
pagi ini Ajeng sudah berada di kampus bersama kedua sahabat-nya, di kelas hanya ada beberapa orang saja karena masih pagi dan belum banyak yang datang.
"semoga aja gue gk dapet dosen pembimbing deh, " ucap Adeva.
"yeuh itumah mau lo, " jawab Reina.
"eh masih lama nih masuk-nya mending temenin gue ke kantin yuk, " ujar Ajeng yang sedari tadi hanya diam saja.
"yuk gue laper lagi hehe, " cengenges Adeva.
Ajeng dan Reina menggelengkan kepala dengan tingkah Adeva, ya memang jika dirinya juga merasa lapar lagi padahal tadi sudah sarapan.
"ya udah tunggu apa lagi? ayok, " ajak Reina karena sedari tadi Ajeng dan Adeva malah diam saja tidak beranjak sama sekali.
mereka berdua mengangguk lalu mengikuti Reina yang sudah berjalan terlebih dahulu, mereka sesekali tertawa hal itu membuat beberapa mahasiswa menatap mereka.
mereka sampai di kantin dan memilih tempat duduk yang paling pojok, lalu memesan makanan untuk mengganjal perut karet mereka.
"gue pengen bakso aja deh Jeng, " jawab Adeva.
"oke lo Re? " tanya Ajeng.
"gue lemon tea aja, " jawab Reina.
"oke tunggu sebentar, " ucap Ajeng lalu meninggalkan tempat duduk mereka untuk memesan makan.
"bu ijah, bakso satu, lemon tea satu sama siomay-nya satu, " ucap Ajeng.
"oke neng tunggu sebentar, " jawab bu ijal lalu langsung membuatkan pesanan Ajeng.
sekitar 5 menita pesanan mereka jadi, bu ijah memberikan nampan yang berisi pesanan Ajeng, Ajeng menerima dengan baik dan membagikan uang kepada bu ijah.
Ajeng kembali ketempat duduk mereka dengan membawa nampan yang penuh lalu meletakan di atas meja.
Adeva dan juga Reina berterima kasih lalu mereka memakan dan meminum pesanan mereka begitu juga Ajeng yang memakan siomay-nya.
15 menit kemudian mereka selesai makan dan memutuskan untuk kembali kedalam kelas karena belum sebentar lagi akan di mulai.
setelah sampai Kelas, kelas sudah sangat ramai karena waktu juga sudah mulai siang. tidak lama dari itu bel pun berbunyi dan datang seorang dosen untuk mengumumkan siapa yang harus di kasih dosen pembimbing.
"baiklah saya mulai, Ajeng dosen pembimbing kamu pak Anggara yah, " ucap dosen itu.
Ajeng menganggukmengerti, untunglah dosen pembimbing-nya adalah kekasih-nya sendiri. lalu dosen itu kembali menjelaskan siapa saja yang pakai dosen pembimbing.
"kalau begitu sekian dari saya, silahkan pak Anggara di mulai, " ucap dosen itu lalu meninggalkan kelas.
__ADS_1
Anggara yang di persilahkan langsung memulai kelas, ia menjelaskan materi hari ini dan persiapan untuk skripsi minggu depan.
...****************...
"gimana? seneng gk dosen pembimbing kamu itu aku? " tanya Anggara sambil terus fokus menyetir.
"ck.. iya iya seneng dong, " jawab Ajeng sambil terkekeh.
"oke karna minggu depan kamu harus sudah fokus dengan skripsi hari ini kita jalan-jalan gimana? " usul Anggara.
"boleh bangettt!, " ucap Ajeng antusias.
Anggara yang melihat keantusiasan Ajeng terkekeh lalu ia membawa Ajeng ke salah satu mall terbesar di ibu kota ini.
"oh ya, sebelum skripsi bakal ada dosen baru, " ucap Anggara sambil menggengam tangan Ajeng.
"serius? " tanya Ajeng.
Anggara mengangguk membenarkan, mereka mengelilingi mall dari ketempat bermain sampai belanja barang couple mereka lakukan.
"cape gk? " tanya Anggara ketika mereka sudah singgah di salah satu cafe yang berada di mal itu.
"huh... banget hehe, " jawab Ajeng.
