Bismilah Jodoh

Bismilah Jodoh
gk jadi renang


__ADS_3

"ya tapi... itu upin ipin astagfirullah, " ujar Anggara tidak percaya.


"salah gitu kalau aku nonton filem kesukaanku? " tanya Ajeng ketus.


"ya gk salah sih... ya udah lanjut nonton, " ucap Anggara akhirnya.


ia mengalah dari pada harus berantem bukan? apalagi cewe memang selalu benar bukan? dan Anggara menonton filem kartun yang menampilkan dua bocah botak.


ia benar-benar tidak habis fikir ternyata Ajeng masih sangat menyukai filem kartun itu. ia menoleh kepada Ajeng dan tersenyum tatkala Ajeng tertawa karena tingkah lucu dua bocan kembar botak itu.


"woy jadi renang gk? " tanya Adeva teriak sembari menutuni tangga.


hal itu membuat Ajeng dan Anggara menghentikan aktifitas nonton mereka dan mengalihkan menatap Adeva yang sedang berjalan kearah mereka.


Anggara kembali menoleh kepada Ajeng dan menggeleng tanda bahwa Anggara tidak menyetujui jika Ajeng renang.


"ihh kenapaaa? " tanya Ajeng sedikit menrengek.


"dingin gk usah sayang, " jawab Anggara sambil mengkus pucuk kepala Ajeng.


"sebentar doang, " ucap Ajeng manja.


Anggara terkekeh melihat tingkah manja Ajeng namun... tetap saja di puncak dingin ia tidak mungkin mengizinkan Ajeng untuk berenang. jika ada apa-apa gimana?


"enggak sayang nanti kamu sakit, " tekan Anggara dan wajahnya yang semua di penuhi dengan senyuman berubah menjadi datar.


hal itu membuat Ajeng menunduk tidak berani menatap Anggara, Anggara yang melihat itu menghela nafas dan menarik Ajeng kedalam dekapan hangatnya.


sedangkan Adeva yang melihat tingkah kedua pasangan itu mendengus kesal dan juga pasti-nya hatinya sekarang benar-benar panas melihat berapa romantis-nya mereka berdua.


"hiks... bisa gk sih gk usah kayak gitu di depan gue, " drama Adeva sembari mengelap matanya yang bahkan tidak mengeluarkan air itu.


Ajeng masih di dalam dekapan Anggara ia belum berani menatap wajah Anggara. sedangkan Adeva yang dikacangin pun memilih pergi karena tidak dapat jawaban dari Ajeng.


"ck, " decak Adeva lalu meninggalkan mereka dengan perasaan iri dan juga dongkol.


kalau dipikir-pikir kenapa ia tidak laku-laku ya? padahal cantik sudah, goodlucking udah, bodinya kayak gitar sepanyol pun udah tapi... kenapa sampe sekarang ia masih jomblo juga? pikir Adeva.


"udah, maaf ya aku cuma gk mau kamu sakit apalagi ini cuacanya dingin banget sayang, " ucap Anggara menjelaskan.


Ajeng yang masih berada di dalam dekapannya pun mengangguk dan kembali mengeratkan pelukan-nya kepada tubuh Anggara.


"etdah... malah mesra-mesraan disini, gk ikut renang jeng? " tanya Reina ketika menuruni anak tangga dan melihat Ajeng sedang berpelukan.


"enggak diizinin, " jawab Ajeng sembari menguraj pelukan-nya.

__ADS_1


"ouh ya udah gue kebelakang ya... nanti kalo ampe lama tuh bocah satu koar-koar lagi, " ujar Reina dan meninggalkan Ajeng juga Anggara dan pastinya di ikuti oleh sang kekasih.


"aku buat cemilan dulu ya, " ucap Ajeng kepada Anggara.


"ya udah tapi hati-hati di dapur, " jawab Anggara.


Ajeng mengangguk dan bangkit meninggalkan Anggara sendiri di ruang tamu menuju dapur untuk membuat cemilan mereka.


...****************...


"woy basah njir, " teriak Zaki karena terciprat air kolam renang.


"yeee sewot banget sih lo! dikit doang juga, " ucap Adeva sewot.


"lo kali yang sewot bukan gue, " jawab Zaki tidak terima.


"apansi gue gk sewot ya, " ujar Adeva dan menyipratkan air lagi kearah Zaki.


