. Walaupun kami sudah bersama sejak lahir, ada beberapa hal yang membuat kami sedikit harus menyesuaikan diri. Tanganku terus menggandeng atau merangkul istriku, Arunika. Rasanya tak ingin ku lepas lagi, ingin selalu membahagiakan dia.

__ADS_1


"Gimana?" tanyaku sambil mengelus pipi Arunika saat sendratari sudah selesai.


"Seneng," jawabnya sambil tersenyum.


"Kita balik ke hotel, tidur dan besok pagi-pagi kita berangkat ke villa," kataku dan kami pun pergi.


Sesekali Arunika masih menoleh ke arah panggung di area terbuka itu, mungkin suatu saat dia ingin kembali lagi ke sini. Mungkin juga masih berat kakinya melangkah meninggalkan tempat ini. Tapi biar matanya yang menggambarkan kepuasan hati dan kebahagiaan itu sudah cukup membuatku bangga dan senang.


Lama kelamaan ngantuk menjemputku dan ku pejamkan mata. Ciuman lembut terasa menempel di pipi kananku, perlahan ku buka mataku dan Arunika yang tiduran di atas dadaku dan wajahnya begitu dekat dengan wajahku.


"Kok malah bangun? Selamat tidur Sandy," kata Arunika


Dia kemudian mencium pipi kiri dan keningku. Aku kemudian memegang dagu Arunika, dan mencium bibir Arunika dengan lembut **********. Arunika kemudian mengalungkan tangannya di leherku dan kami berciuman sangat inten, saling meresapi dan cukup lama bibir kami saling bertaut.

__ADS_1


"Aku tahu, aku lah satu-satunya laki-laki yang mencium bibir Nika," kataku dengan napas berburu saat kami melepaskan ciuman.


"Iya, dan Sandy satu-satunya laki-laki yang tidur dengan Nika," kata Arunika sambil jarinya menyentuh bibirku.


"Nika gugup?" tanyaku sambil sesekali mengecup bibirnya dan Arunika hanya tersenyum.


Malam ini kami bercumbu, mengungkapkan cinta yang lama terpendam dan melepaskan rindu yang selama ini tak terungkap. Arunika sekarang seutuhnya milikku, dan aku berharap selamanya menjadi milikku.


...****************...


POV Arunika


Sangat nyaman lelap di pelukan Sandyakala. Inilah kisah cintaku yang sebenarnya bodoh, karena kami hanya menyimpan semua sampai meledak barulah kami mengungkapkannya. Dalam hening aku mencintainya dan kini bisa dengan lantang ku ungkap semua. Berharap kebahagiaan selalu bersama kami, sampai akhir nanti.

__ADS_1


__ADS_2