
sekarang mereka sedang berada di cafe hijau, Anggara tidak langsung mengantar Ajeng pulang. lagi pula ini masih siang maka-nya Ajeng ia bawa ngedate.
"Ajeng, " panggil Anggara.
Ajeng yang si panggil pun menoleh ia mengangkat sebalah alis-nya sambil memakan cake coklat kesukaan-nya.
"Boleh kamu ceritakan sedikit tentang masa lalu kamu?, " tanya Anggara hati-hati.
Ajeng menoleh dan tersenyum, ia mengangguk dan menatap lekat tepat manik hitam Anggara. ia mengambil nafas dan berucap.
"baiklah dengar kan ya, " ucap Ajeng dan mulai bercerita.
Flashback on
pagi ini Ajeng dan Kevin tengah berada di taman komplek Ajeng, mereka tengah olahraga joging bersama.
"Ka kalau aku nanti di ambil orang gimana?, " tanya Ajeng kepada kevin.
"enggak akan kaka biarin, " ucap kevin serius.
Ajeng tersenyum senang ia sangat mencintai kevin tapi ia tidak tahu jika kevin telah menduakan-nya.
mereka pulang dari joging, kevin mengantar Ajeng pulang setelah mengantar Ajeng pulang kevin pun kembali ke apartemen-nya.
...****************...
sore ini Ajeng tengah memasak berapa senang-nya ia, ia berencana akan menemui kevin.
setelah selesai memasak Ajeng bersiap dan berangkat ke apartemen kevin menggunakan taksi online.
setelah sampai Ajeng berjalan memasuki kawasan apartemen kekasih-nya itu. Ajeng tengah berjalan memasuki lift, rencana-nya ia akan menemui sang kekasih yang berada di apartemen-nya, ia membawa makanan untuk sang kekasih sekalian melepas rindu yang ia tahan karena sang kekasih selalu sibuk.
ting.
pintu lift terbuka, ia berjalan sambil bersenandung kecil betapa bahagia-nya, terlihat dari wajah-nya yang selalu tersenyum.
setelah sampai di depan pintu unit tempat tinggal sang kekasih, Ajeng masuk dengan menggunakan kata sandi yang ia ketahui karna sang kekasih-nya sudah memberi tahu-nya.
Ia tidak menyadari jika ada seseorang yang sedang bersama kekasih-nya, ia melangkahkan kaki-nya menuju dapur dan menaruh semua makanan yang ia bawa di meja.
setelah menaruh makanan di meja ia melangkah menuju kamar sang kekasih, saat setelah sampai di depan pintu kamar ia mebdengar suara ******* perempuan.
Ajeng sedikit shok, tidak, tidak mungkin kekasih yang sangat ia cintai berselingkuh, mungkin saja ia tengah menonton filem dewasa pikir-nya positif thinking.
saat membuka pintu betapa terkejut-nya ia melihat kekasih-nya sedang 'bermain' bersama temab masa kecil-nya itu.
__ADS_1
Ajeng menahan suara-nya dengan kedua tangan menutup mulut-nya, air mata-nya jatuh begitu saja, ia benar benar tidak percaya kalau orang yang sangat ia cintai malah menghianati-nya.
Kevin saat sedang melakukan 'itu' ia menoleh mendapati Ajeng yang sudah berdiri di depan pintu kamar-nya, Kevin langsung berdiri dan mengenakan handuk untuk menutupi bagian bawah-nya. sedangkan wanita yang ia tiduri mendesah kecewa sambil menatap Ajeng tajam.
Ajeng melihat ke arah Kevin dengan wajah kecewa dengan air mata yang terus membanjiri wajah-nya.
"Din...a-aku bisa jelasin," ujar Kevin tergagap.
"Gk perlu, makasih ya Mel udah ngasih tau sifat asli si bajingan ini," ujar Ajeng dengan suara parau.
"Din, aku mohon... dengerin aku dulu," ucap kevin ingin mengambil tangan Ajeng namun sudah di tepis dulu oleh Ajeng.
"Kamu pilih aku atau dia?" tanya Ajeng sambil menunjuk Amel teman masa kecil-nya tapi mata-nya metapa Kevin memohon.
