Bismilah Jodoh

Bismilah Jodoh
Selamat menempuh hidup baru (End)


__ADS_3

1 bulan kemudian


hari ini adalah hari ter sakral untuk Ajeng dan juga Anggara. dimana Anggara mengucapkan janji suci di hadapan pak penghulu untuk meminang Ajeng.


Ajeng yang sedang di make-up merasakan gugup yang teramat, sebentar lagi ia akan menjadi istri dari seorang ANGARA PRIA PAMBUDI laki-laki yang teramat ia cintai.


Ajeng telah selesai di make-up, ia menatap diri-nya di cermin sambil tersenyum hari. Ajeng terlihat sangat cantik dengan menggunakan kebaya putih dengan memakai hijab.


sudah lama Ajeng ingin mengenakan hijab dan sekarang mungkin waktu-nya, saat ia sebentar lagi akan menjadi seorang istri.



"mbak-nya cantik sekali... pantas mas Anggara tergila-gila dengan mba Ajeng, " ucap sang MUA.


"ah bisa aja... trima kasih, " ucap Ajeng malu.


dan setelah itu Ajeng di ajak duduk di sofa yang menampilkan CCTV ruang tamu yang sudah di hadiri oleh banyak tamu. di sana ada Anggara yang terlihat gugup smabil menghadap ayah Ajeng dan penghulu.


lalu tidak lama kemudian acara ijab kobul di mulai, Ajeng terus menatap layar CCTV dengan perasaan yang campur aduk. memang tidak begitu terdengar saat Anggara mengucapkan ijab kobul.


namun dari layar terlihat jika Anggara gugup dan gemetar saat memegang tangan dari ayah Ajeng. dan tidak lama terdengar suara para saksi yang mengucapkan kata 'SAH'


"bagaimana para saksi? Sah?" tanya pak penghulu.


"SAH! " teriak mereka bersaman.


dan sekarang mereka berdua sudah resmi menjadi sepasang suami istri, pak penghulu mengarah kan untuk membaca al-fatihah dan berdoa untuk kelangsungan hidup mereka.


Ajeng di dalam kamar menitikan air mata ketika mendengar jika ia sudah resmi menjadi seorang istri dari laki-laki yang ia cintai.


tidak lama dari itu Naya dan juga mamah Ajeng menghampiri Ajeng dan langsung memeluk Ajeng erat. Ajeng yang di peluk seperti itu malah menangis semakin kencang.


"udah sayang jangan nangis... selamat yah anak mamah udah resmi menjadi seorang istri, " ucap mamah Ajeng sambil menghapus pelan air mata Ajeng.

__ADS_1


"makasih mah! " ucap Ajeng dan memeluk mamah Ajeng.


"selamat yah dek... semoga rumah tangga kalian selalu lancar tanpa ada badai yang menerpa dengan deras, meski masalah pasti ada yang penting jika ada masalah bicara baik-baik dengan suami kamu, " ucap naya yang ikut menangis.


bumil itu langsung memeluk sang adik, Ajeng mengangguk mendengar kan nasihat dari orang yang ia sayangi, setelh itu Ajeng di ajak untuk turun menemui sang suami yang sudah menunggu.


Ajeng di gandeng oleh kedua wanita cantik itu, ia di apit di tengah-tengah. mereka bertiga menuruni anak tangga dengan sangat anggun.


bahkan Anggara tidak dapat mengalihkan pandangan-nya dari sang istri yang sekarang benar-benar cantik. Anggara tersenyum menatap sang istri yang juga tengah tersenyum kepada-nya.


setelah hampir dekat dengan Anggara, ayah Ajeng mengambil alih Ajeng untuk di gandeng dan di antar kepada sang suami untuk mengalihkan tanggung jawab penuh kepada Anggara.


setelah berada di hadapan Anggara yang tidak lepas dari tatapan-nya kepada Ajeng, ayah Ajeng berdehem untuk mengalihkan atensi mereka berdua.


"ekhem... saya ayah mertua kamu, ingin mengalihkan semua tanggung jawab yang saya lakukan selama Ajeng dari kandungan bahkan sampai sebesar ini kepada kamu, dan sekarang kamu suami-nya kamu harus bertanggung jawab kepada Ajeng dengan penuh, " ucap ayah Ajeng, Anggara mendengar kan.


