Bismilah Jodoh

Bismilah Jodoh
Pernikahan Naya.


__ADS_3

Pagi ini Ajeng tengah menemani Naya kaka Ajeng di kamar, sambil mendengarkan ijab kabul yang di ucapkan kaka ipar-nya.


selama itu pun Naya sangat tegang juga bahagia saat pak penghulu bilang 'sah' air mata mereka pun sudah tidak bisa di bendung lagi.


mereka menangis karena bahagia, Ajeng memeluk kaka-nya yang sedang menangis hari karena hari ini adalah hari di mana Naya menjadi seorang istri.


"selamat ya ka, aku turut bahagia, " ucap Ajeng sambil memeluk Naya.


Naya membalas pelukan Ajeng, ia mengangguk bahagia, mereka saling bersitatap dan berpelukan lagi tidak lama dari itu mamah datang.


"kak ayok turun, suami kamu udah nunggu, " ucap mamah.


Naya mengangguk ia membersihkan air mata-nya, untung saja make-up-nya anti air kalau tidak sungguh ia akan malu karena make-up-nya berantakan.


Naya berjalan di tengah-tengah Ajeng dan mamah yang mengapit Naya, mereka bertiga menuruni anak tangga dengan sangat anggun.


di lantai satu di rumah Ajeng sudah banyak tamu yang hadir menyaksikan terucap-nya janji suci, di sana Leon suami Naya, Anggara dan juga ayah Ajeng melihat mereka bertiga sambil tersenyum.


Ajeng dan mamah mengantar Naya ke ayah Ajeng, lalu Ajeng berjalan menghampiri Anggara dengan senang hati Anggara menyambut kedatangan Ajeng.


terlihat ayah Ajeng sedang memberikan putri-nya kepada Leon, sebagai orang yang bertanggung jawab atas Naya karena Naya sudah menjadi istri-nya.


Ajeng melihat Leon mengucapkan siap untuk bertanggung jawab dan membahagiakan Naya selama-nya membuat Ajeng terharu juga bahagia.


sekarang Naya sudah menjadi istri orang, ia sudah tidak bisa menjahili atau di jahili lagi oleh kaka-nya itu namun ia juga sangat bahagia ketika Naya menemukan orang yang tepat.


"husttt jangan nangis... nanti make-up-nya luntur, " ujar Anggara menghibur Ajeng.


"iss kamu mah lagi terharu juga, " ucap Ajeng sambil memukul pelan lengan Anggara yang ia rangkul.


tidak lama dari itu kedua sahabat Ajeng menghampiri mereka berdua, sehabis ini acara salam-salaman antar tamu baru deh mereka ikut naik ke atas panggung untuk mengucapkan kata selamat.


"eh udah sepi naik yuk, " ucap Adeva.


"ya udah yuk, " timpal Reina yang langsung mendapatkan anggukan dari Ajeng dan juga Anggara.


mereka menaiki pelaminan kecil yang berada di ruang tengah dan mengucapkan selamat secara bergantian.

__ADS_1


dan sekarang giliran Ajeng yang mengucapkan selamat kepada kaka-nya, ia memeluk Naya dengan erat sambil mengucapkan selamat dan...


"buat ponakan yang banyak ya kak nanti, " bisik Ajeng di telinga Naya.


Naya yang mendengar itu mencubit pelan pinggang Ajeng dan memelototkan mata-nya malu sudah ia apa lagi Ajeng bicara di depan suami-nya sungguh malu.


setelah itu Ajeng langsung bergegeas turun dari atas pelaminan sebelum terkena cubitan-cubitan yang mematikan dari sang kaka.


Anggara yang melihat tingkah Ajeng hanya bisa menggeleng, lalu ia izin dan menyusul Ajeng yang sudah berjalan menjauh.


Ajeng menghampiri stand makanan, perutnya sudah mulai lapar makanya ia langsung ke stand makanan setelah turun dari pelaminan.


Anggara menghampiri Ajeng yang sedang memakan cake yang di sediakan itupun atas usulan Ajeng.


"tadi kamu bicara apa ke ka Naya? sampai dia malu seperti itu, " tanya Anggara ketika sudah berada di samping Ajeng.


Ajeng menoleh dengan mulut yang penuh dengan cake, sungguh Anggara tidak dapat menahan tawa-nya saat melihat wajah Ajeng yang seperti bakpau itu.


