
masih Anggara yak!!!
💞💞💞💞💞💞💞💞💞
setelah menikmati makanan, mereka berdua sedikit bercanda dan juga terkadang Ajeng yang kepo bertanya tentang bagai mana menjadi dosen.
"pak capek gk sih jadi dosen? " tanya Ajeng sambil memakan sosis bakar-nya.
Anggara tersenyum dan memandangi Ajeng membuat Ajeng menjadi salting dan membuang muka ke samping.
"capek apa lagi kalau murid-nya kayak kamu! untung saja yang seperti kamu hanya satu, " ujar Anggara di akhiri kekehan.
Ajeng sempat terpesona dengan kekehan Anggara yang menurut-nya-Akhhh kenapa ia memikirkan astaga.
Ajeng mengangguk dan kembali memakan sosis-nya, ia kepikiran untuk bertanya sesuatu lagi.
"Oh ya pak, ini bapak ngajak saya jalan ada yang marah gk? kalau ada jangan salahin saya ya salahin bapak soalnya kan bapak yang ngajak saya jalan, " tanya Ajeng dan mengundang gelak tawa Anggara.
"hahahah... saya single Ajeng jadi mau saya jalan sama siapa pun tidak ada yang melarang, " ucap Anggara.
Ajeng melotot dengan jawaban Anggara, sebelum ia berucap lagi ia kembali menyiapkan sosis kedalam mulut-nya.
"wah. bapak buaya ya? ternyata, " ujar Ajeng manggut-manggut.
"enak saja... saya bukan buaya lagi pula saya sudah jatuh hati sama seseorang, " ujar Anggara tidak Terima
"wah serius pak? siapa tuh? bisa dong kasih tau, " ucap Ajeng sudah terlalu kepo.
"kepo kamu Ajeng, mau tau apa mau tau banget? " goda Anggara.
"isss jangan gitu dong pak, saya udah kepo nih, " ujar Ajeng kesal.
Anggara terkekeh melihat tingkah Ajeng yang sangat absurd, sumpah Demi apa pun ia ingin membawa Ajeng pulang dan mengurung-nya dikamar biar gk bisa kabur eh-
"hahaha, nanti juga kamu tau kok, " ujar Anggara misterius.
__ADS_1
Ajeng mendelik dari pada ia berdebat mending melanjutkan makan sosis-nya tapi walau dengan hati dongkol dan penasaran yang sudah sangat tidak bisa ia tahan.
Ajeng melihat kearah laut, ternyata matahari mulai terbenam dan akan segera di gantikan dengan senja.
"pak lihat, bagus banget matahari-nya!!, " antusias Ajeng sambil menunjuk kearah laut.
"iya cantik, " ujar Anggara namun ia terus memperhatikan Ajeng.
ia melihat kearah yang di lihat Ajeng dan tersenyum penuh arti, ia sangat bahagia melihat Ajeng bahagia oleh-nya.
"senja-nya cantik kayak kamu Ajeng... semoga kamu bahagia karena aku bukan karena laki-laki lain ya, " ujar Anggara dalam hati dan tersenyum
Anggara kembali memandangi Ajeng dengan tatapan penuh arti, ia tidak mengalihkan tatapan-nya dari wajah cantik Ajeng.
ia menghela nafas panjang dan kembali menatap Ajeng yang masih terus menatap kearah pantai dengan muka yang berseri-seri.
entah apa yang akan ia lakukan setelah ini, namun tiba-tiba ia mengeluarkan sebuah kotak berwarna biru beludru tapi ia tarik lagi dan ia sembunyikan di balik jaket yang ia kenakan.
Ajeng belum menyadari itu karena masih fokus dengan pemandangan pantai yang ia lihat, apalagi dengan matahari senja yang membuat pantai ini semakin indah karena terkena cahaya oranye dari matahari.
Ajeng ingin mengucapkan sesuatu namun Anggara sudah terlebih dahulu berbicara membuat Ajeng kembali diam mengurungkan niat untuk bertanya.