"WOY udah woy baju gue basah njir, " teriak Zaki.


"bodo, " ucap Adeva dan kembali berenang.


Reina yang melihat itu menggeleng-gelengkan kepala dan menolehbkepada Dava yang berada di atasnya karena tidak ikut renang.


"kayaknya nanti mereka jodoh deh mas, " ucap Ajeng kepada Anggara.


"doa'in aja sayang, " jawab Anggara tersenyum manis dan di balas tak kalah manis oleh Ajeng.


mereka bertujuh tengah berada di kolam renang lebih tepatnya hanya Adeva dan Reina yang berenang sedangkan yang lain hanya menemani dari atas daratan.


Ajeng tidak ikut karena tidak diizinkan dan benar saja saat tadi dia menginjak air yang ber cipratan keluar kolam rasanya teranat dingin. tapi ia bingung kenapa Adeva dan Reina kuat dingin ya? au ah cape mikirin-nya.


"mereka gk dingin apa ya? " gumam Ajeng namun masih dapat di dengar oleh Anggara.


"mungkin mereka kuat dingin, " ucap Anggara asal.


Ajeng mengangguk "mungkin saja, " ucap-nya dan mengambil kue kering yang ia buat tadi.


mereka menikmati pagi yang menjelang siang di kolam renang sambil mengobrol dan bercanda di sana.


saat tiba waktunya makan siang Ajeng dan kedua Sahabat-nnya menyiapkan makan siang tetapi sebelum itu Reina dan Adeva mandi dan berganti baju terlebih dahulu.


setelah selesai Adeva dan Reina langsung menghampiri Ajeng yang tengah mengeluarkan bahan yang akan di masak.


"kita masak apa nih? " tanya Reina sambil mempersiapkan alat potong dan lain-nya.

__ADS_1


"ayam kecap aja gimana? " tanya Adeva yang sedang mencuci sayuran.


"rencananya gue mau masak capcay sih, tapi kalau mau ayam kecap hayuk aja tapi jangan dia macem aja apalagi kita orangnya banyak kan, " ujar Ajeng menjelaskan.


ia mengambil ayam potong kemasan dan menaruh-nya di baskom lalu menyuruh Adeva untuk mencuci ayam itu dan langsung di laksanakan oleh Adeva.


"eh ada ikan gk jeng? " tanya Reina yang mulai memotong-motong sayur yang sudah di cuci Adeva tadi.


"ada kok kenapa? " ucap Ajeng sambil menunjukan ikan kepada Reina.


"nah masak ikan pedas asam manis juga gimana? " pendapat Reina.


Ajeng mengangguk-angguk dan mengacungkan jempol-nya tanda setuju.


"enak tuh kayaknya, ya udah kuyy kita masak, " ujar Adeva bersemangat.


dan mereka mulai berkutat dengan bagian mereka masing-masing, mereka memutuskan untuk memasak capcay, ayam kecap dan juga ikan pedas asem manis.


30 menit lebih mereka bertiga berkutat di dapur dan akhirnya mereka pun menyelesaikan masakan mereka. dan menatanya di meja makan.





"woahh harum banget gila, " ujar Zaki yang tiba-tiba datang.


dan diikuti oleh tiga laki-laki di belakangnya, Zaki langsung duduk dan begitu pula dengan mereka berenam.


"iya dong masakan kita bertiga gituloh, " ujar Ajeng bangga.


"iya deh iya, ya udah yuk sekarang kita makan, " ucap Zaki sekenanya dan langsung menyendok nasih dan juga lauknya.


Ajeng seperti biasa mengambilkan nasi dan lauk untuk Anggara. Anggara yang melihat itu tersenyum senang.


"makasih, " ucap Anggara.


"Sama-sama, " jawab Ajeng sambil tersenyum lalu mengambil nasi dan lauknya untuk dirinya sendiri.


dan mereka makan dengan hidmat, ruang makan hanya terdengar dentingan sendok yang beradu dengan piring. semuanya menyantap makanan mereka masing-masing dengan lahap.


dan setelah mereka selesai makan tidak ada yang beranjak dari ruang makan karena tidak semua sudah selesai kecuali Ajeng yang makan-nya cukup lelet.


"abis ini kita ke....

__ADS_1


__ADS_2