
malam hari ini mereka habiskan dengan acara barbeque'an dan sedangkan besok hari terakhir mereka akan membantu Adeva membuat vidio rekomendasi.
para laki-laki terlihat sedang mempersiapkan panggangan dan juga arang yang akan mereka pakai. sedangkan Adeva dan Reina sedang mempersiapkan bahan-bahan yang akan di bakar.
dan bagian Ajeng membuat bumbu bakaran... Adeva menghampiri Ajeng yang membawa beberapa jagung dan menyuruh Ajeng mengoleskan bumbu kejagung itu.
"jeng bumbunya udah belum? kalau udah olesin ya gue mau liat bakaran-nya dulu, " ucap Adeva.
"iya udah nih, sini gue olesin, " jawab Ajeng seraya mengambil jagung yang berada di tangan Adeva.
Adeva melangkah kearah para laki-laki untuk memastikan jika tempat bakaran sudah siap untuk di pakai.
"bakaran-nya udah siap? " tanya Adeva kepada Zaki yang berada tepat di sebelaha-nya.
Zaki menoleh dan mengangguk lalu setelah itu ia meninggalkan Adeva untuk minum dan di susul oleh kedua Sahabat-nya dan juga Dava.
Adeva kembali ke Ajeng yang ternyata sudah ada Reina yang juga sedang mengoleskan bumbu bakaran kesosis.
"eh Dev nih... bakarin yang udah di oles, " ucap Ajeng ketika menyadari kehadiran Adeva.
"mana sini... ya udah gue bakar dulu ya, " jawab Adeva yang di balas jempol oleh Reina juga Ajeng.
Anggara menghampiri Ajeng dan membantu mengoleskan bumbu sedangkan Reina memberikan sosis dan lain-nya kepada Adeva.
yang di bantu oleh Dava dan Zaki membakar, dimana Satria? woah sudah jelas dia bersantai sambil meminum orange jus-nya.
"ayam bakar juga gk mas? " tanya Ajeng sambil terus mengoleskan bumbu.
"nanti aja kalau kurang baru keluarin ayam atau ikan, " jawab Anggara dan menyudahi mengoles-nya begitu juga Ajeng.
karena semuanya sudah di oleh tinggal di berikan kepada Adeva dan Reina yang sedang memanggang.
"ya udah aku kasih ini dulu ya ke mereka, " ucap Ajeng dan mendapatkan anggukan.
Ajeng meninggalkan Anggara untuk memberikan sosis juga jagung dan kembali ke Anggara setelah memberikan itu dan membawa sepiring sosis juga jagung untuk-nya dan Anggara.
"nih mas, " ucap Ajeng lalu duduk di sebelah Anggara.
Anggara mengangguk dan mengambil satu sosis lalu di tiup-nya setelah sedikit dingin baru ia memberikan-nya kepada Ajeng. Ajeng tersenyum dan menerima sosis itu.
mereka makan sosis bakar sembari mendengar kan lagu yang di putar cukup keras oleh zaki, menikmati malam yang cerah namun sedikit berkabut bersama orang yang di sayang.
Anggara memperhatikan Ajeng yang sedang makan, entahlah rasanya ia masih bermimpi jika Ajeng benar-benar menerima cinta-nya dan membalas-nya.
saat sedang asik memperhatikan Ajeng Anggara mengingat sesuatu dan langsung bertanya kepada Ajeng.
__ADS_1
"sayang... kamu masih di teror? " tanya Anggara.
mereka cukup jauh dari sahabat mereka jadi saat berbicara hal ini mereka tidak perlu berbisik. Ajeng yang mendengar pertanyaan Anggara terkejut sampai tersedak.
"uhuk.. uhuk.. uhuk, " dengan cekatan Anggara memberikan minum kepada Ajeng.
dan langsung di terima oleh Ajeng dan menenggak-nya hingga setengah. nafas Ajeng sedikit terengah setelah mengatur nafas-nya baru ia menjawab pertanyaan Anggara.
"udah beberapa hari ini enggak ada mas, " jawab Ajeng sembari melihat kearah Anggara.
"firasat aku gk enak kali ini, " ucap Anggara sambil terus menatap Ajeng intens.
"ah jangan gitu mas, semoga aja enggak akan terjadi hal yang buruk, " ucap Ajeng berfikir positif.
