Bismilah Jodoh

Bismilah Jodoh
Danau?


__ADS_3

"abis ini kita ke danau yuk, " ajak Adeva semangat.


semuanya menoleh dan menatap Adeva bingung, bukankah tidak ada danau di sini? lalu kenapa gadis itu mengajak ke danau? entahlah.


"lah emang ada bukan-nya gk ada ya? " tanya Ajeng di sela-sela mengunyah.


"sttt makan dulu, " tegur Anggara.


sedangkan Ajeng hanya cengengesan tidak jelas dan kembali menatap Adeva bingung semuanya pun menatap Adeva bingung.


"ada nanti gue tunjukin, tapi nanti setelah nasi turun kelambung, " ucap Adeva santai.


"lah, maksud turun kelambung apaan dah? " tanya Zaki bingung.


plak


Adeva menampar lengan Zaki membuat si empu mengaduh kesakitan dan mengelus bekas tamparan Adeva yang... lumayan sakitnya.


"maksud Adeva tuh, kan kalau habis makan gk boleh beraktifitas dulu sampai 15 menit biar nanti pas aktifitas gk mual, " jelas Reina bijak.


Zaki mengangguk-angguk kepala tanda mengerti ia menatap Adeva sini yang di balas dengan sinis juga oleh Adeva.


"gue udah selesai, " ucap Ajeng dan meminum air putih-nya.


"ya udah yuk beresin, " lanjut Ajeng setelah menenggak minum-nya.


para laki-laki meninggalkan ruangan dapur membiarkan para gadis yang mengerjakan pekerjaan rumah?


Ajeng mencuci piring bekas makan sedangkan Adeva mengelap piring yang basah dan Reina menaruv piring di tempat-nya hingga mereka selesai.


setelah selesai mereka bertiga berjalan menuju para laki-laki yang sedang mengobrol di ruang tengah.


setelah sampai Adeva berujar.


"mau sekarang? " tanya Adeva menatap kesemua orang yang ada di sana.


"ayok, " ujar Ajeng antusias.


"ya udah yuk, " ucap Reina.


"jalan kaki aja ya, lagi pula dekat, " ujar Adeva dan jalan terlebih dahulu keluar vila.


mereka berenam mengikuti langkah Adeva, Adeva berjalan keluar vila dan menuju barat vila.


cukup lama sekitar 15 menit mereka berjalan menuju danau yang di beri tahu Adeva.


"Dev masih lama? " tanya Reina.


"dikit lagi, " jawab Adeva tanpa menoleh kebelakang.


"nah udah sampee, " ucap Adeva antusias.


mereka terpana melihat pemandangan danau yang teramat asri, dengan pepohonan di sekitarnya, air yang masih jernih tidak ada sampah sama sekali dan ada beberapa air terjun kecil yang terlihat.

__ADS_1


sungguh indah ciptaan mu Tuhan, batin mereka semua.



"woahh gilaaa.... sejak banget, " ucap Zaki sambil berjalan menuju danau itu.


"indah banget Dev, lo tau dari mana danau ini? " tanya Ajeng kepada Adeva.


"ada deh, " ucap Adeva sambil cekikikan.


dan mereka bermain di danau yang indah itu. di sana sangat sejuta dan membuat mereka nyaman terlebih tidak ada satupun sampah disini.


"mas kita duduk situ yuk, " ajak Ajeng dan menarik tangan Anggara yang ia genggam.


mereka berdua duduk di bebatuan yang cukup besar jadi tidak sakit pantat mereka.


Ajeng memejamkan mata ketika sudah duduk, karena bebatuan itu tepat di tepi danau membuat kaki Ajeng menyentuh air danau yang sangat sejuk.


Ajeng menikmati udara di danau ini, setelah puas ia mengambil handphone-nya dan memotret skitar sana.


Anggara terus memperhatikan gerak-gerik Ajeng sedari tadi. danau ini memang indah namun menurutnya ada yang lebih indah dari danau ini ya itu...


Ajeng..


"mas foto yuk, " ajak Ajeng kepada Anggara.


Anggara mengangguk dan menyuruh Ajeng lebih dekat kepada-nya dan mereka selfi dengan tangan Anggara yang melingkar di pinggang ramping Ajeng.


terlihat mereka berdua tersenyum bahagia di foto itu.


