Bismilah Jodoh

Bismilah Jodoh
Perubahan Adeva 1


__ADS_3

seminggu kemudian, Ajeng dan sahabat-nya berkumpul kembali dari kesibukan mereka masing-masing. Ajeng pun juga sudah melupakan tentang si pengirim pesan misterius itu.


sekarang mereka berada di cafe dekat taman kota, cafe yang biasa mereka datangi, Ajeng, Reina dan Adeva bercengkrama seperti biasa hanya saja ada yang sedikit berbeda.


Adeva lebih banyak diam dari biasa-nya itu membuat Ajeng sedikit bingung. tapi ia tetap bersikap biasa, paling juga lagi galau dia pikir Ajeng.


"Eh besok ngemall yuk, mumpung libur!" ujar Reina antusias.


"Yuk udah lama juga gue gkngemall," ujar Ajeng dibalas tak kalah antusias.


"Kalau lo Dev, ikut kan?" tanya Ajeng sambil melihat ke arah Adeva yang sedang mengaduk-ngaduk minuman-nya.


Yang di tanyapun menoleh ke asal suara, ia melihat ke arah Ajeng malas dan memutar bola mata-nya dan kembali mengaduk-ngaduk minuman-nya dan berucap.


"Gk deh lain kali aja!," ujar-nya ketus kepada Ajeng.


Ajeng sedikit terkejut, Ajeng tidak melakukan apapun tapi kenapa Adeva seperti tidak menyukai Ajeng. Ajeng menatap-nya bingung tapi setelah itu ia mengalihkan tatapan-nya ke arah Reina seolah bertanya Adeva kenapa?


yang hanya di balas gedikan bahu sambil ia menatap Ajeng. Ajeng tidak mau berfikir panjang ia kembali memakan makanan-nya begitu pula dengan Reina.


tak terasa mereka audah satu jam berada di sana. Ajeng melirik jam tangan-nya sudah pukul 17.25 WIB, sudah hampir magrib. ia melihat ke arah kedua sahabat-nya bergantian dan berucap.


"Guyss gue pulang duluan ya, soalnya udah mau magrib," ujar Ajeng menatap kedua-nya.


Reina mengangguk sedangkan Adeva masih tidak bergeming di tempat-nya, setelah dapat anggukan dari sahabat-nya Ajeng beranjak dari tempat duduk-nya dan meninggalkan kedua sahabat-nya.


setelah Ajeng benar-benar pergi, Reina menatap Adeva dengan tatapan intimidasi sedangkan yang di tatap malah acuh sambil terus memainkan handphone-nya.


"Dev, lo kenapa sih? sama Ajeng gitu banget," ujar Reina membuka percakapan.


"Gk tau," ujar Adeva ketus.


"Huftt, ya udah kalau gitu gue pulang duluan," ujar Reina pasrah atas sikap sang sahabat.


Adeva mengangguk saja dan tetap melanjutkan bermain handphone, setelah Reina pergi ia juga beranjak sebelum itu ia menghabiskan minuman-nya dulu baru pergi dari sana.


...****************...

__ADS_1


setelah kepergian Ajeng ada seseorang yang tersenyum smirik, namun ia tidak menampakan-nya secara langsung. ia menatap benci kepada Ajeng entah salah apa Ajeng sampai membuat-nya sebenci ini.


"Hati-hati di jalan Ajeng, liat kejutan dari gue selanjut-nya, hahah," batin orang itu tertawa jahat dan menampilkan muka datar kembali.


...****************...


Ajeng berjalan memasuki rumah dengan bersenandung kecil, ia melihat sang mama sedang ngobrol bersama sang kaka. Ajeng menghampiri mereka berdua dan ikut duduk di samping sang mana.


"Dari mana kamu? jam segini baru pulang," ujar Naya sengit sambil menatap Ajeng tajam.


"Ya elah ka, aku kan tadi bilang mau ketemu Reina sama Adeva," balas Ajeng acuh.


"Sudah-sudah sebaik-nya kamu mandi Ajeng dan Naya bantuin mamah masa makan malam," ujar mamah melerai mereka berdua.


"Iya mah," uajr Ajeng dan Naya bebarengan.


Ajeng menatap kaka-nya sengit dan bangkit meninggalkan ruang tamu menuju kamar-nya yang berada di lantai dua.


setelah sampai di kamar ia melemparkan tas tangan-nya ke kasur dan melepaskan sepatu-nya. Ajeng bangkit dari duduk-nya dan berjalan menuju kamar mandi untuk melakukan ritual-nya seperti biasa.