"jaga putri saya Ajeng dan sayangi dia seperti saya menyayangi-nya, " lanjut ayah Ajeng.


lalu ayah Ajeng tersenyum perlahan ia melepaskan gandengan mereka dan memberikan Ajeng kepada Anggara yang sudah sepenuh-nya menjadi penanggung jawab Ajeng.


Ajeng dan Anggara saling lempar senyum dan sesei memberikan selamat pun di mulai. dari kedua orang tua Ajeng dan juga Anggara hingga para kedua sahabat mereka yang datang.


dan sekarang giliran ke empat orang itu memberikan selamat kepada Anggara dan juga Ajeng yang baru menjadi pengantin baru.


"selamat ya bro... semoga rumah tangga kalian harmoni dan jangan lupa cepetan bikinin gue ponakan, " siapa lagi jika bukan Zaki yang berucap seperti itu.


"Aamiin... ya soal anak do'ain aja biar cepet dapet momongan, " jawab Anggara.


"selamat ya jeng... gue turut bahagia yah, " ucap Adeva antusias dan langsung memeluk Ajeng.


"makasih yah Dev, " jawab Ajeng.


"selamat yah... oh ya untuk hadiah pernikahan kalian udah gue taro yah di sana... pokok-nya semoga kalian bahagia dan lo pak Anggara yang terhormat sekali lagi lo bikin sahabat gue nangis jangan harap 'milik' lo masih utuh! " ucap Reina dan berakhir dengan ancaman untuk Anggara.

__ADS_1


"iss... makasih ya re dan untuk kalian cepet-cepet nyusul yah, " ucap Ajeng dan mereka kembali berpelukan.


setelah acara memberikan selamat mereka mulai menikmati makanan yang sudah tersaji di atas meja... Anggara terus menggenggam tangan Ajeng tanpa mau di lepaskan sama sekali.


...****************...


"dah... Hati-hati ya sayang, jaga diri kamu kalau kamu kangen sama mamah dateng yah kerumah mamah, " ucap mamah Ajeng sambil memeluk Ajeng.


"iya mah... Ajeng bakal sering-sering dateng kok, " ucap Ajeng sambil membalas pelukan sang mamah.


"ya sudah sebaik-nya kalian berangkat sebelum keburu hujan, " ucap ayah Anggara.


Ajeng dan Anggara mengangguk dan sekali legi mereka berpamitan untuk pergi menuju rumah baru yang akan mereka berdua tempati.


Anggara dan Ajeng memasuki mobil pengantin yang di hiasi oleh bunga sintesis, Ajeng membuka kaca mobil dan melambaikan tangan kepada kedua orang tua-nya.


setelah itu mobil melaju meninggalkan pekarangan rumah Ajeng... dan mereka berdua akan menempuh hidup baru dengan dengan rasa bahagia di dalam hati mereka masing-masing.


mereka saling berpegang tangan dan melempar senyum bahagia, mereka berdua selalu berdoa jika kebahagiaan lah yang akan menanti dan rumah tangga mereka berjalan dengan damai tanpa ada badai yang besar menerjang.


sore yang indah namun sedikit mendung itu menyaksikan ikrar janji mereka berdua di dalam hati mereka masing-masing dengan rasa bahagia.


dan warna jingga yang mendominasi sore itu membuat suasana semakin mendukung kebahagian mereka. mobil yang mereka tumpangi melaju sedang di jalan raya yang cukup padat.


dengan di hiasi oleh pita dan juga bunga yang mewakili perasaan yang bahagia seperti warna dari bunga yang berada di mobil mereka.


"*aku berjanji akan menjagamu dan membahagiakan mu Ajeng... aku berjanji, "


"aku berjanji untuk menjaga rumah tangga ku dengan baik dan menjadi seorang istri yang baik*, "


dan inilah akhir kisah cinta Anggara dan Ajeng yang cukup berlika liku dengan berbagai masalah yang mereka hadapi dengan sabar dan juga tangis dan semoga kehidupan mereka akan terus bahagia.


...ENDING...

__ADS_1


__ADS_2