Bismilah Jodoh

Bismilah Jodoh
Meet


__ADS_3

"Eh maaf-maaf saya..."


deg


mata Ajeng seketika membola menatap orang yang baru saja ia tabrak, Reina cengengesan melihat orang itu dan menyenggol bahu Ajeng agar cepat minta maaf.


"Ma-maaf pak, sa-saya gk sengaja," ujar Ajeng tergagap sambil mengelus belakang kepala-nya.


"Kalau jalan lihat-lihat punya mata kan? di pake jangan di pajang doang," ujar orang itu ketus.


"Dih saya udah minta maaf juga," ujar Ajeng tidak terima.


sedangkan Reina sudah menepok jidat-nya sendiri karena ulah Ajeng yang melawan, sebelum pertengkaran mereka berkepanjangan Reina menutup mulut Ajeng sebelum mengucapkan sesuatu dan meminta maaf kepada Anggara setelah itu mereka pergi menuju mobil Reina yang terparkir.


"Hehe maaf ya pak, kalau gitu kami permisi," ujar Reina cengengesan.


setelah sampai di depan mobil Ajeng melepaskan tangan Reina yang masih saja stay di bibir-nya dan menatap Reina tajam.


"Lo apa-apaan sih Re? tuh dosen kalau gk di gituin gk tau diri," omel Ajeng kepada Reina sedangkan yang di omelin hanya cengengesan tidak jelas.


"Ye gue kan menghindari pertikaian antar lo dan entu dosen, orang mah trima kasih ke," ujar Reina ketus.


"Au ah terserah lo, mending sekarang cabut," ujar Ajeng langsung masuk kedalam mobil bagian penumpang.


Reina berdecak dan mengikuti langkah Ajeng dengan berjalan menghentak-hentakan kaki, Reina menyetir mobil dan meninggalkan halaman parkiran mal.


tanpa mereka sadari ada seseorang yang mengikuti mereka sejak tadi dan tersenyum smirik menatap kepergian kedua gadis itu.


"Lihat aja Ajeng sebentar lagi lo akan gue buat hancur haha," ujar seseorang itu pelan, sambil memandang kepergian mereka berdua.


...****************...


"Ck kesel banget gue sama tuh dosen satu, coba kalau bukan dosen udah gue unyeng-unyeng muka jelek-nya," ujar Ajeng mendengus kesal.


emosi-nya belum reda semenjak meninggalkan tempat parkiran, sekarang pukul 14.50 WIB mereka berada di cafe hijau yang pernah Ajeng datangi bersama dosen-nya.


"Udah ah Jeng, mending lo pesen minum lo gk haus apa? dari tadi ngomel mulu, orang-nya juga gk ada di sini," ujar Reina kembali memakan cake coklat-nya.


Ajeng mendengus tapi tak ayal memanggil pelayan dan memesan makanan-nya, ia memesan jus mangga dan cake reedvelfet kesukaan-nya, setelah pelayan itu mencatat pesanan Ajeng ia meninggalkan Ajeng dan Reina.


"Halo guyss, gila kalian parah banget gk ngajak gue," ujar Adeva histeris setelah sampai di meja tempat Ajeng dan Reina duduk.

__ADS_1


"Perasaan kemarin di ajakin deh, tapi kan lo sendiri yang bilang kalau ada acara," ujar Ajeng tanpa melihat kearah Adeva karena masih fokus dengan handphone-nya.


sedangkan Reina sudah mengerinyit bingung dengan kedatangan Adeva tiba-tiba dan yaa kemarin ia bilang tidak mau ikut karena ada urusan penting tapi... kenapa dia bisa ada di sini.


Reina menggelengkan kepala untuk menghilangkan pikiran negatif itu dan memili bertanya kepada orang-nya kenapa ia bisa berada di sini.


"Lo kok bisa ada di sini Dev?"


"Urusan gue udah selesai dan kebetulan rapat-nya di sini, di private room pas mau pulang ngeliat kalian jadi gue samperin aja," ujar Adeva santai samabil memakan cake coklat Reina.


"Eee anjir cake gue," ujar Reina histeris.


"Anjir pelanin suara lo," ujar Ajeng yang sedari tadi diam memperhatikan sahabat-nya.


ia berfikir jika Adeva sudah tidak marah lagi kepada-nya bukti-nya ia mau berbicara seperti biasa lagi kepada-nya Ajeng tersenyum simpul melihat perdebatan Reina dan Adeva hanya karena cake mereka berdebat? oh ayolah itu hanya cake kenapa gk beli lagi coba ya gk reader?


"Iss lo tinggal beli juga kenapa harus cake gue yang kena," ujar Reina masih kesal.