15 menit kemudian Ajeng keluar dari kamar mandi menuju lemari untuk mengambil baju tidur-nya dan kembali memasuki kamar mandi, padahal kamar-nya tidak ada siapa-siapa. ia hanya takut jika ada yang mengintip kan berabe ujar Ajeng saat itu.


Ajeng mencarger handphone-nya yang sudah lowbat sejak tadi dan beranjak untuk mengambil air whudu dan menjalankan salat magrib.


setelah selesai saat magrib Ajeng membereskan mukena-nya dan keluar kamar untuk turun dan ikut makan malam bersama keluarga.


setelah sampai di meja makan yang sudah ada Ayah, mamah dan kaka-nya ia langsung duduk di bangku-nya yang berada di sebelah kaka-nya.


"Wah ada udang goreng," ujar Ajeng dengan mata berbinar.



"Iya dong, mamah gk lupa sama makanan kesukaan kamu sama kaka kamu," ujar Mamah tersenyum hangat melihat anak-nya bahagia hanya dengan di masaki makanan kesukaan-nya.


sedangkan Naya sudah memakan makanan-nya dengan lahap, ia terkadang menggelangkan kepala-nya karna rasa dari masakan sang mamah memang paling the best.


Ayah yang melihat anak-anak makan dengan lahap tersenyum tipis dan melanjutkan makan-nya begitu pula dengan mamah.

__ADS_1


"Wah, gila the best banget ini," ujar Ajeng sambil mengangkat kedua jempol-nya kepada sang mamah begitupun dengan Naya.


mamah hanya menggelengkan kepala melihat ke antusiasan anak-anak-nya saat memakan masakan-nya. masakan-nya memang selalu the best di mulut anak-anak dan suami-nya.


meja makan kembali hening hanya ada suara dentingan sendok yang bertubrukan dengan piring. Ajeng menyelesaikan makan-nya terlebih dahulu dan pamit untuk menuju ke kamar-nya kembali.


ia menaiki satu persatu anak tangga. setelah sampai di kamar yang bernuansa biru soft itu Ajeng merebahkan diri-nya di kasur singel size-nya.



Ting


bunyi notifikasi dari handphone Ajeng membuat Ajeng kembali membuka mata-nya padahal sebentar lagi ia akan memasuki alam mimpi. Ajeng mengambil handphone-nya yang sedang ia cas dan melepaskan kabel cahrger-nya.


ia kembali rebahan namun posisi-nya sekarang tengkurap, Ajeng membuka aplikasi warna hijau itu dan melihat betapa banyak-nya pesan dari Reina setelah membalas pesan dari Reina ada satu pesan yang membuat-nya kembali penasaran.


'nomer yang kemarin lagi' batin Ajeng dan membuka pesan itu.


Ajeng membaca pesan itu dengan sangat teliti lagi-lagi pesan ancaman Ajeng tidak mau ambil pusing dengan pesan itu yang ia bingung kenapa harus dia toh dia tidak memiliki hubungan dengan sang dosen idola.


"Siapa sih ni orang? ganggu gue dengan ancaman mulu ih," gumam Ajeng sedikit kesal dengan pengirim pesan misterius itu.


"Satu lagi gue makin bingung, kenapa Adeva sekarang berubah ya?" tanya Ajeng entah pada siapa.


dari pada sakit kepala memikirkan hal itu, Ajeng memilih untuk tidur dan melupakan pesan sialan itu, tidak lama terdengar dengkuran halus yang bertanda jika sang empu sudah memasuki alam bawah sadar.


[Ternya lo berani juga ya, gue liat-liat lo semakin deket sama Anggara, gue mau lo jauhin dia atau hidup lo gk akan tenang Ajeng gue peringatin sekali lagi jauhin Anggara karna dia cuma punya gue]


sekira-nya seperti itu pesan dari pengirim pesan misterius.


..."Cinta boleh bodoh jangan, jangan cuma karena cinta kita menjadi gila karena-nya. cinta akan datang sendiri namun cinta tidak bisa di paksakan"...


...Author yang paling cakep...


💕💕💕💕💕💕💕💕


yuhuuu balik lagi sama aku.

__ADS_1


jangan lupa VOTE dan LIKE nya ya sayang kuh biar aku makin semangat up-nya.


__ADS_2