Anggara mengangguk dan tersenyum.
"aamiin... semoga saja, ya udah lanjutin makan-nya, " ucap Anggara.
Ajeng mengangguk dan kembali melanjutkan makan-nya.
Anggara pun melanjutkan makan-nya sembari terus memperhatikan Ajeng sambil tersenyum bahagia.
...****************...
"gue nyerah sekarang, " ucap laki-laki itu tepat di hadapan gadis itu.
"percuma, dia udah bahagia sekarang. terus untuk apa ngejar-ngejar dia terus? gk akan mungkin dia mau balik sama gue terlebih gue udah pernah sia-sia in dia, " ucap laki-laki itu mulai kesal.
"oke terserah kalau lo emang gk mau lanjutin ini biar gue aja sendiri, " ucap gadis itu tegas.
"oke semoga berhasil bay, " ucap lakititu dan melenggang pergi dari hadapan gadis itu.
gadis itu menatap lekat punggung tegap yang pergi menjauh meninggalkan-nya. ia tetap di pendirian-nya jika ia akan mendapatkan yang ia mau.
dan setelah itu gadis itu pun pergi dari tempat itu menyusul laki-laki itu pergi.
...****************...
"hahah sumpah, gue ngakak parah, " tawa Adeva pecah.
mereka sekarang tengah main TOD, sekarang giliran Zaki mendapat Dare yang di suruh untuk dance girlband asal Korea.
dengan menggunakan bando kelinci milik Adeva tentu-nya dan hal itu membuat mereka semua tertawa kecuali Satria dan juga Anggara.
"sumpah kok lo qiowo seh, " ucap Reina setelah meredakan tawa-nya.
__ADS_1
"cocok banget sumpah Ka, " timpal Ajeng.
"ck malu gue anjir lah, " decak Zaki karena sudah kesal dan...
malu pastinya...
"udah mending bakar sosis lagi, masih ada sisa kan? dari pada sayang, " ucap Anggara menyudahi permainan.
"kamu laper? " tanya Ajeng dengan polos-nya.
ya Tuhan, ingin rasanya Anggara mengarungi Ajeng dan ia bawa pulang akan ia taruh di kamarnya dan di jadikan pajangan.
saking menggemaskan-nya...
"aku gk laper cuma sayang aja kalau gk kenangan, " ujar Anggara sambil mengeluh pucuk kepala Ajeng.
sedangkan para jomblo di sana sudah misu-misu melihat keromantisan Ajeng dan Anggara.
"ck.. tiada hari tanpa bucin, " celetuk Adeva dan langsung memanggang sosis yang tersisa.
Ajeng, Reina juga Dava tertawa melihat tingkah Adeva yang mengambek. Zaki yang melihat itu pun ikut menyusul Adeva untuk membantu sekalinya modus.
"gk kerasa udah malem aja. padahal baru tadi kita buat barbeque, " ujar Ajeng lesu.
"tau cepet banget, " timpal Reina.
Anggara yang gemas pun mencubit pelan pipi Ajeng dan mengusap kepala Ajeng sambil terus menatap lekat kearah Ajeng.
Ajeng yang di tatap seperti itu jadi salah tingkah dan langsung menyembunyikan wajahnya di dada bidang calon suami.
"ululu... nih sosisnya berasa jadi babu gue, " ketus Adeva.
"tau berasa jadi babu gue di sini, " timpal Zaki yang ikut-ikutan.
"dih ngapain lo ngikut-ngikut, " sahut Adeva sewot.
"si-
" udah jangan berantem mending nih abisin sosisnya abis itu beresin terus masuk istirahat udah mulai larut nih, " ucap Ajeng menengahi.
yang langsung di turuti oleh Adeva dan Zaki, mereka menghabiskan sosis bakar dan membereskan kekacauan yang ada di sana setelah itu mereka masuk kedalam vila untuk istirahat.
terlebih sekrang sudah larut malam membuat mereka tanpa basa-basi langsung masuk kamar. malam yang indah di temani sahabt terkasih yang selalu ada.
membuat hati Ajeng menghangat dan ia berharap jika nanti tidak ada kejadian yang aneh ketika pulang ke ibu kota nanti-nya.
__ADS_1
semoga saja...