"Ck lo mah sama sahabat sendiri juga," ujar Adeva yang mana ia masih kesal karena di omeli dari tadi.


seorang pelayan datang membawakan pesanan Ajeng, srtelah menaruh makanan itu pelayan itupun pergi meninggal kan tiga gadis itu, Ajeng memakan cake-nya namun ia merasa seperti ada yang memperhatikan-nya.


ia melihat keseliling tapi tidak ada orang yang menatap-nya, Ajeng mengangkat bahu acuh dan mencoba tidak memikirkan siapa yang melihat-nya sejak tadi.


"Bolos aja yuk, kita ngemall aja," ujar Adeva lagi dengan senyum sumringah.


tak


Ajeng menjitak kepala Adeva membuat yang di jitak mengaduh kesakitan dan mengusapa-usap bekas jitakan Ajeng yang sakit-nya luar binasa.


"Bolos kok ngajak-ngajak, kita dah semester tiga bor bentar lagi naik semester 4 bentar lagi lulus jangan bolos mulu," ujar Ajeng.


"Ya... ya atuh sumpah gue males banget Jeng,Ree," ujar Adeva lirih.


"Au ah terserah lo," ujar Ajeng dan Adeva bersamaan setelah itu mereka bertiga tertawa dan membicarakan hal yang sangat tidak bermutu dan terkadang ucapan pedas yang keluar dari mulut Ajeng pun mereka hiraukan sampai menjelang sore mereka habiskan di cafe hijau itu dengan penuh canda dan tawa mereka.


...****************...


seorang gadis tengah berjalan santai mengikuti dua orang gadis di depan-nya tanpa mereka sadari, dari berbelanja sampai makan pun ia mengikuti dua gadis itu.


ia mengikuti kedua-nya sampai di parkiran, saat Ajeng tidak sengaja menabrak orang ia tersenyum bukan, bukan tersenyum melainkan smirik yang ia perlihatkan, ia menonton dengan santai perdebatan yang ada di depan-nya, sampai Reina menarik Ajeng pergi dari hadapan laki-laki itu.

__ADS_1


setelah mobil dua gadis itu pergi ia mengambil handphone-nya dan menghubungi seseorang itu.


"Gue tunggu di cafe hijau, room private," ujar-nya tanpa mendapatkan jawaban ia mematikan sambungan telepon-nya.


"Lihat aja Ajeng sebentar lagi lo akan gue buat hancur haha" ujar-nya tertawa sinis.


gadis itu meninggalkan parkiran dan menuju ke cafe hijau, setelah sampai di sana gadis itu langsung menuju private room yang sudah ia boking sebelum menelpon seseorang itu.


sebelum ia sampai di private room di lantai dua ia tidak sengaja melihat dua gadis itu lagi dan tersenyum, entah apa yang ia rencanakan. setelah itu ia kembali melanjutkan jalan-nya ke private room.


setelah sampai ia menunggu seseorang yang ia telpon tadi, tidak lama kemudian seorang laki-laki tampan memasuki ruangan private room, gadis itu tersenyum saat laki-laki yang ada di depan-nya menatap tidak bersahabat.


"lo sangat mengganggu, apa yang mau lo omongin," ujar laki-laki itu saat telah duduk di hadapan gadis itu.


"Lo mau Ajeng kembali sama lo kan?"tanya gadis itu sambil meminum jus alpukat.


"Iya memang, dan gue masih nyusun rencana untuk dia balik lagi sama gue," ujar laki-laki itu sambil menyandarkan badan-nya kesandaran kursi.


"Dan gue mau Anggara jadi milik gue, lo tau Ajeng sekarang makin deket sama Anggara?" tanya gadis itu.


"Iya gue tau,"


"kalau gitu gue mau ngajakin lo kerja sama, lo bisa dapet Ajeng lagi dan gue bakal milikin Anggara, gimana?" tawar gadis itu.


"Untuk apa gue kerja sama, sama lo?" tanya laki-laki itu.


"Kita bakal dapet apa yang kita mau, Ajeng bakal kepelukan lo dan Anggara bakal jadi milik gue," ujar gadis itu mengulang kata-katanya tadi.


laki-laki itu tampak menimang-nimang dengan ajakan gadis itu, sungguh menggiurkan jik Memang ia akan bersama kembali sama Ajeng dan akhir-nya ia mengangguk.


"Apa rencana lo?" tanya laki laki itu.


gadis itu tersenyum dan menyuruh laki-laki itu lebih mendekat kearah-nya dan ia membisikan sesuatu yang membuat si laki-laki tersenyum puas akan rencana gadis itu.


setelah tau apa rencana-nya laki-laki itu pergi tanpa berpamitan, namun gadis itu terlihat biasa saja dan tersenyum smirik sambil meminum jus-nya.


"Ini akibat-nya jika lo gk mau jauhin Anggara," ujar gadis itu.


setelah itu ia beranjak dari duduk-nya dan meninggalkan private room itu, lalu pergi meninggalkan cafe hijau.


💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕

__ADS_1


eyooo welcobeck di cerita ku.


jangan lupa vote-nya guysss


__ADS_2