Bismilah Jodoh

Bismilah Jodoh
hari keberangkatan


__ADS_3

pagi ini mereka semua sudah berkumpul di kediaman Ajeng untuk berangkat, karena bahan makanan semuanya di simpan di rumah Ajeng jadi mereka memilih kerumah Ajeng terlebih dahulu baru berangkat menuju puncak.


mereka juga sarapan bersama keluarga Ajeng yang ramah dan juga ada kekasih Naya yang menjemput Naya sekalian ikut sarapan pagi.


mereka bertujuh berpamitan kepada kedua orang tua Ajeng, mereka bertujuh kembali mengecek bahan makanan yang mereka bawa.


"ini serius dia bocil gk ikut? " tanya Ajeng.


"iya serius bangett Ajeng, " dramatis Adeva.


"Ck gk usah kayak gitu juga kali, " ucap Ajeng sinis.


ia melirik kearah Reina yang sejak tadi diam terus di samping Dava sang kekasih sambil bermain handphone.


"ya udah kalau udah semua mending sekarang kita berangkat, " ujar Satria yang sudah berjalan menuju mobil-nya yang terparkir di susul Zaki.


"ya udah ayok keburu kesiangan, " ucap anggara kemudian membawa Ajeng memasuki mobil-nya.


begitu juga dengan Reina yang masuk ke mobil Dava dan Adeva yang ikut bersama Satria dan juga Zaki.


mobil Dava dan juga Satria sudah jalan terlebih dahulu sedangkan Anggara mengikuti paling belakang, mobil mereka meninggalkan karangan rumah Ajeng dan melaju di jalan raya.


"huft... semoga aja di sana gk ada masalah deh, " ucap Ajeng menghela nafas.


"kenapa kamu bicara seperti itu? " tanya Anggara melirik sekilas Ajeng dan kembali fokus menyetir.


"perasaanku gk enak... sejak pagi tadi Reina jarang banget ngomong, ada yang aneh antara Dava sama Reina gk biasanya Reina diem kayak tadi mas, " lapor Ajeng.


ucapan Ajeng malah membuat Anggara terkekeh gemas, ia mengambil tangan Ajeng yang tergeletak di atas paha dan menggenggam-nya.


"itu wajar sayang... didalam suatu hubungan pasti selalu ada masalah tidak mungkin tidak... kalau tidak pernah berantem perlu di pertanyakan itu, " ucap Anggara bijak sambil mengelus punggung tangan Ajeng dan juga mencium-nya.


hal itu membuat Ajeng tersipu malu, terlihat dari pipi-nya yang memerah seperti buah tomat matang-asekkkk eh.


"iya sih tapii.... "


"gk ada tapi-tapian sayang... biarin aja mereka kalau mereka minta saran baru kamu kasih dia saran jika tidak biarkan saja dia, " ucap Anggara memotong ucapan Ajeng dan mengelus pucuk kepala Ajeng setelah melepaskan genggaman tangan mereka.


Anggara kembali menggenggam tangan Ajeng, Ajeng memikirkan ucapan Anggara dan dia malah....


melamun.


"mas seandainya kalau ada orang yang dulu kamu cintai terus datang lagi apa yang akan kamu lakukan? " tanya Ajeng tiba-tiba.


Anggara langsung menoleh kepada Ajeng... sungguh pertanyaan yang -ah mantap.


Anggara kembali fokus ke depan setelah itu ia tersenyum dan kembali mengecup punggung tangan Ajeng yang berada di genggaman-nya dan berujar...

__ADS_1


'aku akan melapor ke kamu karna kamu berhak tau dan... jika ia meminta kembali kau akan menolak karena masa depan aku itu kamu bukan dia, " ucap Anggara sambil tersenyum manis.


mendengar penuturan sangat calon membuat hati Ajeng menghangat namun ia ingat sesuatu... apakah benar jika Anggara tidak pernah menjalin hubungan kasih? dia kan tampan mana mungkin wanita tidak mau menjalin hubungan bersamanya? -eh


Anggara mengibaskan tangan-nya tepat di depan wajah Ajeng membuat Ajeng tersadar dari lamunan-bya dan menoleh kepada Anggara.


"hey kenapa sayang? kamu memikirkan apa? " tanya Anggara sesekali menoleh kepada Ajeng.


"mikirin kamu heheh, " ucap Ajeng cengengesan.


ucapan Ajeng membuat Anggara ikut terkekeh dan mencubit hidung mancung Ajeng membuat sang empu mengaduh kesakitan dan mereka tertawa di dalam mobil dan terus bercanda menuju perjalanan ke puncak.


...****************...


"belok kiri, " ucap Adeva memberi tahu Satria.


"iya bawel lo, " ucap Zaki kesal mendengar ochena Adeva yang sama sekali ia tidak mengerti.