"hahahah, "


Ajeng yang di tertawa kan seperti itu kesal ia memukul-mukul pelan punggung Anggara berkali-kali sampai Anggara memohon untuk berhenti.


"siapa suruh ngetawain aku!, " kesal Ajeng.


"ya abis-nya pacar aku ini lucu banget sih, " goda Anggara sambil menaik turunkan alis-nya.


Ajeng yang di goda seperti itu bukan-nya malu malah menambah kesal, ia tak menghiraukan Anggara dan memilih untuk melanjutkan makan cake-nya.


"kok aku malah di diemin sih? ya udah aku minta maaf... sekarang kita ke taman belakang aja yuk, " ajak Anggara sambil membujuk Ajeng yang tengah merajuk.


"ya abis-nya kamu jangan gitu!, " kesal Ajeng.


"iya-iya maaf, " hanya kata itu yang dapat Anggara ucapkan.


setelah itu Anggara mengajak Ajeng ke taman belakang sebenarnya ia masih kepo apa yang di bicarakan Ajeng sampai membuat Naya malu.


namun karena Ajeng tengah merajuk ia urungkan untuk bertanya kalau tidak yang ada ia akan di diamkan terus oleh Ajeng.

__ADS_1


setelah sampai di taman belakang, mereka duduk di salah satu bangku taman di sana ada anak-anak dari sodara Ajeng atau bahkan anak dari teman sosialita mamah-nya.


"banyak anak kecil!, " ucap Ajeng girang.


Anggara yang melihat itu tersenyum, ia bernafas lega setidak-nya sekarang mood Ajeng sudah mulai membaik setelah melihat banyak anak kecil yang bermain.


"sayang... aku mau tanya, " ucap Anggara kemudian.


Ajeng menoleh menunggu kelanjutan dari ucapan Anggara, ia menatap penasaran apa yang akan di tanyakan oleh Anggara.


"seandainya aku... berselingkuh di belakang kamu apa yang akan kamu lakukan terhadapku dan wanita itu? " tanya Anggara.


Ajeng yang mendengar pertanyaan itu langsung bungkam, yang awal-nya ia selalu tersenyum kini senyuman-nya pudar ia menatap kecewa kepada Anggara.


seperti-nya ada yang di sembunyikan oleh Anggara tapi entah itu apa, Ajeng mengheka nafas dan kembali tersenyum seperti semula.


sedangkan Anggara diam mengamati wajah cantik Ajeng yang tiba-tiba berubah ia melihat mata Ajeng yang memancarkan kekecewaan.


sungguh bukan seperti ini maksud Anggara, ia hanya bertanya saja dan ingin tahu apa yang akan gadis-nya lalukan.


"aku... lebih memilih untuk mundur dan mengikhlaskan kalian bersama, " jawab Ajeng.


Anggara yang mendengar itu terdiam, ia melihat keseriusan dalam ucapan Ajeng, sungguh Anggara tidak akan melakukan itu jika sampai Ajeng pergi dari-nya.


"kenapa? kenapa kamu nanya kayak gitu?, " tanya Ajeng mencoba tenang.


Anggara yang awalnya diam, kembali menatap wajah Ajeng yang tersenyum manis menatap diri-nya. Anggara tersenyum lalu menggeleng.


"enggak aku cuma mau tahu aja, apa yang akan saat tahu aku selingkuh, gk nyangka aja jawaban kamu kayak gini, " jawab Anggara sambil tersenyum.


"kayak gini gimana? " tanya Ajeng bingung.


"biasanya cewe kalau di selingkuhin pasti ngelabrak ke selingkuhan cowo-nya tapi kamu enggak kamu beda sayang, " jawab Anggara lagi.


Ajeng tersenyum dan mengangguk mengerti sungguh ada perasaan yang sangat mengganjal karena Anggara yang tiba-tiba menanyakan hal itu.


apa yang di sembunyikan oleh Anggara sebenarnya? tidak mau memikirkan hal itu lebih lama Ajeng lebih memilih untuk mengajak Anggara makan.

__ADS_1


💞💞💞💞💞💞


oke guyss kita masuk ke konflik terakhirrr nikmatin ya guysss konflik terakhir ini.


__ADS_2