
pagi ini Ajeng telah bersiap-siap untuk berangkat ke kampus, di kamar-nya sudah ada Reina dan Adeva yang sedang asik memakan cemilan yang ada di lemari tempat biasa Ajeng menaruh jajanan ringan.
Ajeng melihat itu menggeleng sambil berdecak, Ajeng menghampiri dua mahkluk itu yang masih saja asik dengan cemilan di tangan mereka masing-masing.
Ajeng berkacak pinggang di samping kedua sahabat-nya itu. tidak habis pikir jika mereka masih terus duduk dan memakan cemilan mereka akan terlambat masuk kelas.
"Lo berdua gue tinggal ya, gue gk mau telat gara-gara kalian," ujar Ajeng sambil melangkah meninggalkan Reina dan Adeva yang sudah memelototi-nya.
tampa pikir panjang Adeva dan Reina melahap habis cemilan mereka dan melompat untuk menyusul Ajeng yang sudah menjauh menuruni anak tangga.
sampai-nya di dapur Ajeng mengambil roti bakar yang sudah di olesi oleh selai coklat kesukaan-nya, Ajeng melahap dengan trnang bahkan kedua sahabat-nya yang sudah duduk di sampaing-nya ia hiraukan dan terus melanjutkan makan-nya.
"Udah ayok, Adeva dan Reina sarapan-nya di makan," ujar Lucy mamah Ajeng.
"Hehe, iya tante," ujar mereka berdua kompak.
setelah selesai memakan sarapan pagi mereka, Ajeng dan kedua sahabat-nya berpamitan kepada Lucy dan juga ayah-nya Ajeng yang masih berada di rumah .Ajeng mengambil motor-nya sedangkan Adeva dan Reina naik mobil milik Reina.
20 menit perjalanan menuju kampus mereka akhir-nya sampai juga, Ajeng memarkirkan motor-nya begitu juga Reina, mereka berjalan meninggalkan parkiran dan langsung menuju kelas mereka karena 10 menit lagi mereka masuk.
setelah sampai di kelas mereka duduk di tempat biasa mereka di duduki, tidak lama dari itu dosen datang dan kelas di mulai.
...****************...
"Huftt enak-nya," ujar Adeva sambil meminum jus alpukat-nya.
"Akhir-nya lepas juga dari itu dosen satu," timpal Reina.
"Eitt jangan tenang dulu, masih ada satu mata kuliah lagi," ujar Ajeng sambil menyuapkan satu sendok bakso aci.
"Iss mana matkul pak Anggara lagi, semoga aja gk di kasih tugas deh," ujar Adeva lesu.
Ajeng dan Reina mengangguk menyetujui ucapan Adeva. tapi mau bagaimana lagi ini hari senin bagian matkul Anggara.
"Udah mending cepet abisin makanan-nya terus kita ke kelas, dari pada nanti gue gk mau kena tugas tambahan," ujar Ajeng dan langsung menyelesaikan makan-nya begitu juga dengan Reina dan Adeva.
setelah mereka selesai makan, mereka langsung menuju kelas mereka karena 5 menit lagi matkul akan di mulai dengan tergesa-gesa mereka meninggalkan kantin.
sampai-nya di kelas untung saja sang dosen belum masuk, mereka langsung duduk dan setelah mereka duduk Anggara dosen matkul bisnis masuk membawa beberapa buku yang lumayan tebal.
__ADS_1
Anggara duduk di tempat dan menatap ke arah Ajeng setelah itu ia mengucapkan sesuatu.
"Ajeng setelah selesai matkul saya, kamu keruangan saya," ujar Anggar datar.
Ajeng hanya mengangguk entah apa yang dosen itu rencanakan ia pasrah semoga saja tidak di suruh yang tidak-tidak, setelah mengucapkan itu Anggara menjelaskan materi hari ini, walau tadi sempat di tatap bingung oleh mahasiswa-nya.
entah ada hubungan apa sang dosen kiler meminta Ajeng untuk keruangan-nya yang noteben mahasiswa yang tidak ia sukai bahkan sering berbuat ulah oleh-nya.
...****************...
setelah matkul selesai Anggara langsung meninggalkan kelas, sedangkan Ajeng sudah di tatap oleh seisi kelas dengan tatapan bertanya dan ada satu mahasiswi yang menatap-nya tidak suka.
"Gue gk tau kenapa tuh dosen manggil gue dan gue sama dia gk ada hubungan apa-apa," ujar Ajeng menjawab bebagai pertanyaan dari teman-teman-nya termasuk sahabat-nya yang sudah menatap curiga.
