
setelah cukup lama berdebat dengan Anggara yang berakhir ajeng yang kalah, ya Ajeng dan Anggara mendebatkan untuk Ajeng segera pulang.
yang langsung di tentang oleh Anggara karena Ajeng belum benar-benar pulih itu yang selalu jadi alasan Anggara.
dan sekarang mereka kembali berdebat hanya karena soal makanan, hanya saja makanannya membuat Anggara menolak untuk membelikannya.
"please aku pengen banget makan seblak ihh, " manja Ajeng sambil menarik-narik jaket ya g di kenakan Anggara.
"enggak sayang, kamu belum boleh makan itu nanti kalau udah benar-benar pulih baru aku bolehin ya, ingat kondisi kamu sayang ya, " ucap Anggara halus mencoba memberi pengertian kepada Ajeng.
"tapi aku pengen banget hiks, " dan tangis Ajeng pecah karena keinginannya tidak dituruti.
Anggara menghela nafas frustasi melihat Ajeng yang menangis hanya karena ingin makanan pedas itu.
Anggara tetap melarang Ajeng untuk memakan itu ia menjanjikan setelah sudah pulih Ajeng boleh makan seblak sepuasnya.
"pulih dulu baru boleh makan seblak, " ucap Anggara.
Ajeng sidah berhenti menangis hanya saja ia masih cemberut karena kelewat ingin maka seblak, ya beginilah Ajeng jika tidak dituruti antara marah dan nangis. huh dasar cengeng.
Anggara menghela nafa dan menggeleng melihat tingkah manja Ajeng, BTW kedua sahabat Ajeng dan anggara sudah pulang sejak sore tadi.
tidak lama dari itu bunyi pintu terbuka mengalihkan atensi kedua-nya dan menatap kepada sosok yang berdiri di depan pintu.
Anggara yang melihat siapa yang datang langsung mengepalkan tangan tidak suka wajahnya berubah menjadi datar lagi.
sedangkan Ajeng menatap kepada orang itu tidak suka juga bingung kenapa ia bisa tahu tentang ia di rawat di rumah sakit ini.
"mau apa lo dateng kesini? " tanya Anggara dingin.
Kevin ya kevin laki-laki itu yang datang. ia berjalan kearah ranjang Ajeng yang terdapat Anggara, ia tersenyum menatap Ajeng yang kebingungan karena kedatangannya.
sedangkan Anggara semakin mengepalkan tangannya saat melihat Kevin tersenyum kepada Ajeng dan Ajeng membalas dengan senyuman ragu.
"gue tanya mau apa lo kesini? " tanya Anggara lagi tadi sempat di diamkan oleh kevin.
__ADS_1
Kevin mngalihkan atensinya dari Ajeng ke Anggara ia menatap sahabat-nya yang sangat posesif kepada Ajeng.
"gue kesini mau jenguk Ajeng, gk boleh? " ucap Kevin di akhiri pertanyaan.
Anggara tertawa sinis mendengar ucapan Kevin, bisa-bisanya laki-laki itu berbicara seperti itu dengan tenang.
"dan setelah gue tau semuanya lo masih berani nampakin diri lo? hebat, " ucap Anggara lalu tertawa seram.
membuat Ajeng yang berada di tengah-tengah kedua laki-laki itu menjadi merinding mendengar tawa Anggara dan juga bingung tidak mengerti apa yang di maksud Anggara.
"gue tau gue salah, makanya gue kesini sekalian mau minta maaf, " ucap Kevin tenang.
"maaf? setelah lo dapat maaf... gue harap lo harus pergi dari kehidupan Ajeng dan jangan pernah datang lagi, " ujar Anggara akhirnya mengijinkan Kevin.
Kevin menganggum dan tersenyum, senyum Kevin di balas senyum sinis dari Anggara. Anggara menghadap kembali kepada Ajeng dan membisikan sesuatu.
"aku keluar dulu sebentar, kalau dia ngapa-ngapain kamu langsung teriak panggil aku yah, " bisik Anggara.
Ajeng mengangguk patuh, Anggara mengecup sekilas pipi dan kening Ajeng setelah itu ia beranjak untuk keluar ruang rawat Ajeng memberi ruang untuk Kevin berbicara.