"oke gue kesana, " balas Ajeng berteriak.


ia menatap Anggara meminta izin dan Anggara menganggukan kepala tanda mengizinkan. Ajeng menatap Anggara senang dan langsung memeluk Anggara.


setelah itu ia berlari menuju Reina juga Adeva untuk bermain air bersama-sama. cukup lama mereka bermain air.


Ajeng yang tertawa bahagia saat sedang bermain air, Anggara mengambil handphone-nya dan memotret Ajeng dengan kamera handphone-nya.


ia tersenyum puas melihat hasil jepretan-nya. dan ia juga bahagia jika Ajeng bahagia, ia berjanji akan menjaga dan membahagiakan Ajeng bagaimanapun cara-nya.


tak terasa hari mulai sore dan mereka menikmati sore mereka di danau itu sambil melihat sunset yang sangat indah.


matahari yang tenggelam dengan membawa sinar-nya dan di gantikan dengan langit malam yang bertabur kan bintang menyaksikan kebahagian 7 orang disana.


...****************...


"hua cape, " ujar Adeva dan langsung menjatuhkan tubuh-nya di kasur.


"kalian laper gk? " tanya Zaki.


"laperrrrr banget, " jawab semuanya kecuali satria dan Anggara.


"istirahat dulu ya baru masak, " ucap Ajeng sambil duduk di sofa.

__ADS_1


"gue sama Anggara aja yang masak, bahanya ada semua kan? " ucap satria untuk pertama kali hari ini karena sejak tadi ia hanya diam.


Ajeng menatap Anggara dan di balas senyum dan anggukan oleh Anggara lalu ia beralih menatap satria.


"emang kalian bisa masak? " tanya Reina mewakili Ajeng da Adeva.


"bisa, " jawab Anggara datar.


"ya udah kita kedapur dulu, " ujar Anggara dan langsung melenggang kearah dapur di ikuti satria.


sedangkan keempat orang itu menatap tidak percaya namun tidak dengan Zaki karena ia sudah biasa melihat kedua orang itu masak.


"laki lo bisa masak serius? " tanya Adeva penasaran.


"gk tau deh liat aja nanti, " jawab Ajeng sembari memejamkan mata.


cukup lelah kegiatan mereka hari ini, membuat mnguras banyak tenaga namun semua itu sirna ketika Ajeng mengingat sikap manis Anggara untuk-nya.


30 menit kemudian Anggara dan satria kembali keruang tengah dan memanggil mereka untuk makan malam.


Anggara menghampiri Ajeng yang masih memejamkan mata, sedangkan yang lain sudah berjalan menuju ruang makan terlebih dahulu.


"hey sayang... makan dulu baru tidur, " ucap Anggara lembut menepuk pipi Ajeng pelan.


"hufttt... udah mateng? " tanya Ajeng saat sudah membuka mata-nya.


"udah ayok, " jawab Anggara dan bangkit dari duduk-nya.


Ajeng bangkit dan mengikuti langkah kaki Anggara dari belakang menuju dapur.


saat sudah sampai ruang makan ia menciun harum masakan, seperti-nya enak, bati Ajeng.


ia duduk di samping Anggara dan seperti biasa ia mengambilkan untuk Anggara terlebih dahulu baru untuk-nya. dan keheningan kembali melanda mereka karena terlalu fokus dengan makanan mereka.


...****************...


"Bintang-nya banyak mas, " ucap Ajeng sambil melihat kearah langit yang cerah.


"iya banyak, " jawab Anggara namun ia terus memperhatikan Ajeng tanpa melihat kearah yang di tunjuk Ajeng.


"cantik, " ucap Anggara.


Ajeng menoleh kearah Anggara ia tersenyum menatap Anggara yang sedang menatap-nya dan membalas senyum-nya.


mereka sama-sama larut dalam tatapan mereka sampai Anggara berucap membuat Ajeng terkejut karena-nya.


"Ajeng... mau kah kamu menikah dengan ku? " lamar Anggara.


Ajeng sempat terpaku mendengar lamaran Anggara, meski ini bukan lamaran pertama namun tetap membuat Ajeng deg-degan.


Ajeng tersenyum menatap Anggara, Anggara juga menatap Ajeng meminta jawaban atas pertanyaan atau lamaran-nya tadi.


dan....

__ADS_1


"aku...


__ADS_2