"Ya udah gue duluan ya guyss, kalian pulang duluan aja," ujar Ajeng kepada dua sahabat-nya.
Reina dan Adeva mengangguk dan melanjutkan membereskan peralatan mereka dan beranjak sebelum mereka keluar dari kelas.
"Hati-hati Jeng," ujar Reina dan di balas anggukan oleh Ajeng.
mereka berdua meninggalkan Ajeng dengan beberapa murid yang masih ada di kelas, satu persatu mereka keluar dan tinggal lah Ajeng sendiri. Ajeng menghela nafas dan berdoa agar ia tidak di apa-apakan oleh sang dosen.
Ajeng berjalan meninggalkan kelas dan berjalan menuju ruangan Anggara dosen kiler plus dosen idol para mahasiswi kecuali Ajeng tentu-nya.
Tok...Tok...tok
"Masuk," ujar orang itu dari dalam.
Ajeng melangkah masuk yang pertama ia lihat adalah Anggara yang sedang fokus menatap leptop-nya, setelah ia sampai di hadapan sang dosen ia tidak mengucapkan sepatah kata pun.
5 menit Ajeng menunggu sekarang ia sudah jengah dengan sikap dosen yang berada di hadapan-nya ini, tidakah ia menyuruh-nya duduk di kira tidak pegal apa? pikir Ajeng.
"Pak kalau bapak gk mau ngomong saya pulang ya," ujar Ajeng membuka percakapan.
Anggara mendongak menatap Ajeng, sedangkan Ajeng yang di tatap seperti itu memutar bola mata-nya malas.
"Kamu bantu saya masukan nilai-nilai ini," ujar Anggara santai.
Ajeng sidah melotot dibuat-nya, apa-apan ini memang-nya dia asisten-nya apa? apa dia sudah tidak punya tangan untuk melakukan-nya sendiri pikir Ajeng.
__ADS_1
"Saya tidak menerima penolakan," ujar Anggara dan memberikan laptop serta data nilai kepada Ajeng.
Ajeng mendengus kesal tapi ia tetap menuruti ucapan sang dosen dan berjalan ke arah sofa dengan grutuan dan umpatan yang ia berikan kepada Anggara.
"Dosen sialan untung dosen kalau bukan udah gue unyeng-unyeng lo," grutu Ajeng.
"Saya masih bisa dengar Ajeng," ujar Anggara datar.
"Iya-iya maaf," ujar Ajeng dan duduk lesehan di atas karpet.
padahal ada sofa kenapa harus duduk di karpet? memang aneh Ajeng ini, Anggara yang melihat Ajeng mengerjakan dengan wajah di tekuk tersenyum tipis bahkan orang tidak akan menyadari jika ia sedang tersenyum.
15 menit sudah Ajeng berkutat dengan leptop sang dosen sampai ia menyadari jika sang dosen tidak melakukan apapun hanya sekedar memperhatikan-nya yang memasukan data nilai ke laptop.
"Bapak ngapain? emang gk ada kerjaan?" tanya Ajeng beruntun.
"Enggak," ujar Anggara jujur.
"What...bapak nyuruh saya ngerekap nilai tapi gk ngapa ngapain? ck..." ujar Ajeng sinis.
sedangkan Anggara mengangkat bahu-nya acu dan membuka handphone-nya dari pada mendengarkan grutuan Ajeng.
Ajeng yang melihat itu geram ia langsung menyelesaikan apa yang di suruh dosen itu dengan misuh-misuh.
"Coba aja tadi gue gk nurutin tuh dosen kan gue udah rebahan dari tadi," gumam Ajeng.
5 menit kemudian akhir-nya Ajeng selesai juga dengan leptop dan kertas yang ada di hadapan-nya saat melihat jam sudah pukul 14.20 WIB ia membereskan semua-nya dan berjalan ke Anggara dan memberikan semua-nya serta ia pamit untuk pulang.
"Tunggu," ujar Anggara.
baru beberapa langkah nama-nya sudah di panggil lagi mau tidak mau ia memutar kembali badan-nya dan menatap sang dosen kesal.
"Apa lagi sih pak Anggara yang terhormat," ujar Ajeng malas.
"Kamu...
💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕
haloh guysss, aku kembali.
__ADS_1
aciee kena gantung, aku niatnya nanti malem mau up lagi tapi kalau kuota ku gk habis ya nanti ku up lagi aku gk janji.
jangan lupa vote-nya ya