"ck gue bukan ngomong sama lo, " ucap Adeva ketus.


"terserah lo cewe emang gk pernah salah, " ucap Zaki sambil menatap sinis kepada Adeva.


"iya lah lo harus ngalah sama cewe, " ucap Adeva bangga.


"bisa diem gk sih lo berdua! " bentak Satria membuat Adeva dan juga Zaki saling pandang dan memilih untuk diam.


dari pada membangunkan macan yang tidur kan? kan bahaya dan setelah itu suasana mobil hening Satria berbicara hanya menanyakan jalan kepada Adeva.


...****************...


"akhirnya sampe juga, " ucap Ajeng setelah turun dari mobil Anggara dan meregang kan otot-otot nya.


"sejuk banget anjir, " timpal Reina yang berada di dekapan sang kekasih.


seperti-bya mereka sudah berbaikan, sedangkan Anggara, Satria dan juga Zaki mulai mengeluarkan bahan makanan dan juga baju mereka untuk di bawa masuk.


"kan udah gue bilang... ya udah yuk masuk, " ucap Adeva.


ia memasuki vila terlebih dahulu dan di ikuti yang lain masuk. mereka bertujuh langsung duduk di sofa yang berada di ruang tengah.


Anggara duduk bersebelahan Ajeng sedangkan Satria bersama Zaki dan Reina bersama Dava sedangkan Adeva duduk di singel sofa.


"di sini cuma ada 5 kamar... jadi gue sama Reina dan juga Ajeng bakal sekamar aja sedangkan kalian terserah, " ucap Adeva membuka suara.


"ya udah kalau gitu masih ada 4 kamar kita pake aja satu kamar satu orang, soal-nya gue gk suka tidur berdua sama lakik, " cetus Zaki.


"ya udah gk papa, dan hari ini mending kita istirahat dulu sama mandi baru nyiapin makan malam deh, " ucap Adeva dan melenggang pergi.

__ADS_1


"ya udah kamu istirahat sana sayang, " ucap Dava dan Anggara bebarengan.


mereka saling tatap Dava yang menatap Anggara kesal sedangkan Anggara menatap datar kepada Dava. hal itupun membuat Ajeng dan juga Reina tertawa.


"cie entar jodoh loh , " ucap Zaki asal.


dan ucapan Zaki malah semakin membuat Ajeng dan juga Reina terbahak sedangkan Dava sudah memberengut kesal dan Anggara menatap Zaki tajam.


"haha ya udah aku ke kamar dulu kamu mandi yah, " ucap Ajeng dan langsung mendapatkan anggukan dari Anggara.


begitu juga Reina dan mereka berdua melenggang pergi menuju kamar dan juga Dava yang meninggalkan ruang tamu dan menatap Anggara sinis.


...****************...


"akhirnya selesai juga... banyak juga ternyata masakan gue, " ucap Ajeng sambil melihat makan malam yang sudah tertata rapih di meja.


"nasi-nya kurang gk yah segini? " tanya Reina menatap Ajeng dan juga Adeva.


"semoga aja cukup, " ucap Adeva dan mendapat anggukan dari Ajeng.


"oke kalau gitu makanan udah siap... gue panggilin para lelaki dulu ya, " ucap Reina dan melenggang menuju ruang tamu yang berisi oleh laki-laki dewasa.


"segala lelaki dah, " ujar Adeva dan memotret makanan ya g sudah tersaji di hadapan -nya.


tidak lama dari itu para lelaki memasuki ruang makan di mana Reina? dia berada di belakang bersama sang kekasih.


"wih enak nih kayak-nya, " ujar Zaki setelah duduk di bangku-nya.


"siapa dulu yang masak, " ucap Adeva bangga.


"lo yang masak? wih keren, " ucap Zaki kagum.


"Ajeng anjir yang masak mana mungkin Adeva bisa masak, " ujar Reina dan duduk di sebelah Dava.


dan karena ucapan Reina membuat semua yang berada di meja makan tergelak terkecuali Anggara dan Satria yang memasang wajha datar.


"ya udah makan yuk, nanti keburu dingin, " ucap Ajeng menengahi.


mereka mulai menyendokan nasi kepiting masing-masing, sedangkan Ajeng menyendokan Anggara terlebih dahulu baru menyendokan nasi kepiring-nya.


dan perbuatan itu tidak luput dari pandangan Zaki dan juga Satria mereka iri? oh jelas karena mereka jomblo apa lagi Adeva yang sudah panas dingin melihat tingkah uwu mereka berdua.


dan mereka mulai memakan makan malam mereka dengan hikmat dan hanya ada suara dentingan sendok yang beradu dengan piring.


"em besok.....


💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞

__ADS_1


haloh guys aku kembali. ada yang kangen gk? jangan lupa tabok like dan juga komen yah smaa votenya jangan lupa.


papah see you next time


__ADS_2