"Aku..., ucap Kevin mengangtung.
setelah itu ia menjauhi Ajeng dan menghampir Amel yang masih setia di atas kasur dengan di selimuti agar menutup tubuh-nya yang tidak mengenakan pakaian sama sekali dan mengwcup pucuk kepala-nya. sedangkan Amel tersenyum kemenangan ke arah Ajeng.
"Aku pilih Amel," ujar Kevin mantap dan menatap Ajeng tajam.
Ajeng hanya tersenyum kecut melihat kajadian di depan-nya ini, ia mengahpus air mata-nya dengan kasar lalau tersenyum sangat manis tapi bukan tersenyum senang tapi tersenyum kekecewaan.
Ajeng mengangguk tanpa sepatah kata pun, Ajeng memutar balik badan-nya dan meninggalkan kedua makhluk berbeda jenis itu di sana. Ajeng keluar dari unit tempat tinggal kekasih-nya... mantan kekasih dengan menghapus air mata yang terus mwnerus keluar.
dan semenjak itu ia tidak pernah bertukar kabar dengan mantan sahabat-nya itu ia membenci sahabat-nya karna telah menghianati-nya.
flashback off
"jadi gitu pak, " ucap Ajeng dan meminum jus-nya.
"kasihan, " ujar Anggara santai.
Ajeng melotot mendengar penuturan Anggara yang teramat santai padahal ia tengah menahan tangis-nya.
"kalau mau nangis-nangis aja jeng, " lanjut laki-laki itu.
"enggak akh pak malu hehe, " ucap Ajeng.
"eh maksud-nya mas hehe, " revisi Ajeng.
ya Anggara meminta Ajeng untuk memanggil-nya mas saja dari pada pak! ia belum setia itu untuk di panggil pak.
flashback on
"jangan panggil saya pak kalau lagi di luar sekolah ya, " ucap Anggara memecah keheningan.
__ADS_1
"terus saya harus panggil apa? " tanya Ajeng.
"Panggil mas, " ucap Anggara sambil melanjutkan mobil-nya.
flashback off
"sekarang gantian dong bapak cerita, " ujar Ajeng.
"gk ada yang harus saya ceritain, " ucap Anggara dan memakan cake keju-nya.
Ajeng mendelik tidak ada? apa maksud-nya enak aja Ajeng sudah bercerita panjang lebar sedangkan dia tidak ada yang di ceritakan sama sekli.
"Gk bisa sgitu dong pak, kan saya tadi udah cerita panjang lebar sampe-sampe saya udah mau nangis inget kenangan sama is brengsek itu, sekarang gk mau tau bapak harus cerita!, " ngegas Ajeng.
Anggara bukan-nya marah malah tertawa terbahak bahak melihat Ajeng yang mengomeli-nya.
"Dih kok bapak malah ketawa seharus-nya jelasin dong bukan-nya ketawa lagi pula gk ada yang lucu tau, " kesal Ajeng.
"Hahah. eh.. eh bentar tadi kamu panggil saya apa?, " tanya Anggara mengalihkan.
"bapak eh, " ujar Ajeng dan baru tersadar.
"sudah saya bilang jangan panggil pak ketika sedang berdua, " ujar Anggara menjadi dingin.
"hehe iya maaf mas, " maaf Ajeng tersenyum kikuk dan menggaruk tengkuk-nya yang tidak gatal.
"lagi pula tidak ada yang harus saya ceritakan karena saya singel dan belum pernah berpacaran, " ucap Anggara setelah itu.
Ajeng kaget dengan penuturan Anggara. tidak mungkin bukan seorang Anggara jomblo? terlebih dia ganteng udah gitu udah mapan.
Ajeng menatap Anggara tidak percaya dengan mulut terbuka sedangkan Anggara tersenyum manis kepada Ajeng.
"WHAT? mas serius, " tanya Ajeng.
Anggara mengangguk membenarkan, ah sudahlah Ajeng sudah pusing ia mengabaikan Anggara yang terkekeh melihat-nya.
Ajeng memfokuskan diri dengan makanan-nya dari pada harus melihat ke arah Anggara dosen+calon suami? dan terus memakan makanan-nya hingga habis.
setelah makanan mereka habis Anggara mengantar pulang Ajeng, setelah melihat Ajeng masuk baru Anggara pergi meninggalkan pekarangan rumah Ajeng.
💞💞💞💞💞💞💞
hay hay kembali lagi dengan aku hehehe
vote dan komen-nya jangan lupa.
__ADS_1