
Ajeng... mau kah kamu menikah dengan ku? " lamar Anggara.
Ajeng sempat terpaku mendengar lamaran Anggara, meski ini bukan lamaran pertama namun tetap membuat Ajeng deg-degan.
Ajeng tersenyum menatap Anggara, Anggara juga menatap Ajeng meminta jawaban atas pertanyaan atau lamaran-nya tadi.
dan....
"aku..." gantung Ajeng.
Anggara menunggu jawaban Ajeng ia menatap Ajeng tersenyum namun tersirat kekecewaan.
ya mungkin belum saat-nya mungkin juga ini terlalu cepat pikir Anggara. namun jawaban Ajeng selanjutnya membuat dri-nya terkejut sekaligus senang.
"gk masalah kok kalau kamu belum bisa aku-"
"aku.. menerimanya mas, " potong Ajeng sambil tersenyum tulus.
Anggara menatap Ajeng dengan wajah yang berbinar dan ia langsung memeluk Ajeng dengan erat dan mengeluarkan sebuah kotak biru bludru yang waktu itu pernah ia bawa untuk melamar Ajeng.
Ajeng melihat kearah cincin yang di keluarkan Anggara, cincin yang berlian-nya cukup besar di tengah dan juga tersebar berlian kecil di setiap sisi cincin. Ajeng tidak ingin membayangkan berapa harga cincin itu. yang pasti-nya sangat mahal.
Anggara mengeluarkan cincin itu dari kotak-nya dan menarik pelan tangan kiri Ajeng sebelum memasangkan cincin itu di tangan Ajeng ia menyempatkan untuk menciumnya sejenak.
hal itu membuat Ajeng semakin malu dan juga bahagia. Anggara memasangkan cincin itu di jari manis Ajeng. setelah terpasang Anggara kembali mencium tangan Ajeng.
betapa bahagianya ia saat tau Ajeng membalas perasaannya, Anggara tersenyum menatap Ajeng, begitu juga dengan Ajeng yang menatap Anggara dengan tulus.
"cieee... cieeee uhuy, " teriak Adeva dan lain-nya.
ajeg yang melihat keberadaan mereka menjadi sangat malu ia langsung menyembunyikan diri kepelukan Anggara, sedangkan Anggara terkekeh geli melihat Ajeng yang malu. menggemaskan....
"sejak kapan kalian di sana? " tanya Ajeng setelah melepaskan pelukan Anggara.
"dari tadi, ya udah gih lanjutin Mesra-mesraan-nya, " ucap Zaki lalu melenggang pergi meninggalkan halaman belakang.
Anggara dan juga Ajeng kembali saling bertatapan, dengan rasa bahagia dan juga senang yang teramat membuncah.
kebahagian mereka disaksikan oleh malam ya g bertabur bintang sebagai saksi bisu cinta mereka.
...****************...
__ADS_1
Matahari sudah terbit namun seorang gadis masih bergelung di balik selimut tidak ada niatan untuk bangkit dari tempat tidur-nya.
siapa lagi jika bukan Ajeng yang cukup sulit di bangunkan, bahkan Adeva dan Reina sudah menyerah untuk membangunkan Ajeng.
"gimana nih... nih bocah kg bangun-bangun, " ucap Adeva frustasi.
"ya Allah jeng, kenapa lo kebo banget seh, " ujar Reina yang sama frustasi-nya.
Adeva dan Reina terdiam memikirkan bagaimana caranya agar Ajeng bisa bangun... dan ya Adeva mendapatkan ide yang cukup cemerlang.
ia membisikan ke telinga Reina dan langsung di setujui oleh Reina. mereka keluar dari kamar yang mereka tempati dan menuju kebawah untuk memanggil seseorang.
tidak lama kemudian ada seseorang yang masuk kedalam kamar da di ikuti oleh Reina juga Adeva dari belakang, mereka berdua tersenyum jahat layaknya pemeran antagonis di indosiar.
mereka berdua memperhatikan anggara yang akan membangunkan Ajeng, sebelum Ajeng bangun, Adeva dan Reina pergi dari kamar takut-takut nanti mereka kena semprot sama Ajeng.
"sayang hey bangun, " ucap anggara sabil menepuk-nepuk pipi Ajeng pelan.