"Sudah lama saya terus memperhatikan kamu... saat pertama kali saya lihat kamu jantung saya tiba-tiba berdetak lebih cepat dua kali... bukan sakit jantung! saya sudah periksa namun tidak ada tanda-tanda saya sakit jantung... dan saya selalu terus memperhatikan kamu yang berbeda dari yang lain. saat saya melihat kamu bertengkar dengan Kevin membuat saya sakit, dan sekarang saya sadar kalau saya sudah jatuh hati sama kamu, " jeda Anggara.
Ajeng yang mendengarkan ucapan Anggara menganga tidak percaya, ia tidak mau berharap lebih takut-takut ini hanya prank dan ia hanya bahan percobaan.
Anggara terus memperhatikan Ajeng begitu pula dengan Ajeng ia menatap lekat manik mamata Anggara ia mencari kebohongan disana namun tidak ada hanya ada ketulusan.
setelah lama diam Anggara ingin berucap lagi namun Ajeng sudah terlebih dahulu menyela ucapan Anggara dan menatap Anggara tidak percaya.
"Saya tau bapak bohong! so tidak usah di lanjutkan pak, " ujar Ajeng
"oh dan ya, kalau mau gladiresik jangan ke saya ya pak? jangan buat saya berharap!, " lanjut Ajeng.
Ajeng membuang muka dan kembali menatap kelaut mata-nya mulai berkaca-kaca ia takut untuk menaruh hati lagi apalagi orang yang akan ia taruh hati-nya sahabat dari mantan kekasih-nya.
__ADS_1
Anggara menggenggam tangan Ajeng membuat pertahanan Ajeng runtuh seketika, ia menangis sejadi jadi-nya.
Anggara membiarkan Ajeng menangis sampai gadis itu puas dan baru ia menjelaskan semua tujuan awal-nya meskipun mungkin akan sulit di percaya oleh Ajeng.
setelah Ajeng sudah lebih tenang Anggara kembali angkat bicara dan masih terus menenangkan Ajeng yang masih sesegukan.
"saya tau mungkin kamu tidak akan bisa percaya dengan saya, terlebih saya sahabat dari mantan kekasih kamu... namun dari lubuk hati saya yang paling terdalam saya benar-benar mencintaimu saya tulus denganmu, saya tidak perduli dengan masa lalu kamu yang jelas masa depan kamu sekarang adalah saya, " jeda Anggara untuk mengambil nafas dan kembali berujar.
"saya janji saya tidak akan menghianati kamu, saya akan buktikan kalau saya berbeda dari 'dia' saya pastikan itu Ajeng, " ujar Anggara panjang lebar.
Ajeng menatap Anggara dengan mata yang berkaca-kaca ia menarik nafas dan berujar kepada Anggara.
"saya takut pak... saya takut untuk jatuh cinta dan saya takut kehilangan lagi, " lirih Ajeng.
Anggara menggeleng keras ia sudah berjanji kepada diri-nya sendiri bahwa ia akan membahagiakan Ajeng meskipun mungkin sekarang hati Ajeng bukan untuk-nya.
"Ajeng dengarkan saya! saya berbeda dengan 'dia' jadi saya pastikan itu semua tidak akan terjadi jangan takut kita jalani ini bersama sama ya? " ujar Anggara.
"So Will you marry me? " lamar Anggara sambil menyodorkan cincin yang ada di kotak beludru itu.
Ajeng diam ia terus menatap cincin itu dan Anggara bergantian ia ragu terlebih mereka tidak dekat sama sekali.
Ajeng menggeleng pelan dan menatap manik hitam Anggara yang terlihat kecewa namun ia tetap tersenyum dan balas menatap Ajeng.
"maaf pak... sebaik-nya kita pendekatan dulu... jujur saya masih trauma tentang menjalin hubungan so-
" ya saya paham, so jangan menjauh ya setelah ini saya akan buktikan kalau saya bisa buat kamu bahagia, "ujar Anggara sedikit kecewa namun tetap tersenyum manis menatap Ajeng dan di balas senyum juga oleh Ajeng.
akhir-nya mereka memilih menikmati momen matahari tenggelam dan melupakan lamaran Anggara yang di tolak kenyatannya pemandangan ini sangat langka bisa di bilang langka karena bersama orang yang sepesial
💞💞💞💞💞💞💞
hola guyss aku kembali
jangan lupa vote dan komen nya ya
__ADS_1
salam sayang dari aku hehe