Kevin yang sedari tadi diam belum. berani mengutarakan niatnya sedangkan Ajeng yang memilih untuk diam dan mendengarkan apa yang akan Kevin katakan.
5 menit kemudian Kevin belum juga membuka suaranya membuat Ajeng jengah dan menatap laki-laki itu dan berkata.
"kalau gk ada apa-apa lagi mending lo pulang, " usir Ajeng.
Kevin yang sedari menunduk mengangkat kepala-nya menatap Ajeng ia tersenyum lalu menghela nafas.
Ajeng melihat kecewa di mata-nya Kevin, namun yang ia bingung apa yang membuat laki-laki itu kecewa?
"gue sebenernya kecewa karna lo lebih milih Anggara dari pada gue... tapi gue sadar kok sekarang memang Anggara yang lebih pantes bersanding sama lo, " jeda kevin dan mengambil nafas.
"g-gue minta maaf atas kesalahan gue yang dulu jujur sekarang gue merasakan penyesalan itu dan gue harap lo bisa maafin gue jeng, " lanjut kevin sambil menatap tepat di manik Ajeng.
cukup lama Ajeng terdiam mendengarkan dan mencerna setiap kata-kata yang keluar dari bibir kevin.
__ADS_1
"gue udah maafin lo, jadi sekarang lo gk perlu merasa menyesal yang lalu biarlah berlalu meski gue gk Terima lo gituin... tapi gue doa in lo bakal dapet pasangan yang lebih baik dari gue dan Terima kasih atas masa lalu yang indah dan sekarang masa depan gue sama Anggara, " jawab Ajeng.
"gue yakin lo bisa dapet cewek yang lebih baik dari gue dan saran gue lo perbaiki sifat buruk lo yang suka mainin cewek ya? " pinta Ajeng sambil tersenyum.
kevin yang mendengar itu mengangguk dan tersenyum lebar, ia mengucapkan kata Terima kasih dan pamit untuk pergi.
"makasih ya jeng, dan semoga lo sama Anggara bahagia selalu, " ucap kevin.
"aamiin, " jawab Ajeng smabil tersenyum.
"kalau gitu gue pamit... jaga diri lo ya, " ucap kevin lagi dan mendapatkan anggukan dari Ajeng.
setelah mendapatkan jawaban kevin keluar kamar rawat Ajeng dan menghampiri Anggara yang menunggu di luar ruangan.
Anggara yang melihat kedatangan kevin langsung berdiri, kevin langsung memeluk Anggara ala cowok dan itu membuat Anggara kaget.
"jaga Ajeng ya, bahagiakan dia jangan sampai lo nyesel kayak gue, " ujar kevin dan menepuk punggung Anggara.
lalu pergi melengnggang meninggalkan Anggara yang terdiam menatap kepergian kevin. setelah itu Anggara kembali masuk kedalam ruang rawat inap Ajeng.
ia tersenyum melibat Ajeng yang juga membalas senyumnya. Anggara menghampiri Ajeng dan langsung memeluk Ajeng.
"gimana... udah enakan? " tanya Anggara sambil menggenggam tangan Ajeng.
Ajeng membalas genggaman Anggara lalu tersenyum dan mengangguk.
"udah, setidaknya semuanya sudah terselesaikan, " jawab Ajeng.
"syukur deh kalau gitu, " ucap Anggara dan tersenyum.
mereka tenggelam dalam senyum mereka dan saling bertatap, Anggara sangat bersyukur ketika Ajeng sudah melupakan masa lalu-nya yang pahit -ah bukan tidak mengingat masa lalu-nya lebih tepatnya.
janji Anggara adalah membahagiakan gadis yang berada di hadapannya dengan cara apapun dan sampai kapan pun dan ia juga berjanji pada dirinya jika setelah Ajeng lulus kuliah ia akan mengajak Ajeng untuk ke jenjang yang lebih serius.
Ajeng dan Anggara berharap akan selalu bersama sampai mereka tua dan hanya maut lah yang memisahkan mereka nanti-nya.
__ADS_1