"emmmm, " erang Ajeng.
namun ia tidak ada niatan sedikitpun untuk membuka mata justru tangan Anggara yang berada di pipi-nya dibuat menjadikan bantalan dan semakin menyamankan diri.
anggaa yang melihat itu tersenyum menatap Ajeng yang mengamankan diri.
"hey bangun uda siang, " ucap Anggara lagi namun masih sama Ajeng tetap menyamankan diri.
Anggara menghela nafas, ternyata susah juga membangunkan calon istri-nya ini.
"sayang kalau kamu gk bangun, aku cari perempuan lain ya, " ujar Anggara sedikit menjahli Ajeng.
dan benar saja Ajeng langsung bangun da terduduk menatap kesal kepada Anggara sedangkan Anggara suda tertawa melihat tingkah Ajeng.
dengan keadaan rambut berantakan, sedikit iler di pipi Ajeng ia terus menggerutu dan hal itu tidak luput dari tatapan Anggara.
"mandi sana, aku tunggu di luar, " ucap Anggara dan mengecup singkat kening Ajeng setelah itu ia keluar kamar untuk menunggu Ajeng selesai mandi.
...****************...
Ajeng keluar kamar setelah selesai dengan ritual mandi-nya dan benar saja di depan pintu kamar sudah ada Anggara yang tersenyum menatap-nya.
"ya udah yuk kebawah, kita sarapan, " ucap Anggara dan menggandeng tangan Ajeng.
"sarapan menjelang makan siang haha, " ucap Ajeng dengan di akhiri tawa.
__ADS_1
setelah itu ia menggenggam tangan Anggara dan turun kebawah bersama, lantai bawah sudah sepi seperti-nya yang lain sedang di luar pikir Ajeng.
Anggara membawa Ajeng keruang makan dan mendudukkan Ajeng di kursi setelah itu menyuruh Ajeng untuk sarapan.
"mas udah sarapan? " tanya Ajeng sembari mengoleskan selai coklat ke roti tawar.
"udah tadi... kamu makan aja aku temenin, " jawab Anggara.
Ajeng mengangguk mengerti dan melahap roti selai coklat itu sedangkan Anggara memainkan handphone.
sudah 5 lembar roti lapis habis di makan Ajeng membuat Anggara geleng-geleng kepala melihat porsi makan Ajeng yang cukup banyak dan aneh-nya tubuh-nya tidak gemuk-gemuk. ada yang sama? soalnya othor juga mengalami.
"udah lima lembar roti kamu masih nambah lagi? " ujar Anggara saat melihat Ajeng mengambil satu lembar roti tawar dan di oleh kan ke selai coklat lagi.
"iya emang kenapa? kalau satu doang gk kenyang hehe, " jawab Ajeng di akhiri oleh tawa renyah-nya.
"aku bingung kamu makan banyak tapi gk gemuk, " ujar Anggara sambil terus memperhatikan Ajeng makan.
"aku juga gk tau deh, padahal aku pengen nambahin berat badan sedikit lagi biar ideal eh malah gk nambah-nambah huh, " ucap Ajeng panjang lebar.
"ya udah berarti udah takdir, kayak aku sama kamu, " ucap Anggara dan di akhiri dengan gombalan.
"pftt... belajar ngegombal dari siapa mas? " tanya Ajeng.
"otodidak, " jawab Anggara asal.
dan hal tersebut membuat mereka tertawa mereka terus bercanda sampai Ajeng selesai sarapan menuju makan siang. dan di lanjut Ajeng masak makan siang.
...****************...
"ck emang sebenernya mereka kemana sih? " tanya laki-laki itu.
"ya mana gue tau, malah nanya gue, " jawab gadis itu sewot.
"gk usah sewot juga kali, " ucap laki-laki itu.
"ck... rencana kita tunda dulu nanti kalau si Ajeng udah pulang baru lanjutin rencana kita, " ucap gadis itu.
"ya ya ya terserah, " jawab laki-laki itu.
dan mereka mulai menyusun rencana baru yang akan mereka laksanakan setelah kepulangan Ajeng yang mereka tidak ketahui Ajeng pergi kemana.
entahlah semoga saja nasibmu baik-baik saja Ajeng.
__ADS_1