"ya udah pesen makan sama minum gih, " ujar Anggara.
mereka memesan makanan dan juga minuman untuk mengganjal perut mereka yang mulai sudah minta di isi, mereka menghabiskan setengah hari berjalan-jalan di mall ini.
"emm... mas kita abis ini nonton yuk, " ajak Ajeng di sela-sela makan-nya.
"ayok aja, emangnya mau nonton apa? " ucap Anggara di akhiri pertanyaan.
"emm... apa yah? kalau dilan gimana? " tanya Ajeng.
"ya terserah kamu, aku ikut aja, " jawab Anggara.
"kamu kayak cewe deh jawab-nya terserah hahah, " ucap Ajeng dan tawa-nya pecah.
mereka tertawa hanya karena hal itu, sungguh sangat receh sekali mereka.
"udah habisin, gk habis gk jadi nonton, " ancam Anggara.
"siap bos, " ucap Ajeng dan langsung menghabiskan makanan-nya.
setelah makanan mereka habis, Anggara membayar makanan mereka dan menuju ke tempat loby pembelian tiket nonton.
__ADS_1
setelah mendapatkan tiket, mereka di suruh menunggu dulu selama 30 menit dan selama itu mereka mencari popcorn untuk di bawa nonton.
setelah giliran jadwal mereka nonton pun masuk kedalam studio, mereka menikmati filen hingga habis tak terasa waktu yang mereka habiskan menonton sekitar 2 jam.
dan sekarang sudah pukul 8 malam dan mereka belum makan malam, mereka memutuskan pulang sebelum pulang mereka mampir ke warung pecel lele untuk mengisi perut mereka.
setelah mengisi perut mereka Anggara mengantarkan Ajeng untuk pulang di karenakan hari yang juga sudah mulai larut malam.
selama perjalanan di mobil hanya ada keheningan dan terdengar lagu yang berputar daritadi mobil yang bercampur berisik-nya jalanan ibu kota.
meski waktu mulai larut jalanan kota masih terlihat ramai dari muda-mudi yang menghabiskan waktu bersama dan juga ada yang pulang kerja karna lembur mungkin.
15 menit mereka terjebak dalam kemacetan akhirnya mereka sampai juga di kediaman Ajeng, Anggara tidak langsung pulang melainkan meminta maaf kepada kedua orang tua Ajeng karena mengantar Ajeng telat.
"mah yah maaf anter Ajeng-nya telat, " ucap anggara ketika sudah duduk di hadapan kedua orang tua Ajeng.
"gk apa-apa nak, kami hanya khawatir karena Ajeng sangat jarang pulang larut, " sahut ayah.
"sekali lagi maaf ya yah, " ucap anggara menyesal.
"ya sudah lain kali jangan gitu lagi ya, " peringatan mamah.
anggara mengangguk mengerti lalu ia izin untuk pulang karena hari yang semakin larut juga dan ia besok ada ngajar pagi.
"ya sudah kalau begitu Anggara pamit, assalamu'alaikum, " salam Anggara.
"waalaikumsalam, " jawab kedua orang tua Ajeng kompak.
"mah Ajeng anter mas Gara dulu ke depan, 'ucap Ajeng yang dari tadi hanya diam.
setelah mendapatkan anggukan dari kedua orang tua-nya Ajeng mengantarkan Anggara sampai di samping mobil laki-laki itu.
"Hati-hati ya pulangnya jangan ngebut awas, " peringatan Ajeng kepada Anggara.
"iya sayang, ya udah aku pulang yah, " ucap Anggara sambil mengacak pelan rambut Ajeng.
"ih peluk dulu, " ucap Ajeng manja.
Anggara tersenyum lalu membawa tubuh mungil Ajeng ke dalam dekapan-nya untuk beberapa saat, setelah itu mereka melepaskan pelukan mereka.
Anggara masuk kedalam mobil-nya dan menyalakan mobil-nya, Ajeng melambaikan tangan-nya kepada mobil Anggara yang mulai menjauh, setelah mobil Anggara tenggelam bersama mobil lain-nya.
Ajeng segera menutup gerbang rumah dan masuk kedalam untuk membersihkan diri dan juga mandi lalu mengabarkan jika ia akan tidur lebih dahulu kepada Anggara.
tidak lupa ucapan hangat setiap malam yang di berikan Ajeng maupun Anggara.
__ADS_1