Bismilah Jodoh

Bismilah Jodoh
Kan baru juga seneng udah si teror lagi aja


__ADS_3

"Gimana nih? kata lo rencana ini bakal berhasil mana? dia malah nolak gue, " ucap laki-laki tersebut menggebu-gebu.


si perempuan memutar bola mata-nya malas, ia berfikir cara apa lagi supaya membuat-nya jauh dari orang yang ia cintai.


Tiba-tiba gadis itu tersenyum menatap laki-laki itu membuat si laki-laki bergidik ngeri melihat senyum-nya.


"Wel kalau cara itu gk berhasil, pakai cara ini, " ucap gadis itu dan mendekat kearah Laki-laki tadi.


ia membisikan sesuatu di telinga si laki-laki, awal-nya si laki-laki tidak setuju namun gadis itu meyakinkan jika tidak ada yang akan terluka nanti-nya.


dan akhirnya si laki-laki mengangguk setuju dan meninggalkan gadis itu sendirian dengan senyuman yang penuh arti.


...****************...


pagi ini Ajeng mendapatkan pesan dari nomor yang tidak di kenal lagi. ia sudah lelah untuk mengacuhkan pesan itu. tapi jika di ladenin si peneror akan senang lebih baik diam bukan?


namun sekarang ia semakin menjadi-jadi, si peneror mengirimkan foto diri-nya yang entah ia dapat dari mana dengan kepala yang sudah tidak di tempat-nya lagi.


Ajeng mulai ketakutan namun ia tidak mau gegabah, ia mau melihat sampai mana si peneror akan meneror-nya.


Ajeng membanting handphone-nya ke atas kasur, ia mengajar rambut-nya frustaai. bagaimana ini? apakah ia harus memberi tahu keluarga-nya jika ia di teror? tidak-tidak ia tidak mau membuat keluarga-nya khawatir-pikir Ajeng.


Tok... Tok... Tok...


"woy buka pintu-nya! jangan bilang lo masih ngebo, " teriak Adeva sambil terus menggedor pintu kamar Ajeng.


Ajeng yang di bilang kebo melotot kan mata-nya dan langsung bangkit dari atas kasur untuk membuka pintu kamar.


setelah membuka pintu kamar ia menatap horor kepada dua mahkluk yang ada di depan-nya. sedangkan Adeva dan Reina hanya cengengesan tidak jelas.


"ngapain lo berdua kerumah orang pagi-pagi? " tanya Ajeng sewot.


"ckckck... jangan marah-marah mulu neng, nanti cepet tua aja pak Anggara gk jadi nikahin lo tau rasa, " ucap Adeva kelewat santai.


Ajeng semakin melotot kan mata-nya ia ingin menjambak rambut Adeva namun sudah di halangi oleh Reina.


"Woy udah-udah anjir. jangan berantem masih pagi, " ucap Reina sambil menurunkan tangan Ajeng yang siap kapan pun menjambak rambut Adeva.


Ajeng mengatur nafas-nya, setelah itu baru ia menyuruh Adeva dan Reina masuk kamar-nya.


"Huh... di luar panas banget njirr pas masuk kamar Ajeng beh rasa-nya mantep bat dah, " ujar Reina yang langsung rebahan di atas kasur Ajeng.


"bener banget... tumbenan pagi-pagi udah panas banget kayak gini, " ucap Adeva menimpali.

__ADS_1


Ajeng menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah kedua mahkluk yang datang tidak di undang ini.


"Lo berdua ngapain ke sini? " tanya Ajeng sambil memakan kripk-nya.


ia bersyukur ketika kedua sahabat-nya datang setidak-nya ia melupakan sejenak tentang peneror itu, meski sahabat-nya otak-nya rada geser sedikit namun tidak apa apa ia tetap sayang.


"numpang makan heheh, " ucap Adeva cengengesan.


"anjir lah jan gitu dong ngomong-nya, gini nih... kita ke sini mau ketemu sama sahabat kita tersayang sekalian numpang makan, " ucap Reina menimpali.


plak


Adeva menjitak kepala Reina membuat sang empu mengaduh kesakitan sedangkan Ajeng sudah tertawa terbahak-bahak melihat tingkah absurd kedua-nya.


"Sama aja dodol, cuma di tambahin kalimat doang, " ucap Adeva kesal.


"udah ah jan berantem, " ucap Ajeng melerai.


" ya udah mendingan kita kebawah sarapan baru deh ke taman belakang ngobrol-ngobrol, " lanjut Ajeng dan beranjak dari sofa menuju keluar dan di ikuti oleh kedua makhluk di velakang-nya yang masih saya ribut.


...****************...


"huaaa sejak kapan ada kolam ikann!, " teriak Reina histeris.


"belum lama sih, bokap gue pengen melihara ikan tiba-tiba, " jawab Ajeng seada-nya dan duduk di gazebo.


mereka menikmati semilir angin yang menerpa kulit mereka. Reina yang sudah puas melihat ikan pun ikut bergabung. lama terdiam tiba-tiba Adeva berucap.


"lo... di teror ya? " tanya Adeva mulai serius.


Ajeng terkejut dengan pertanyaan Adeva yang di lontarkan, ia sempat terdiam sebelum menjawab pertanyaan Adeva.


"e-enggak... eng-enggk kok, lo kata siapa sih? " ujar Ajeng gelagapan.


Reina dan Adeva menatap Ajeng dengan mata yang memicing setelah itu Adeva menghela nafas dan berujar kembali.


"gk usah bohong... kita udah tau jeng lo kenapa gk cerita sih soal ini ke kita? lo anggep kita apa? " tanya Reina dengan mata yang mulai berkaca-kaca.


Ajeng yang melihat itu juga ikut berkaca-kaca, seharusnya ia memberitahu kedua sahabat-nya sejak lama tidak seperti ini.


"Se-sebener-nya gue mau kasih tau... cuma gue takut ngerepotin kalian hiks, " tangis Ajeng pecah pada akhir-nya.


"lo gk perlu takut di repotkan kita udah sahabatan udah lama, so sekarang gue mau lo cerita semua-nya ya? " pinta Adeva lembut menahan tangis-nya.

__ADS_1


Ajeng mengangguk namun ia belum bisa memberhentikan tangis-nya, setelah Ajeng sudah tidak menangis lagi hanya tertinggal sesegukan-nya saja ia mulai bercerita dari awal sampai akhir.


...****************...


"Assalamu'alaikum gimana kabar kamu sayang? " yang seseorang dari sebrang telepon.


"Waalaikumsalam, alhamdulillah baik... kayak gk ketemu lama aja nanyain kabar, " canda Ajeng.


"haha kamu bisa aja, tapi kan mas cuma mau mastiin kabar kamu aja sayang, " jawab Anggara.


ya yang menelepon Ajeng, Anggara sekarang sudah malam kedua makhluk yang tidak di undang pun sudah pulang kerumah mereka masing-masing.


"iya sih tapi gk gitu juga kali... oh ya mas udah makan? " tanya Ajeng mengalihkan.


"belum... mau makan keluar? " tanya Anggara.


"Mau mas aku juga belum makan, "


"ya udah kamu tunggu rumah aku jemput, "


setelah itu Anggara mematikan telepon-nya, sedangkan Ajeng langsung ngacir mencari baju yang akan ia kenakan untuk ngedate malam ini bersama calon imam. asik calon imam -eh.


setelah bersiap Ajeng turun kebawah dan langsung pamit kepada kedua orang tua-nya. ia berjalan ke luar rumah dan menunggu Anggara di depan gerbang ruamah-nya.


tidak lama dari itu sebuah mobil berhenti tepat di hadapan Ajeng. Anggara keluar dari mobil dan tersenyum ke arah Ajeng. ia menuntun Ajeng memasuki mobil-nya.


setelah Ajeng masuk Anggara memutari setengah mobil-nya dan masuk kedalam duduk di kursi kemudi. setelah itu ia menyalakan mesin dan meninggal kan pekarangan rumah Ajeng.


"kita mau kemana nih? " tanya Anggara memecah keheningan yang melanda.


"emmm... ke pecel lele aja deh mas, aku pengen makan pecel lele, " ucap Ajeng dengan antusias-nya.


Anggara mengangguk dan mencari tukang pecel lele di sekitar kota yang cukup padat ini. setelah menemukan-nya Anggara menepikan mobil-nya.


dan mengajak Ajeng untuk turun ia menggenggam tangan Ajeng dengan erat, setelah mencari tempat yang pas mereka memesan makanan.


mereka menunggu makanan sambil bercanda dan bercerita ria, sampai tiba seorang bapak-bapak mengantar makanan mereka dan mereka mulai makan dengan khidmat-nya.


💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞


hola aku kembali.


jangan lupa vote. coment-nya guyss.

__ADS_1


__ADS_2